BANYUWANGI, Cinta-news.com – Sebuah keberanian luar biasa baru saja ditorehkan oleh Rendra Bayu Alwana (47), seorang warga Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur. Percayakah Anda, seorang warga biasa berhasil membongkar dan menggagalkan upaya penipuan mengerikan yang mengincar tiga warga negara asing (WNA) asal Thailand dengan nilai fantastis mencapai Rp 2 miliar? Peristiwa dramatis ini terjadi pada Rabu (15/4/2026) dengan modus jual beli tokek emas yang super langka.
Lantas, bagaimana kronologi penyelamatan yang hampir tidak disangka-sangka ini? Ceritanya, Rendra mulai menaruh curiga besar saat melihat sebuah minibus berpelat kuning bergerak mondar-mandir dengan gelagat aneh di sekitar tempat tinggalnya. Anehnya, mobil tersebut berputar-putar hingga 30 menit lamanya tanpa tujuan jelas. Dari situlah, firasat Rendra pun langsung berbunyi nyaring.
Bantuan Canggih: Google Translate Jembati Komunikasi, Warga Sadarkan WNA yang Bingung!
Karena rasa penasarannya sudah memuncak, Rendra pun segera mengambil tindakan. Ia dengan sigap memberhentikan mobil tersebut. Awalnya, ia menduga rombongan di dalamnya hanyalah wisatawan biasa yang tersesat mencari arah. Namun, betapa terkejutnya Rendra ketika mendengar suara asing keluar dari mulut para penumpang.
“Saya tanya mau ke mana, tapi saya kaget setengah mati karena dia jawab pakai bahasa Thailand,” ungkap Rendra dengan nada masih terkejut saat dikonfirmasi pada Rabu sore. Kemudian, sopir minibus itu pun turun dan menyebutkan tujuan mereka: Dusun Sukamade. Mendengar hal itu, Rendra langsung geleng-geleng kepala. Ia paham betul bahwa menuju Sukamade dengan minibus biasa adalah sebuah kebodohan besar. Medan off-road sejauh 21 kilometer dengan lintasan sungai dan waktu tempuh hingga 3 jam sama sekali tidak ramah untuk kendaraan roda empat standar.
Di sinilah sisi heroik Rendra benar-benar terlihat. Karena kendala bahasa yang begitu tebal—para WNA itu tidak bisa berbahasa Inggris maupun Melayu—Rendra tidak menyerah. Ia kemudian mengandalkan sebuah senjata andalan zaman now: aplikasi Google Translate. Luar biasanya, dengan bantuan teknologi penerjemah ini, Rendra perlahan mulai mengorek informasi dan menyadarkan mereka.
“Saya pakai translate, saya cerita dengan gamblang kalau di sana sama sekali tidak ada tokek. Saya pakai Google Translate karena dia bahasa Inggris nol besar, bahasa Melayu juga tidak bisa,” terang Rendra sambil tersenyum lega.
Interogasi Mendebarkan: Rendra Adu Nyali dengan Terduga Penipu Berinisial A
Namun, perjuangan Rendra ternyata belum selesai. Awalnya, ketiga WNA Thailand itu justru meragukan niat baik Rendra. Mereka mengira pria lokal ini malah menghalangi rencana bisnis besar mereka. Untuk membuktikan kebenarannya, Rendra kemudian meminta mereka segera menelepon pria misterius berinisial A—sosok yang diduga kuat sebagai dalang penipuan yang mengarahkan mereka ke Sukamade.
Rendra lalu mengambil alih sambungan telepon dan mulai menginterogasi si A dengan pertanyaan-pertanyaan tajam. Ia menanyakan detail lokasi hingga nama perangkat desa setempat. Namun, si A dengan cepat kelabakan. Ia tidak bisa menjawab satu pun pertanyaan dengan benar. Bahkan, dengan sombongnya, si A justru menyuruh Rendra untuk tidak ikut campur.
“Saya dibilang enggak usah ikut-ikut. Tapi ya saya bilang tegas, ini desa saya, yang ikut jelek desa saya, apalagi ini menyangkut turis mancanegara,” tegas Rendra dengan lantang menunjukkan jiwa kepemilikan dan tanggung jawab sosial yang tinggi.
Setelah negosiasi alot selama satu jam penuh dan memberikan pemahaman demi pemahaman, akhirnya ketiga pria asal Thailand itu tersadar. Mereka baru menyadari bahwa mereka telah menjadi sasaran empuk jaringan penipuan. Atas inisiatif cerdas Rendra, para WNA itu langsung memblokir semua nomor yang terhubung dengan pelaku setelah si A menolak ajakan bertemu secara langsung.
Modus Mengerikan: Tokek Emas Harga Rp 1 Miliar Per Ekor, Korban Sudah Transfer Uang Muka!
Lantas, apa sebenarnya modus yang hampir menguras kantong para WNA ini? Berdasarkan pengakuan para korban setelah diselamatkan, mereka datang ke Indonesia dengan satu misi: membeli dua ekor hewan yang disebut-sebut sebagai tokek emas super langka. Harganya? Sungguh gila! Satu ekor tokek emas dibanderol Rp 1 miliar.
“Mereka ke Indonesia dan kemungkinan sudah memberikan uang muka (DP). Satu tokek yang mereka sebut tokek emas itu harganya selangit, Rp 1 miliar. Jadi total uang yang hampir melayang mencapai Rp 2 miliar,” urai Rendra mengungkap besarnya kerugian yang nyaris terjadi.
Usai diselamatkan dari jurang kerugian miliaran rupiah, ketiga WNA Thailand itu pun tak kuasa menahan rasa haru dan terima kasih mereka. Bahkan, dengan penuh tanggung jawab, Rendra mengawal mereka hingga wilayah Kecamatan Gambiran untuk memastikan keamanan total sebelum para tamu asing itu melanjutkan perjalanan pulang ke Negeri Gajah Putih melalui Bandara Juanda, Surabaya.
Sosok Dalang Masih Misterius: Bukan Warga Setempat atau Jaringan Profesional?
Sementara itu, kasus dugaan penipuan ini telah dilaporkan ke Polsek Pesanggaran. Namun, identitas pria berinisial A masih menjadi tanda tanya besar karena adanya perbedaan keterangan yang mencolok.
Kapolsek Pesanggaran, AKP Maskur, menyatakan dengan tegas bahwa pria berinisial A tersebut bukan warga Dusun Sukamade. “Yang disebut namanya A itu bukan warga Sukamade Pesanggaran. Alhamdulillah, belum ada transaksi uang sama sekali,” kata AKP Maskur pada Rabu.
Di sisi lain, Rendra mengaku sempat bertanya kepada kepala dusun setempat untuk melakukan verifikasi. Menurut informasi yang berhasil ia gali, nama A memang pernah dikenal sebagai warga setempat. Namun, fakta menariknya, orang tersebut sudah lama pindah dan tidak diketahui lagi rimbanya.
“Ada namanya A tapi sudah bertahun-tahun tidak tinggal di Sukamade. Entah sekarang merantau di Bali atau di mana, tidak ada yang tahu pasti,” jelas Rendra.
Rendra pun menduga kuat bahwa pelaku merupakan bagian dari jaringan penipuan profesional. Dugaan ini diperkuat oleh fakta bahwa si A mampu berkomunikasi lancar dengan bahasa Thailand melalui pesan singkat (chat), tetapi tiba-tiba fasih berbahasa Jawa saat berhadapan langsung dengan Rendra di telepon.
Hebatnya, kejadian serupa ternyata bukan pertama kali terjadi di wilayah tersebut. Sebelumnya, seorang warga asal Yogyakarta juga dilaporkan hampir menjadi korban transaksi palsu jual beli tokek di Dusun Sukamade. Namun, berkat kewaspadaan warga sekitar, upaya penipuan itu pun berhasil dicegah sebelum korban melangkah lebih jauh.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
