Cinta-news.com – Kabar mengejutkan datang dari AS! Negeri Paman Sam dikabarkan bakal memangkas habis-habisan kontribusi militernya buat membantu sekutu-sekutu Eropa ketika situasi krisis melanda. Bayangkan saja, semua fasilitas keren kayak jet tempur canggih, kapal perang raksasa, hingga pesawat pengisi bahan bakar di udara bakal dikurangi drastis. Media Jerman, Spiegel, melaporkan hal ini pada Selasa (26/5/2026) setelah mendapatkan bocoran dari sumber internal NATO.
UTUSAN AS BOCORIN RENCANA KONTROVERSIAL DI BRUSSELS
Menurut laporan media tersebut, seorang utusan khusus Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, secara terbuka memberikan pengarahan mengejutkan kepada para pejabat senior dari berbagai negara anggota NATO. Pertemuan penting itu berlangsung di markas besar aliansi di Brussels akhir pekan lalu, dan suasana ruangan langsung berubah tegang setelah pengarahan dimulai.
Tiga sumber terpercaya yang mengetahui langsung isi pertemuan itu membocorkan kepada Reuters bahwa pemerintahan Trump saat ini memang berencana menyampaikan pemberitahuan resmi kepada NATO. Mereka akan mengurangi secara signifikan jumlah kemampuan militer yang selama ini tersedia bagi aliansi ketika krisis benar-benar terjadi. Bukan sekadar gosip, ini sudah masuk tahap perencanaan serius!
SETENGAHNYA BOMBER STRATEGIS HILANG!
Laporan-laporan yang beredar menyebutkan secara gamblang bahwa Washington hanya akan menyediakan setengah dari total jumlah pesawat pembom strategis dibandingkan dengan komitmen sebelumnya. Angka ini benar-benar bikin para jenderal Eropa geleng-geleng kepala.
Lebih spesifik lagi, jumlah jet tempur AS yang selama ini sigap membantu pertahanan udara Eropa bakal berkurang sepertiga dari alokasi normal. Spiegel mengutip langsung pernyataan tegas utusan AS, Alexander Velez-Green, ketika ia berbicara dalam pertemuan tertutup yang penuh tekanan tersebut. Para peserta yang hadir dikabarkan kaget bukan kepalang.
KAPAL SELAM AMERIKA HILANG DARI SKENARIO NATO!
Bukan cuma angkatan udara yang kena imbas. Angkatan Laut AS juga disebut-sebut bakal mengurangi jumlah kapal perusak mutakhir yang selama ini disiagakan untuk operasi bersama NATO. Lebih parahnya lagi, Amerika Serikat dengan tegas menyatakan tidak lagi berniat menyediakan satu pun kapal selam kepada aliansi pertahanan terbesar di dunia ini. Nol besar!
Pernyataan ini jelas memukul mundur kemampuan laut NATO secara signifikan. Pihak Washington berjanji akan memberikan rincian lebih lanjut mengenai kebijakan kontroversial ini pada konferensi pembentukan kekuatan militer yang dijadwalkan berlangsung awal Juni mendatang. Semua mata kini tertuju pada pertemuan krusial tersebut.
NATO AKUI SELAMA INI TERLALU BERGANTUNG SAMA AS
Menanggapi kabar panas ini, seorang juru bicara NATO memberikan pernyataan mengejutkan kepada Spiegel. Pihaknya mengakui bahwa selama ini memang telah terjadi “ketergantungan berlebihan” pada Amerika Serikat dalam setiap proses perencanaan kekuatan pertahanan NATO. Pengakuan ini sekaligus menjadi pembenaran tidak langsung atas langkah AS.
Menurut sang jubir, kondisi ini sebenarnya bisa menjadi momentum pembenahan. Dengan Eropa dan Kanada sekarang mulai berinvestasi lebih besar dalam pertahanan mereka sendiri, maka tanggung jawab militer dalam aliansi secara bertahap dapat diatur ulang secara lebih adil dan merata. Kata-kata diplomatis ini terdengar seperti peringatan halus.
EROPA DIPAKSA BELAJAR MANDIRI!
Berdasarkan perubahan besar yang bakal terjadi ini, negara-negara Eropa secara terpaksa harus menyediakan drone pengintai versi mereka sendiri. Kabar buruknya, AS berencana mengurangi secara signifikan penyediaan model-model drone yang dilengkapi dengan sistem senjata canggih selama ini mengandalkan pasokan dari Washington.
Tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya kini membayangi aliansi NATO. Beberapa negara Eropa bahkan secara terang-terangan mengkhawatirkan skenario terburuk: AS mungkin akan menarik diri sepenuhnya dari aliansi pertahanan kolektif yang sudah berdiri puluhan tahun ini. Drama politik ini masih jauh dari kata usai.
KENANGAN PAHIT DENGAN TRUMP KEMBALI TERULANG?
Sebelum kabar ini mencuat, Presiden AS Donald Trump memang sudah sering melontarkan kecaman pedas kepada sekutu-sekutu Eropa. Menurutnya, mereka tidak cukup serius berinvestasi pada kekuatan militer nasional masing-masing. Trump bahkan dengan berani berjanji akan menarik ribuan pasukan Amerika yang selama ini bertugas menjaga stabilitas di Jerman.
Ambisi kontroversial Trump untuk menguasai Greenland, wilayah seberang laut yang merupakan milik Denmark, semakin memperburuk ketegangan hubungan transatlantik yang sudah renggang. Denmark sebagai anggota NATO merasa posisinya dijepit antara sekutu dan ancaman.
KRITIK PEDAS TRUMP SOAL SELAT HORMUZ!
Trump juga secara blak-blakan mengkritik keras sekutu-sekutu Eropa karena dinilai kurang mendukung upaya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Konflik dengan Iran yang terus memanas membuat lokasi strategis ini menjadi sangat vital bagi keamanan energi global. Eropa dianggap abai.
Yang paling mengkhawatirkan, Trump sebelumnya sempat menyatakan secara publik bahwa ia sedang mempertimbangkan opsi untuk menarik diri dari aliansi NATO. Ia bahkan mempertanyakan secara serius apakah Amerika Serikat secara hukum dan moral masih terikat untuk menghormati pakta pertahanan bersama yang selama ini menjadi fondasi keamanan Eropa. Semua opsi, menurutnya, terbuka lebar.
Pernyataan-pernyataan kontroversial ini akhirnya mendapat balasan nyata dengan rencana pengurangan bantuan militer yang kini sedang digodok secara serius di Washington. Eropa harus segera menyusun strategi mandiri sebelum semuanya terlambat. Krisis kepercayaan ini mungkin akan menjadi ujian terbesar NATO dalam sejarah modernnya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
