Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Penyidik Kejati DKI Geledah Kantor Kemen PU Selama 6 Jam, Amankan Berkas Audit dan Gawai

JAKARTA, Cinta-news.com – Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Dapot Dariarma, secara resmi mengumumkan bahwa pihaknya baru saja mengamankan segudang barang bukti penting. Setelah proses panjang, tim penyidik akhirnya menyita sejumlah dokumen rahasia dan puluhan perangkat elektronik dari Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/4/2026). Lantas, apa sebenarnya yang membuat para penyidik rela menghabiskan waktu berjam-jam di sana?

Enam Jam Mencekam di Dua Gedung Strategis

Ternyata, Tim penyidik dari Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Jakarta tidak main-main dalam menjalankan tugasnya. Mereka baru saja merampungkan penggeledahan besar-besaran yang berlangsung sengit selama enam jam penuh. Segera setelah mengamankan barang-barang tersebut, Dapot langsung menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti di sini. “Terhadap barang-barang yang telah kami amankan, akan kami lakukan penelitian dan pendalaman lebih lanjut secara menyeluruh,” ujar Dapot dengan tegas dalam keterangan tertulisnya, Kamis malam. Dengan demikian, publik patut menunggu kejutan berikutnya dari hasil penyelidikan ini.

Lalu, di mana saja titik-titik panas penggeledahan ini terjadi? Penyidik Kejati DKI tidak membuang waktu. Mereka langsung menyisir beberapa ruang vital di dua gedung strategis, yaitu Gedung Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) dan Gedung Direktorat Jenderal Cipta Karya. Sungguh sebuah operasi yang terencana dengan matang!

Mengintip Isi Dua Koper yang Digotong Penyidik

Pertanyaan besarnya, apa yang memicu gerakan cepat ini? Hal ini dilakukan secara langsung terkait dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang sangat serius. Menurut sumber internal, kasus ini mencakup beberapa item proyek dalam tahun anggaran 2023-2024. Jangan heran jika ke depannya akan ada lebih banyak nama yang terseret.

Sebagai bukti keseriusan mereka, tindakan penggeledahan ini tidak dilakukan asal-asalan. Tim penyidik bekerja berdasarkan surat perintah penyidikan yang sah, dengan nomor PRINT-09/M.1/Fd.1/04/2026 yang terbit pada tanggal 9 April 2026. Jadi, semua langkah mereka sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Berdasarkan dokumen tanda terima penyerahan barang bukti yang berhasil kami peroleh, isi dari penyitaan ini sungguh mencengangkan. Barang yang diserahkan kepada penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Jakarta meliputi satu bundel tebal print out laporan hasil audit investigatif. Isinya tidak main-main, yaitu terkait dugaan pelanggaran berat dan/atau penyalahgunaan wewenang dalam proses pengadaan melalui mekanisme e-purchasing dan/atau pengadaan langsung untuk tahun anggaran 2023–2024 di Sekretariat Direktorat Jenderal Cipta Karya. Wah, ini pasti akan membuka banyak mata!

Mari kita telusuri kronologis kejadiannya. Penyidik Kejati DKI pertama kali terlihat mendatangi gerbang Kementerian PU sekitar pukul 14.00 WIB. Tanpa banyak basa-basi, mereka langsung masuk dan memulai aksi penggeledahan tepat pukul 14.30 WIB. Suasana kantor yang biasanya tenang pun berubah menjadi mencekam.

Setelah bekerja non-stop selama hampir setengah hari, para penyidik akhirnya terlihat meninggalkan area tersebut pada pukul 20.20 WIB. Namun, yang paling menarik perhatian adalah saat mereka keluar sambil membawa dua koper besar, masing-masing berwarna putih dan abu-abu. Untuk menjaga kerahasiaan isinya, koper abu-abu tersebut tampak dilapisi oleh pelindung berwarna hitam. Kira-kira, apa saja ya yang ada di dalam kedua koper itu?

Tanpa membuang waktu, kedua koper tersebut langsung digotong dan dimasukkan ke dalam mobil Honda CR-V berwarna putih milik penyidik. Sesaat setelah koper-koper itu aman di dalam bagasi, mobil tersebut langsung tancap gas meninggalkan Kompleks Kementerian PU. Ke mana barang bukti itu dibawa? Tentu ke tempat yang aman untuk segera dianalisis.

Sikap Santai Menteri Dody: “Ruang Saya Monggo”

Sementara itu, bagaimana sikap para petinggi kementerian? Menteri PU, Dody Hanggodo, akhirnya buka suara memberikan tanggapan resmi mengenai penggeledahan dramatis di kantornya. Dengan santai namun penuh makna, ia mengatakan bahwa penggeledahan tersebut bertujuan semata-mata untuk melakukan pendalaman kasus. “Teman-teman dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta datang, mereka meminta izin untuk melakukan pendalaman dengan memasuki beberapa ruangan. Ya sudah, saya tinggal kasih izin saja,” kata Dody dengan enteng, Kamis. Sungguh sikap yang kooperatif.

Dody pun menambahkan konfirmasi penting. “Mereka mengatakan ada surat tugas, dan ada surat perintah resmi,” imbuh dia. Artinya, tidak ada kesalahpahaman di tempat kejadian perkara.

Meskipun sudah mengizinkan penggeledahan, Dody mengaku masih belum memperoleh informasi detail lebih lanjut mengenai perkara spesifik apa yang sedang didalami oleh tim penyidik tersebut. “Beliau-beliau itu enggak ngomong terkait masalah apa. Cuma bilang mau melakukan pendalaman, gitu saja. Saya jujur tidak tahu (lebih lanjut),” kata dia dengan jujur. Apakah ini tanda-tanda ada informasi yang masih ditutup-tutupi?

Di akhir pernyataannya, Dody menegaskan komitmennya untuk transparan. Pihak kementerian telah memberikan izin dan keleluasaan penuh kepada tim kejaksaan. Bahkan, untuk membuktikan tidak ada yang disembunyikan, mereka mempersilakan akses ke ruang paling pribadi sekalipun. “Saya kasih izin, saya bilang bahkan ruangan saya pun monggo. Dan saya sudah sampaikan kepada kepala security saya, kalau mereka (para petugas) mau masuk ke ruangan saya, silahkan,” ucap Dody dengan percaya diri. Nah, dengan sikap terbuka seperti ini, semoga proses hukum berjalan cepat dan transparan untuk mengungkap skandal besar tahun anggaran 2023-2024 tersebut!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version