Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Jember Luncurkan 50 Mobil Home Care, Tenaga Kesehatan Kini Datangi Pasien di Rumah

JEMBER, Cinta-news.com – Siapa sangka, deretan mobil berwarna merah muda nan mencolok kini berbaris rapi bagaikan pasukan siap tempur di halaman Puskesmas Sumberbaru, Kabupaten Jember, pada Jumat (24/7/2026) yang lalu. Di kap mesin kendaraan cantik itu, tertera jelas tulisan “HOME CARE” yang menandai dimulainya era baru pelayanan kesehatan di Bumi Santet. Jika selama ini masyarakat harus rela mengantre berjam-jam dan merogoh kocek untuk transportasi ke puskesmas atau rumah sakit, kini giliran tenaga kesehatan yang justru harus bergerilya mendatangi rumah-rumah warga. Benar-benar revolusi pelayanan kesehatan yang bikin melongo!

Armada- armada menawan tersebut diperkenalkan secara resmi dalam peluncuran program unggulan Home Care bertajuk “Mewujudkan Dokter Keluarga untuk Masyarakat Tidak Mampu” yang digelar dengan meriah oleh Pemerintah Kabupaten Jember di lokasi yang sama. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 50 kendaraan telah disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat yang selama ini terbelenggu oleh keterbatasan mobilitas maupun akses yang sulit menuju fasilitas kesehatan. Kebijakan ini pun sontak menyedot perhatian publik dan menuai pujian dari berbagai kalangan.

“Bahkan, nanti mobil dinas milik para camat-camat juga akan kami tarik semuanya dan insya Allah akan kami serahkan penggunaannya ke tiga rumah sakit besar di Jember untuk mengantarkan warga tidak mampu berobat,” ujar Bupati Jember Muhammad Fawait dengan penuh semangat di hadapan ratusan undangan. Penambahan armada secara masif ini terpaksa dilakukan karena pemerintah daerah bertekad bulat untuk memastikan semakin banyak masyarakat lapisan bawah yang dapat tersentuh dan terjangkau oleh layanan kesehatan yang berkualitas.

Program Home Care yang inovatif ini lahir setelah pemerintah daerah melakukan evaluasi mendalam dan mendapati fakta mencengangkan bahwa masih sangat banyak warga miskin yang memilih pasrah dan tidak berobat, meskipun biaya pelayanan kesehatan mereka sebenarnya telah sepenuhnya ditanggung melalui BPJS Kesehatan. Fenomena memprihatinkan ini menjadi pukulan telak sekaligus cambuk bagi pemerintah untuk segera bertindak. “Maka dari situlah kami berpikir keras, apa caranya agar masyarakat benar-benar terlayani? Maka muncullah ide cemerlang mengadakan program Home Care ini,” tegasnya dengan nada penuh penekanan.

Di luar area puskesmas yang ramai, seluruh armada Home Care tampak didominasi oleh warna merah muda yang lembut dengan aksen magenta mencolok pada bagian depan kendaraan, membuatnya mudah dikenali dari kejauhan. Pelat nomor merah yang menghiasi mobil-mobil tersebut menandakan bahwa kendaraan-kendaraan itu merupakan aset berharga milik pemerintah daerah yang kini dialihfungsikan untuk misi kemanusiaan. Mobil-mobil tersebut diparkir berjajar dengan rapi di tepi jalan, tepat di depan lokasi acara, bagaikan deretan prajurit yang siap dikerahkan kapan saja. Di belakangnya, tenda merah putih berdiri kokoh menaungi peluncuran program yang dihadiri oleh puluhan tenaga kesehatan, perangkat daerah, aparat TNI-Polri, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar yang antusias menyaksikan sejarah baru pelayanan kesehatan di Jember.

Berawal dari hanya 10 mobil

Fawait pun mengungkapkan secara blak-blakan bahwa pemerintah daerah awalnya hanya mampu menyediakan 10 kendaraan baru untuk mendukung pelaksanaan program Home Care yang ambisius ini. Namun, setelah dilakukan perhitungan matang dan pemetaan wilayah, jumlah tersebut dinilai masih sangat kurang dan tidak akan cukup untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Jember yang luas. Karena itu, dengan keberanian luar biasa, pemerintah daerah memutuskan untuk mengalihkan kendaraan dinas milik organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi armada pelayanan kesehatan yang akan melayani masyarakat. “Kami hanya mampu membeli 10 mobil baru. Ternyata masih kurang 40, akhirnya kami tarik semua mobil dinas OPD agar total menjadi 50 mobil Home Care yang siap beroperasi,” ujar Fawait dengan mantap.

Menurut penjelasannya, kendaraan-kendaraan tersebut bukan sekadar alat transportasi bagi tenaga kesehatan, melainkan bagian integral dari upaya serius mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang selama ini sulit menjangkau fasilitas kesehatan. Program Home Care sendiri akan melibatkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan yang akan turun langsung dan mendatangi rumah-rumah warga di berbagai pelosok wilayah Kabupaten Jember. Mereka bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, memantau kondisi pasien secara berkala, memberikan tindakan keperawatan, edukasi kepada keluarga, hingga menentukan apakah pasien masih dapat dirawat di rumah atau perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap. Apabila pasien membutuhkan konsultasi dokter, tenaga kesehatan juga akan menghubungkan pasien melalui layanan telemedicine dengan dokter umum maupun dokter spesialis yang siap siaga.

Diprioritaskan bagi warga rentan

Pada tahap awal pelaksanaannya, program Home Care yang revolusioner ini diprioritaskan bagi lima kelompok masyarakat yang paling rentan. Pertama, lansia dengan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan berkelanjutan. Kedua, ibu hamil berisiko tinggi yang memerlukan pemantauan intensif. Ketiga, penyandang disabilitas dengan penyakit berkepanjangan yang sulit mengakses layanan kesehatan. Keempat, anak yang mengalami stunting dan membutuhkan intervensi gizi. Kelima, masyarakat tidak mampu yang menderita penyakit kronis namun terkendala biaya transportasi. Program ini hadir di tengah besarnya tantangan pelayanan kesehatan di Kabupaten Jember yang tidak bisa dianggap remeh.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, Kabupaten Jember memiliki 415.353 penduduk lanjut usia atau sekitar 14,3 persen dari total penduduk yang mencapai jutaan jiwa. Jumlah tersebut ternyata menjadi yang tertinggi di seluruh Provinsi Jawa Timur, sebuah fakta yang memprihatinkan sekaligus menjadi tantangan besar. Di sisi lain, jumlah penduduk miskin di Jember mencapai 216.760 jiwa, dengan sekitar 97.061 jiwa di antaranya tergolong miskin ekstrem yang hidup dalam keterbatasan. Bagi kelompok masyarakat tersebut, keterbatasan fisik maupun biaya transportasi kerap menjadi alasan utama tertundanya pemeriksaan kesehatan yang seharusnya dilakukan sedini mungkin. Kondisi ini seringkali berujung pada keterlambatan penanganan yang fatal.

Dengan mulai beroperasinya armada Home Care secara serentak, pola pelayanan kesehatan di Jember perlahan-lahan berubah drastis dan memasuki babak baru yang lebih humanis. Jika selama ini pasien harus bersusah payah datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk memperoleh layanan, kini tenaga kesehatan yang akan lebih dahulu mengetuk pintu rumah mereka yang paling membutuhkan. Sebuah perubahan signifikan yang diharapkan mampu menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat keterlambatan penanganan, sekaligus mewujudkan keadilan kesehatan bagi seluruh masyarakat Jember tanpa terkecuali. Suatu terobosan yang patut dicontoh oleh daerah-daerah lain di Indonesia yang memiliki tantangan serupa dalam memberikan akses kesehatan kepada warganya.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version