Cinta-news.com – Tim gabungan yang terdiri dari Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran Polres Yahukimo kembali memicu perbincangan hangat publik setelah berhasil mengamankan dua sosok berinisial AD alias YH serta EH yang disinyalir kuat terlibat langsung dalam aksi penyerangan dan pembunuhan sadis terhadap seorang warga sipil berinisial A (46) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Selanjutnya, aparat keamanan mencegat dan mengamankan kedua pria tersebut saat mereka sedang berada di kawasan Jalan Seradala, Kabupaten Yahukimo, tepat pada Selasa pagi tanggal 13 Oktober 2026 kira-kira pukul 05.31 WIT sewaktu kondisi lingkungan sekitar masih sangat sunyi.
Pihak kepolisian kemudian membeberkan fakta mengejutkan bahwasanya dua sosok yang diamankan tersebut terkonfirmasi merupakan anggota aktif jaringan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Yahukimo, lebih tepatnya beroperasi di bawah naungan Kodap XVI Batalyon Yamue yang dipimpin langsung oleh sosok Kopitua Heluka.
Sementara itu, Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menerangkan bahwa para personel di lapangan terpaksa mengambil tindakan sangat tegas dan terukur sewaktu hendak meringkus kedua tersangka lantaran mereka nekat melakukan perlawanan sengit yang membahayakan keselamatan para petugas.
“Oleh karena para pelaku nekat memberikan perlawanan sengit pada saat hendak ditangkap, maka dua orang pelaku berhasil kita lumpuhkan dengan cara memberikan tindakan tegas serta terukur demi menjaga keselamatan tim,” jelas Yusuf sewaktu memberikan keterangan resmi kepada awak media pada hari Selasa.
Akibat tindakan tegas dari aparat tersebut, tersangka EH akhirnya dinyatakan menghembuskan napas terakhir secara langsung di tempat kejadian perkara, hingga kemudian jenazahnya diserahkan oleh petugas kepada pihak keluarga untuk diproses sesuai tata cara adat dan pemakaman.
Di sisi lain, tersangka AD alias YH langsung dilarikan oleh tim ke RSUD Dekai untuk memperoleh perawatan dan tindakan medis secara intensif sebelum dirinya harus menjalani seluruh tahapan pemeriksaan hukum yang lebih mendalam oleh tim penyidik.

Daftar Kejahatan Kelam dan Rekam Jejak Berdarah Para Pelaku
Lebih lanjut lagi, Yusuf menguraikan fakta bahwasanya sosok EH ini sejatinya telah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian lantaran diduga kuat mendalangi aksi pembunuhan berdarah yang menewaskan dua warga bernama Yonathan Arruan dan Asri Obet pada tanggal 30 April 2023 di area Jalan Statistik, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.
Berbarengan dengan rekam jejak kelam itu, tersangka AD alias YH juga disinyalir ikut terlibat secara aktif dalam kasus pembunuhan seorang warga pendulang emas bernama Saharuddin sewaktu korban sedang beraktivitas di kawasan Kali Momo pada tanggal 5 April 2025 lalu.
Rekam jejak tindak pidana keji tersebut bahkan telah resmi terdata dalam laporan kepolisian dengan Nomor LP/31/IV/2023/Papua/Res Yahukimo yang terbit secara resmi pada tanggal 10 April 2025.
Tak berhenti sampai di situ saja, tim penyidik meyakini bahwasanya kedua anggota KKB ini kembali melakukan kejahatan fatal lantaran terlihat terlibat dalam aksi pembunuhan tak berperikemanusiaan terhadap korban berinisial A (46) pada hari Minggu tanggal 11 Oktober 2026.
Korban yang malang tersebut sejatinya sedang berniat baik membantu proses penurunan muatan bahan pokok atau sembako dari atas sebuah truk di kawasan Ruko Blok B, Distrik Dekai, namun mendadak diserang secara brutal menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka tusuk yang sangat parah pada bagian punggung belakang dan akhirnya meninggal dunia.
Pengamanan Empat Pemuda dan Penyitaan Amunisi Tajam
Selain berhasil melumpuhkan AD alias YH dan EH, tim gabungan dalam operasi penegakan hukum tersebut juga turut mengamankan empat pemuda lainnya di tempat kejadian, yakni masing-masing berinisial TW (38), EH (21), BH (17), serta PG (21).
Oleh sebab itu, Yusuf menegaskan bahwa hingga saat ini tim penyidik masih terus menggali dan mendalami peranan spesifik dari masing-masing pemuda tersebut untuk membuktikan sejauh mana keterlibatan mereka dalam jajaran aksi teror kekerasan yang kerap mengguncang wilayah Kabupaten Yahukimo.
“Maka dari itu, saat ini keempat orang tersebut sedang kita dalami perannya masing-masing, guna memastikan apakah mereka memiliki keterkaitan langsung dengan rangkaian aksi kekerasan yang selama ini meresahkan warga di Kabupaten Yahukimo,” tutur Yusuf sewaktu menjelaskan perkembangan kasus tersebut.
Dalam menggelar aksi penggerebekan tersebut, para petugas turut menyita sederet barang bukti berbahaya yang terdiri dari 12 anak panah, 15 batang bambu tajam, empat bilah parang, satu unit katapel, satu buah kalung bermotif Bintang Kejora, satu bilah pisau, satu buah tas noken, serta lima butir amunisi tajam kaliber 5,56 milimeter.
Selanjutnya, seluruh barang bukti yang telah disita tersebut diangkut dan diamankan oleh aparat kepolisian di markas komando guna mendukung kelancaran seluruh proses penyelidikan maupun penyidikan hukum lebih lanjut.
Imbauan Kamtibmas dan Bantahan Tegas Terhadap Hoaks KKB
Seiring dengan dilaksanakannya penangkapan terhadap enam orang tersebut, Yusuf lantas menyampaikan imbauan menyejukkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dan tidak gampang terprovokasi oleh isu-isu liar yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama kabar hoaks yang kerap disebarkan oleh kelompok bersenjata mengenai identitas para korban sipil.
“Oleh karena itu, kami sangat berharap masyarakat bisa tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi oleh informasi simpang siur yang belum terverifikasi, khususnya narasi bohong buatan kelompok kriminal bersenjata yang selalu menuduh bahwa korban sipil adalah intelijen TNI-Polri. Saya tegaskan secara langsung, klaim tersebut murni merupakan kebohongan alias hoaks,” tegas Yusuf penuh wibawa.
Lebih jauh lagi, Yusuf menambahkan bahwasanya Polri senantiasa mengedepankan pendekatan yang humanis sewaktu menjalankan tugas pelayanan publik kepada masyarakat luas, akan tetapi pihaknya tidak akan pernah ragu mengambil langkah tegas dan terukur terhadap siapapun pelaku kejahatan yang terbukti mengancam keselamatan warga.
“Sebagai penutup, kami sangat mengharapkan dukungan penuh serta sinergi dari seluruh elemen masyarakat, karena pada hakikatnya polisi akan selalu berdiri dan berjuang bersama-sama rakyat,” pungkas Yusuf sembari menutup keterangannya dengan penuh optimisme.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











