Cinta-news.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendadak mengacak-acak seluruh kompleks kantor Pemerintah Kabupaten Klaten di Jawa Tengah selama hampir sembilan jam penuh pada Selasa lalu. Bahkan, aksi penggeledahan maraton dari pagi hingga petang tersebut menjadi langkah hukum susulan yang sangat memanas pasca-operasi tangkap tangan yang menyeret sosok Bupati Klaten nonaktif, Hamenang Wajar Ismoyo, dalam pusaran dugaan skandal korupsi besar.
Pasalnya, rombongan tim penyidik lembaga antirasuah itu merapat tajam ke area kompleks Pemkab Klaten tepat sekitar pukul 09.30 WIB dengan memboyong empat unit armada kendaraan roda empat. Selain itu, setelah mengular masuk dan memeriksa berbagai sudut ruangan secara sangat intensif, tim penyidik akhirnya meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.15 WIB sambil menyeret tiga koper berukuran besar dari gedung utama B.
Sebenarnya, operasi penggeledahan yang langsung menyita perhatian publik ini menyasar tujuh ruangan vital yang berlokasi di Gedung B serta Gedung C. Di sisi lain, jajaran ruangan strategis tersebut memang sudah terkurung pita segel KPK sejak aksi tangkap tangan senyap yang menjerat Hamenang bersama kroni-kroninya pada Kamis malam pekan lalu.
Lantas, area sensitif mana saja yang sebenarnya menjadi sasaran empuk penggeledahan penyidik KPK, serta fakta mengejutkan apa saja yang akhirnya berhasil terungkap dari aksi penyisiran panjang tersebut?
Detik-Detik Penyidik Sapu Bersih 7 Ruangan Krusial
Secara terperinci, tim penyidik KPK langsung menerobos masuk ke ruang kerja para pejabat kunci yang berada di lantai satu Gedung B, termasuk area kerja bupati, wakil bupati, hingga sekretaris daerah. Selanjutnya, tim beranjak naik ke lantai dua untuk mengaduk-aduk berkas di Bagian Layanan Pengadaan atau Pengadaan Barang dan Jasa. Bahkan, mereka juga menyisir ruang Bagian Umum serta ruangan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan di lantai dasar.
Sementara itu, tim penyidik lainnya bergerak cepat menggeledah Gedung C dengan mendatangi ruang Sekretariat serta ruang kerja Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah.
Kalau kita rincikan secara menyeluruh, jajaran lokasi yang menjadi sasaran empuk penyisiran tim penyidik antirasuah ini meliputi:
- Ruang kerja utama bupati.
- Ruang kerja milik wakil bupati.
- Ruang kerja sekretaris daerah.
- Ruang Bagian Layanan Pengadaan atau Pengadaan Barang dan Jasa.
- Ruang Bagian Umum.
- Ruang Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.
- Ruang Sekretariat beserta ruang Kepala BPKPAD.
Sebelum aksi penyisiran maraton ini meledak, petugas KPK sudah menempelkan pita segel warna merah bertuliskan “DALAM PENGAWASAN KPK” di setiap pintu ruangan tersebut. Oleh sebab itu, penyegelan ketat ini sebenarnya sudah berlangsung sejak Kamis malam pasca-OTT, lalu lima hari kemudian para penyidik kembali untuk membongkar dan menyapu bersih bukti-bukti penting.
Misteri 3 Koper Tebal dan Aksi Bungkam Pejabat Pemkab
Setelah mengacak-acak isi ruangan selama kurang lebih sembilan jam, para penyidik KPK akhirnya keluar membawa tiga buah koper tebal dari arah Gedung B. Tak lama kemudian, mereka langsung melangsungkan koper-koper berharga itu ke dalam bagasi mobil yang terparkir rapi di halaman depan kantor bupati.
Namun sayangnya, para petugas lembaga antirasuah tersebut memilih bungkam total dan menolak membeberkan isi di dalam koper misterius itu kepada para wartawan. Dampaknya, publik hingga kini masih menebak-nebak apakah koper tersebut berisi tumpukan dokumen transaksi rahasia, aliran dana, atau barang bukti krusial lainnya.
Di sisi lain, Plt Bupati Klaten Mahanni Yulindha Pratiwi bersama Plt Sekda Jaka Purwanto yang berjalan membuntut di belakang tim penyidik juga tidak menyemburkan sepatah kata pun. Bahkan, wanita yang akrab dipanggil Mbak Linda itu cuma bisa mengatupkan kedua tangannya sambil bergegas masuk ke dalam kendaraan dinasnya.
Akibatnya, hingga detik ini masyarakat belum bisa memastikan secara akurat jenis material maupun jumlah barang bukti yang berhasil dicokok penyidik dari markas Pemkab Klaten tersebut berdasarkan data resmi yang tersedia.
Jejak OTT Korupsi dan Pusaran Tiga Tersangka Utama
Apalagi, aksi penggeledahan besar-besaran ini menjadi bagian tak terpisahkan dari penyidikan kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi bodong di lingkungan Pemkab Klaten. Lebih lanjut, KPK sendiri telah resmi menetapkan tiga orang tersangka utama dalam pusaran kasus korupsi ini sejak Jumat lalu.
Trio tersangka tersebut antara lain sang Bupati Klaten nonaktif Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Jawa Tengah Ahmad Luthfi H Rahmatullah, serta pengusaha swasta bernama Muhammad Amin Wahyu Utomo dari PT MWC.
Sementara itu, Plt Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein menegaskan bahwa penetapan status hukum ini berlandaskan pada temuan bukti permulaan yang sangat memadai dalam proses penyidikan perkara.
Bahkan, Ahmad Taufik secara gamblang menyampaikan keterangan resminya di Gedung Merah Putih KPK, “Setelah ditemukan kecukupan alat bukti pada tahap penyidikan, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu HMI selaku Bupati Klaten periode 2025-2030.”
Ketiga tersangka itu sebelumnya terjaring dalam operasi tangkap tangan senyap pada pertengahan Oktober ini. Oleh karena itu, penyidik langsung menjebloskan ketiganya ke sel tahanan Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK selama 20 hari pertama untuk mempercepat proses pemeriksaan.
Pada akhirnya, sampai detik ini pihak penyidik KPK masih mengunci rapat penjelasan resmi mengenai hasil penggeledahan maupun misteri dokumen yang tersimpan rapat di dalam tiga koper rahasia tersebut.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











