SURABAYA, Cinta-news.com – Malam Minggu yang tenang tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk paling mengerikan bagi warga Jalan Banyu Kidul Gang Molin 2-B. Kebakaran melahap sebuah rumah sekaligus toko kelontong di kawasan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, pada Senin (25/5/2026) malam hingga Selasa (26/5/2026) dini hari. Akibatnya, dua nyawa melayang dengan tragis di dalam kobaran api yang sulit dikendalikan.
Siapa sangka, kedua korban tewas itu ternyata masih satu keluarga. Sang nenek berinisial SU (72) dan cucu lelakinya, MARP (14), yang masih duduk di bangku kelas satu SMP negeri di Surabaya, harus menghembuskan napas terakhir mereka saat api terus memburu. Ironisnya, keduanya terjebak di lokasi yang berbeda. Tim penyelamat kemudian menemukan jasad sang nenek di kamar mandi bagian dalam rumah, sementara sang cucu sudah tak bernyawa di salah satu kamar kos lantai dua.
Karena kejadian ini cukup mematikan, aparat kepolisian dari Tim Inafis Polrestabes Surabaya langsung bergerak cepat. Mereka pun menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap secara terang-terangan apa penyebab pasti kebakaran ini.
Polisi Langsung Amankan Baterai Hangus dan Kabel Instalasi
Usai proses evakuasi jenazah kedua korban selesai pada Selasa dini hari, Tim Inafis Polrestabes Surabaya tak membuang waktu. Mereka langsung menyita sejumlah barang bukti penting dari dalam area rumah yang hangus terbakar.
Menurut AR (34), seorang warga sekitar yang menyaksikan langsung, petugas kepolisian membawa komponen kelistrikan yang kondisinya sudah rusak parah. “Polisi sudah membawa barang bukti yang bisa dibawa. Keadaannya memang sudah enggak bisa dibicarakan lagi, tapi polisi sigap membawa yang sekiranya penting. Contohnya kayak baterai, peralatan paralel, dan kabel-kabel itu semua dibawa,” jelas AR dengan nada sedikit ketakutan saat ditemui di dekat lokasi, Selasa siang.
Bahkan, benda-benda yang disita itu cukup mengerikan penampakannya. Bekas baterai motor listrik sudah hangus terbakar, perkakas paralel kelistrikan ikut ludes, dan beberapa instalasi kabel pun menghitam tak berbentuk.
Kronologi Mengerikan: Tabung Gas Jatuh, Percikan Api Langsung Membesar
AR kemudian membocorkan fakta mengejutkan lainnya. Ternyata, ayah kandung korban MARP bernama DPA (43) sehari-hari membuka bengkel reparasi sepeda motor listrik rumahan di teras rumah tersebut. Usaha ini sudah berjalan hampir dua tahun. Tak hanya itu, DPA bahkan memiliki gerai showroom motor listrik di Kecamatan Benowo, Surabaya.
“Biasanya dia mengerjakan sepeda motor listrik itu malam hari. Bahkan kalau weekend pun, kalau ada pelanggan yang datang, ya tetap buka. Kecuali lagi ada hajatan atau keperluan lain, mungkin dia tutup,” tambah AR.
Lalu, apa pemicu utamanya? Seorang tetangga lain bernama Dwi Prastyo mengungkapkan kronologi yang bikin merinding. Ceritanya, pada Senin sore, DPA sedang mengisi daya (charging) beberapa baterai sepeda motor listrik milik pelanggan. Posisi perangkat charger itu ia letakkan persis di samping tumpukan tabung elpiji 3 kilogram dagangan toko kelontong milik keluarga.
Nah, nah… disinilah malapetaka dimulai. Salah satu tabung elpiji yang ditumpuk kurang rapi tiba-tiba jatuh. Tabung itu pun tepat menghantam perangkat charger yang sedang dialiri listrik.
“Itu elpiji jatuh kena baterai yang sedang di-charge, iya baterai motor listrik. Dari situ langsung terjadi kebakaran besar,” ujar Dwi Prastyo dengan nada pasti.
Senada dengan Dwi, tetangga lain yang meminta identitasnya dirahasiakan juga membenarkan hal ini. Ia bahkan menambahkan detail yang lebih mengerikan. Pada sore harinya, korban MARP sempat membantu ayahnya memindahkan pasokan tabung elpiji ke teras rumah.
“MARP sempat bantu angkat-angkat elpiji pasokan waktu sore. Kata Mas DPA, ayahnya, ada elpiji yang masangnya kurang pas. Akhirnya jatuh. Nah, jatuhnya itu nibani charger, kan ada kotakan, terus kena. Langsung meletek, keluar percikan api,” ungkapnya berapi-api.
Singkat kata, benturan keras itu memicu korsleting listrik pada komponen charger. Percikan api langsung menyambar baterai lithium motor listrik. Ledakan demi ledakan kecil pun terjadi dan api dengan cepat menjalar ke seluruh perabotan rumah. Semuanya ludes dalam hitungan menit.
Ketua RT 08 RW 04, Dian Bagus Ristitanto, juga mendukung kuat dugaan ini. Menurutnya, kebakaran tersebut erat kaitannya dengan aktivitas cas baterai yang ceroboh.
“Iya lagi ngecas motor listrik. Dia buka jasa servis motor listrik. Jadi lagi ngecas tiga baterai, mungkin enggak kuat akhirnya korsleting. Areanya di teras,” tegas Dian Bagus.
Yang lebih menyedihkan, warga sekitar sebenarnya sudah sering mengingatkan pemilik rumah agar lebih berhati-hati. Pasalnya, aktivitas paralel listrik bengkel itu sangat dekat dengan tumpukan tabung gas elpiji. Risiko kebakaran sudah seperti bom waktu yang siap meledak.
“Cuma warga sudah saling mengingatkan bahwa paralel listrik kalau berdekatan dengan elpiji itu sangat berbahaya. Takutnya kalau ada apa-apa, baterainya meledak atau gimana, apinya bisa langsung nyambar ke elpiji,” pungkas AR mengakhiri cerita mencekam ini.
Damkar Turunkan 14 Truk, Polrestabes Langsung Tangani Kasus Ini
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini, menjelaskan bahwa pihaknya langsung melesat ke lokasi begitu menerima laporan. Mereka tiba sekitar pukul 22.30 WIB. Bahkan, sebanyak 14 unit truk pemadam berbagai jenis langsung dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.
“Unit yang kami kerahkan 14 truk,” kata Laksita Rini kepada awak media di lokasi kejadian dengan napas masih tersengal.
Hasilnya, petugas berhasil memadamkan api pokok sekitar pukul 23.30 WIB. Setelah itu, mereka langsung melakukan pembasahan area hingga Selasa dini hari pukul 01.00 WIB untuk memastikan tak ada satu pun titik api yang tersisa.
Laksita Rini mengakui bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran persis seperti informasi warga, yaitu akibat korsleting charger motor listrik berbahan lithium. Ia bahkan menekankan bahwa api merambat super cepat disertai ledakan-ledakan kecil.
“Dugaan awal infonya dari korsleting charger motor listrik. Kemungkinan besar dari situ. Bahannya kan baterai lithium, jadi begitu terbakar langsung terjadi ledakan, dan apinya cepat sekali merambat,” papar Laksita Rini dengan ekspresi serius.
Namun demikian, ia tetap menegaskan bahwa hasil akhir penyelidikan resmi harus menunggu pihak kepolisian.
Sementara itu, Kapolsek Sawahan Polrestabes Surabaya, Kompol Muljono, menyatakan bahwa penanganan kasus ini kini sepenuhnya diambil alih oleh Polrestabes Surabaya. Pada hari Selasa, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim bersama Unit Reskrim Polsek Sawahan dijadwalkan kembali melakukan olah TKP lanjutan.
“Kasus ini ditangani Polrestabes Surabaya. Hari ini Tim Labfor Polda Jatim akan olah TKP kebakaran. Kanit Reskrim Polsek Sawahan juga ikut mendampingi,” tutup Kompol Muljono saat dihubungi terpisah.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
