BOGOR, Cinta-news.com – Seorang remaja yang masih duduk di bangku sekolah, berinisial R (17), nekat menjalankan aksi penipuan fantastis. Dengan berani, dia menipu puluhan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bogor dan Depok. Yang bikin heboh, dia menggunakan bukti transfer palsu untuk melancarkan aksinya.
Bukan cuma itu, untuk tampil meyakinkan, pelaku menggunakan mobil mewah Mercedes-Benz dan Toyota Fortuner. Namun, siapa sangka, kedua mobil tersebut ternyata hanya pinjaman dari temannya sendiri. Kerennya lagi, temannya itu sama sekali tidak tahu jika mobilnya dipakai untuk berbuat jahat.
Akhirnya, polisi berhasil menangkap pelaku di sebuah SPBU yang berada di Jalan Raya Narogong, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Minggu (30/5/2026). Sungguh dramatis, penangkapan ini terjadi tepat saat pelaku hendak melakukan aksinya kembali.
Mobil Mewah Ternyata Pinjaman, Pemiliknya Kini Malah Jadi Pelapor
Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengungkapkan fakta mengejutkan. Kedua kendaraan mewah yang dipakai remaja tersebut, jelas bukan miliknya. “Mobil tersebut dipinjam R ke temannya. Temannya itu tidak mengetahui sama sekali rencana jahat R,” ujar Edison dengan tegas, Senin (1/6/2026).
Lebih tragis lagi, pemilik mobil kini merasa dirugikan dan terpaksa melaporkan pelaku ke polisi. “Bahkan, temannya sekarang melaporkan dia karena merasa dirugikan. Baik pemilik mobil Mercy maupun Fortuner, keduanya datang ke sini untuk membuat laporan,” tambah Edison. Sungguh ironis, mobil yang dipinjamkan dengan itikad baik malah disalahgunakan.
Dua Kali Lolos Mulus Pakai Mercy, Operator SPBU Baru Sadar Setelah Pelaku Kabur
Mari kita telusuri kronologi aksi gilanya. Kasus ini mulai tercium setelah operator SPBU melaporkan dugaan penipuan pada 19 Mei 2026. Kala itu, pelaku datang dengan gaya kaya raya menggunakan Mercedes-Benz. Dia tidak hanya membeli BBM, tetapi sekaligus melakukan transaksi tarik tunai.
Menurut Kompol Edison, pelaku sempat lolos sebanyak dua kali dalam aksinya. “Pertama pada tanggal 19 Mei, dia menggunakan mobil Mercy di malam hari. Dia sudah dua kali lolos dengan mulus. Modusnya memang tarik tunai. Di pom bensin kan bisa sekalian isi bensin dan tarik tunai, nah itu dia manfaatkan. Dia sudah berulang kali melakukan transaksi seperti itu,” jelas Edison dengan nada geram.
Lantas, bagaimana cara pelaku mengelabui operator? Dengan sangat licik, pelaku menunjukkan bukti transfer yang telah dimanipulasi. Hasil editan itu terlihat seolah-olah uang benar-benar sudah masuk ke rekening tujuan. Akibatnya, operator yang tidak langsung memeriksa rekening secara real-time baru menyadari penipuan setelah pelaku pergi meninggalkan lokasi. Kejam sekali, bukan?
Ditangkap Saat Pakai Fortuner Berpelat Palsu, Operator Cerdik Hubungi Polisi
Pada aksi berikutnya, pelaku mencoba peruntungan lagi. Kali ini, dia datang dengan mengendarai Toyota Fortuner. Namun, ada yang aneh. Pelat nomor polisi yang terpasang ternyata palsu. Beruntung, operator SPBU sudah lebih waspada karena sebelumnya sudah mengetahui aksi pelaku.
Tanpa membuang waktu, operator segera menghubungi polisi. “Operator SPBU telepon ke kami, kami langsung menuju ke lokasi. Kami intai dulu, begitu dia mulai transaksi, kami langsung sergap,” ungkap Edison. Ketika diperiksa, pelat nomor itu terbukti palsu, dan mobil yang dipakai lagi-lagi mobil pinjaman.
Saat ditangkap, polisi langsung mengamankan berbagai barang bukti. “Ya, pelaku kami amankan berikut mobilnya. Mobilnya kami sita, begitu juga pelaku dan plat palsu itu,” tegas Edison. Sungguh memalukan, aksi mewahnya berakhir di balik jeruji besi.
Beraksi di 10 SPBU Sejak Bogor Sampai Depok, Pakai Seragam Sekolah untuk Menyamarkan Diri
Hasil pemeriksaan lebih lanjut sungguh mencengangkan. R mengaku telah menjalankan aksinya di sekitar 10 SPBU. Mari kita simak rinciannya: lima lokasi berada di wilayah Cileungsi, dua lokasi di Jonggol, kemudian masing-masing satu lokasi di Bogor Kota, Depok, dan Leuwiliang. Jangkauannya luas sekali untuk ukuran remaja seusianya.
Yang lebih mengejutkan lagi, Edison mengatakan bahwa pelaku beraksi seorang diri. Dia tidak tergabung dalam sindikat atau kelompok manapun. Namun, yang bikin merinding, pelaku ternyata sempat menyamar memakai seragam sekolah saat beraksi di salah satu SPBU di Bogor Kota. “Bahkan dia nyamar pakai pakaian seragam sekolah waktu aksi di Bogor Kota,” ujar Edison. Modus ini tentu sangat mengelabui operator yang melihatnya.
Kerugian Sementara Capai Rp 2 Juta, Polisi Prediksi Akan Terus Bertambah
Saat ini, polisi mencatat kerugian yang dilaporkan mencapai Rp 2 juta. Jumlah ini berasal dari kasus penipuan di SPBU Jalan Raya Narogong, tempat pelaku akhirnya ditangkap. “Kerugian yang kami tangani sekarang, yang tercatat di laporan kami, mencapai Rp 2 juta yaitu kejadian di pom bensin Jalan Narogong. Untuk lokasi lainnya, mungkin akan menyusul laporannya,” jelas Edison.
Yang mengkhawatirkan, polisi memperkirakan jumlah korban maupun nilai kerugian akan terus bertambah. “Mereka masih antre untuk membuat laporan,” tambah Edison. Artinya, masih banyak pengelola SPBU lain yang mengaku menjadi korban aksi pelaku. Berapa total kerugian sebenarnya? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.
Yang jelas, kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh operator SPBU. Jangan mudah percaya dengan bukti transfer tanpa mengecek saldo rekening terlebih dahulu. Selain itu, orangtua juga harus lebih mengawasi pergaulan remajanya. Bagaimana mungkin anak usia 17 tahun sudah berani melakukan penipuan dengan mobil mewah pinjaman? Sungguh miris, tapi itulah faktanya.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
