Cinta-news.com – Suasana mencekam mendadak pecah ketika aksi anarki yang sangat memilukan menimpa rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung pada Minggu malam, 11 Oktober 2026. Aksi brutal ini serta-merta mengejutkan publik sepak bola tanah air karena menyasar iring-iringan tim muda yang sedang dalam perjalanan resmi.
Selanjutnya, peristiwa geger ini meletus persis menjelang tengah malam sekitar pukul 21.30 WIB, ketika rombongan tengah berhenti sejenak untuk melepas lelah di kawasan Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah. Tempat peristirahatan yang semula tenang mendadak berubah menjadi arena perusakan yang menakutkan bagi para penumpang.
Menurut laporan resmi yang jurnalis kami himpun di lapangan, tragedi mengerikan ini berawal sewaktu Media Officer PT Persib Bandung Bermartabat, Pandu Persada, menempuh perjalanan pulang menuju Kota Bandung bersama Ridwan selaku perwakilan Akademi Persib seusai merampungkan seluruh tugas peliputan agenda pertandingan tim EPA.
Namun, situasi berubah menjadi horor tatkala kendaraan yang mereka tumpangi tiba-tiba berpapasan langsung dengan iring-iringan konvoi besar rombongan suporter Persija Jakarta yang kebetulan sedang melintasi jalur tol tersebut seusai bertolak dari arah Yogyakarta.
Tanpa disangka-sangka, sekelompok oknum bertindak brutal yang diduga kuat berasal dari rombongan suporter rival tersebut langsung melancarkan serangan membabi buta ke arah armada bus yang membawa rombongan EPA Persib.
Merespons aksi premanisme jalanan tersebut, pihak manajemen Persib dengan tegas menyuarakan sikap keras bahwa mereka sama sekali tidak memberi ruang toleransi bagi segala bentuk tindakan kekerasan dalam situasi apa pun.
Oleh sebab itu, klub berjuluk Maung Bandung ini mendesak aparat penegak hukum agar segera membongkar insiden penyerangan ini secara transparan, menyeluruh, dan objektif demi menyeret seluruh pelaku ke meja hijau serta memastikan pihak yang bersalah mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Melalui pernyataan resminya, perwakilan manajemen Persib menyampaikan keprihatinan mendalam sembari menegaskan kembali bahwa segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkis yang membahayakan keselamatan nyawa orang lain jelas tidak dapat dibenarkan oleh alasan apa pun.
Oleh karena itu, pihak klub menuntut agar kejadian kelam ini ditangani secara serius, objektif, dan melalui jalur hukum yang berlaku, sehingga seluruh fakta sebenarnya dapat terungkap terang benderang serta pihak-pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum positif di Indonesia.
Rincian Dampak Kerugian Fatal Tim EPA Persib
Di samping menimbulkan trauma mendalam bagi para korban di lokasi kejadian, aksi keji serangan liar ini nyatanya mendatangkan deretan kerugian yang sangat masif dan fatal bagi skuad muda Persib EPA.
Jika kita cermati berdasarkan laporan awal yang berhasil dikumpulkan tim di lokasi, manajemen mengidentifikasi setidaknya ada empat dampak kerugian fatal yang merambah sektor operasional tim, cedera fisik personel, kekacauan akomodasi, hingga kerusakan berat pada fasilitas transportasi.
Dampak kerugian pertama yang paling memprihatinkan menyasar Media Officer PT Persib Bandung Bermartabat, Pandu Persada, yang terpaksa menjadi korban kekerasan fisik hingga menderita luka-luka akibat tindakan anarkis massa yang mengamuk.
Selain itu, demi menyelamatkan jiwanya dari amukan massa yang beringas, Pandu bahkan harus melarikan diri ke permukiman warga sekitar untuk berlindung, sedangkan anggota tim Persib lainnya, yaitu Ridwan, akhirnya berhasil keluar dari situasi genting tersebut dengan selamat.
Di sisi lain, manajemen Persib juga mengonfirmasi bahwa bus yang membawa rombongan tim EPA mengalami kerusakan fisik yang sangat parah akibat gempuran penyerang, yang mana rekaman video viral di media sosial memperlihatkan kaca-kaca bus pecah berantakan terkena lemparan batu serta benda keras lainnya.
Tak berhenti sampai di situ, kerugian materiil juga menghantam Persib setelah beberapa koper milik ofisial dan jajaran tim EPA Persib U-18 dilaporkan ludes dijarah oleh para pelaku, meskipun hingga saat ini jumlah pasti serta taksiran nilai kerugian barang-barang tersebut masih dalam tahap penghitungan komprehensif.
Sebagai akibat dari serangan brutal tersebut, operasional perjalanan bus EPA Persib mengalami gangguan amat serius lantaran beberapa personel terpisah dari rombongan, sehingga membutuhkan penanganan darurat dan koordinasi cepat untuk menjamin keselamatan mereka semua.
Maka dari itu, proses pendataan lebih lanjut sangat diperlukan untuk memastikan kondisi fisik terkini para korban, menghitung tingkat kerusakan kendaraan bus, mendata jumlah dan jenis barang yang hilang dijarah, serta mengkalkulasi total kerugian finansial yang ditimbulkan akibat insiden ini.
Langkah Cepat dan Taktis Manajemen Persib
Lebih lanjut lagi, pihak manajemen Persib tidak tinggal diam dan langsung menyiapkan serangkaian tindakan lanjutan secara terukur untuk merespons serangan berbahaya yang mengancam keselamatan para anggotanya tersebut.
Langkah pertama yang mereka ambil adalah melakukan koordinasi secara intensif dengan jajaran pihak kepolisian di wilayah hukum Batang, Jawa Tengah, guna menjamin keamanan lokasi serta mengupayakan proses evakuasi Pandu secara aman dan terkendali.
Selanjutnya, manajemen memfokuskan tindakan untuk memastikan keberadaan serta kondisi kesehatan terkini dari Pandu, sekaligus memastikan Ridwan mendapatkan perawatan medis maupun penanganan trauma yang diperlukan apabila dibutuhkan pascainsiden mencekam tersebut.
Selain memantau korban, manajemen Persib juga terus mengumpulkan berbagai informasi mendalam mengenai detail kerusakan bus serta mencatat koper dan barang-barang pribadi milik ofisial maupun tim EPA Persib U-18 yang dilaporkan hilang disikat pelaku.
Tak hanya itu, tim internal turut menghimpun keterangan langsung dari para korban dan saksi mata di lokasi kejadian, mengumpulkan dokumentasi foto serta video kerusakan, beserta bukti-bukti pendukung lainnya demi menyokong proses penelusuran hukum oleh pihak berwajib.
Sebagai langkah penutup, Persib terus berkoordinasi secara aktif bersama pihak berwenang untuk melaporkan dan mengawal dugaan tindakan kekerasan fisik, perusakan armada kendaraan, serta penjarahan barang ini agar dapat ditindaklanjuti secara tegas sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











