SERANG, Cinta-news.com – Gubernur Banten Andra Soni akhirnya mengambil langkah berani yang bikin sektor pangan daerah ini melompat jauh ke depan! Bayangkan, Pemprov Banten secara resmi memberangkatkan 21 petani milenial pilihan untuk mengikuti program magang bergengsi di Negeri Sakura, Jepang. Luar biasanya, jumlah ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah program yang sudah berjalan sejak tahun 1984. Keren banget, kan?
Nah, program magang ini bukan sekadar jalan-jalan, lho. Selama satu hingga dua tahun, para peserta muda ini akan dibenamkan langsung ke dunia inovasi dan teknologi pertanian modern Jepang yang sudah terkenal canggih banget. Mereka bakal mempelajari berbagai metode mutakhir yang bisa mengubah wajah pertanian Banten.
Baca Juga: Penyidik Kejati DKI Geledah Kantor Kemen PU Selama 6 Jam, Amankan Berkas Audit dan Gawai
Gubernur Andra Soni dengan penuh semangat mengungkapkan rasa bangganya. Menurutnya, jumlah 21 peserta tahun ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah program tersebut sejak pertama kali dicanangkan pada 1984. “Saya sangat optimis, sepulangnya dari Jepang nanti, mereka langsung tancap gas memajukan sektor pertanian Banten dengan segudang inovasi dan pengalaman berharga,” tegas Andra Soni saat ditemui di Serang, Kamis (9/4/2026). “Masih banyak lahan tidur yang menunggu untuk digarap oleh generasi hebat seperti kalian,” tambahnya penuh haru.
Posisi Strategis Banten: Gerbang Pasokan Pangan Jakarta!
Andra Soni juga menyoroti satu fakta menarik yang sering dilupakan banyak orang. Banten ternyata memiliki posisi geografis super strategis sebagai lumbung pangan utama bagi wilayah Jakarta yang luar biasa padat. Bayangkan potensinya! Nah, untuk mengoptimalkan keuntungan alam ini, gubernur menekankan bahwa regenerasi petani yang menguasai teknologi modern bukan lagi pilihan, melainkan keharusan mutlak. Tujuannya jelas: agar sektor pertanian Banten makin kompetitif dan menggiurkan bagi generasi milenial.
Baca Juga: 2 Bulan Mengungsi akibat Tanah Bergerak, Warga Semarang Menunggu Kepastian Relokasi
“Jangan salah, usaha di sektor pertanian itu sebenarnya sangat menjanjikan dan menguntungkan,” ujar Andra dengan penuh keyakinan. Apalagi saat ini sudah ribuan satuan pelayanan pemenuhan gizi beroperasi di Banten. Semua itu butuh pasokan bahan pangan stabil! “Pemprov akan memastikan akses air dan infrastruktur dalam kondisi prima untuk mendukung semua ini,” janji sang gubernur.
Tinggal di Perkampungan Petani Lokal Jepang: Pengalaman Otentik!
Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, M Nasir, memberikan detail yang bikin merinding. Ternyata, 21 peserta yang berangkat ini lolos seleksi super ketat dari total 48 pendaftar yang antusias. Sebelum diterbangkan pada 13 April mendatang, mereka sudah digembleng habis-habisan dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) selama 50 hari. Materinya lengkap banget, mulai dari adaptasi budaya Jepang hingga penguasaan teknis pertanian modern.
Baca Juga: Dubes UEA: Indonesia Juga Berpotensi Merasakan Dampak Perang AS-Israel Vs Iran
Mengapa Jepang yang dipilih? Nasir menjelaskan alasannya dengan lugas. “Jepang itu barometer teknologi pertanian dunia, tidak ada yang bisa membantah,” tegas Nasir. Selama rentang waktu 11 hingga 26 bulan yang panjang, para petani milenial ini tidak akan tinggal di hotel mewah. Mereka justru akan tinggal di perkampungan asli dan bekerja langsung, menyatu dengan petani lokal baik di sektor tanaman pangan maupun peternakan. Seru banget, kan?
Program ambisius ini disambut dengan antusiasme luar biasa oleh para peserta. Salah satunya adalah Eva Luthfiah, seorang gadis muda asal Kabupaten Lebak yang matanya berbinar penuh tekad. Ia berkomitmen untuk membawa perubahan besar pada wajah pertanian di daerah asalnya setelah menyelesaikan masa magang yang panjang itu.
“Tekad saya bulat! Saya ingin memajukan pertanian,” seru Eva dengan penuh semangat. Menurutnya, saat ini sektor pertanian sudah berubah drastis menjadi semakin modern. “Pertanian bukan lagi profesi yang dipandang sebelah mata oleh generasi muda,” tegas Eva bangga.
Oleh karena itu, Pemprov Banten berharap melalui program inovatif ini, para petani milenial tidak hanya pulang membawa ilmu teknis semata. Mereka juga diharapkan mengantongi semangat kewirausahaan pertanian yang kuat. Dengan bekal itu, ekonomi perdesaan di Banten bisa tergerak dan melesat jauh lebih maju dari sebelumnya. Selamat berjuang, petani milenial Banten! Negeri ini menanti inovasi kalian!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
