KARAWANG, Cinta-news.com – Warga di sekitar gudang beras Bulog Tunggakjati, Karawang, mendadak dihebohkan dengan serbuan ribuan hama kutu tribolium yang merangsek masuk ke permukiman mereka. Namun, Perum Bulog dengan sigap memastikan bahwa insiden ini tidak memengaruhi kualitas beras yang tersimpan di dalam gudang, dan mereka pun berkomitmen untuk menyelesaikan keluhan warga secara bertanggung jawab.
BULOG TURUN TANGAN, DIREKTUR OPERASI LANGSUNG CEK LAPANGAN
Direktur Operasi Perum Bulog, Andi Afdal, langsung turun tangan meninjau lokasi gudang pada Sabtu (4/7/2026) sore untuk memastikan penanganan yang tepat. “Hama ini sebenarnya tergolong hama sekunder, sehingga tidak menyerang komoditas utama secara langsung. Jadi, saya tegaskan bahwa beras di sini tetap aman dan layak konsumsi,” ujarnya dengan tegas di hadapan awak media dan warga setempat. Menurut penjelasannya, tribolium lebih menyukai serpihan beras atau menir yang menjadi sisa-sisa komoditas, bukan beras utuh yang tersimpan rapi dalam karung.
Karena keresahan warga sudah cukup meluas, Afdal dan tim pengelola gudang langsung bergerak cepat merespons keluhan tersebut pada hari yang sama. Mereka tidak hanya meninjau kondisi gudang, tetapi juga duduk bersama dengan perwakilan warga, ketua RT, hingga ketua RW setempat untuk berdiskusi secara terbuka. “Perum Bulog tentu merasa bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Saya selaku pimpinan menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang terdampak,” ucapnya dengan nada bersahabat.
Tak hanya berhenti pada permohonan maaf, Bulog pun menunjukkan keseriusannya dengan langsung menawarkan berbagai solusi konkret di lapangan. Pihak gudang kini sedang mematangkan rencana untuk melakukan spraying dan fogging di area permukiman yang terdampak, namun mereka tetap memprioritaskan koordinasi dengan warga sebelum melaksanakan tindakan tersebut. Tim pengelola juga masih berdiskusi intensif untuk menentukan jadwal pelaksanaan, sehingga semua pihak merasa nyaman dan aman dengan langkah yang akan diambil.
102.000 TON BERAS SIAP SALUR, GUDANG TERDEKAT PEMUKIMAN DIUTAMAKAN DIDISTRIBUSIKAN
Di dalam kompleks gudang tersebut, saat ini terdapat sekitar 102.000 ton beras yang siap didistribusikan, dengan 32.000 ton di antaranya disimpan di gudang terdekat dengan pemukiman. Menariknya, Bulog mengaku telah mengatur strategi khusus dengan mendistribusikan beras dari gudang terdekat permukiman lebih awal agar stok di lokasi tersebut cepat berkurang. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan hama yang mungkin timbul di kemudian hari, sehingga warga pun tak perlu khawatir berlarut-larut.
Afdal menjelaskan bahwa pengelolaan hama di gudang Bulog sebenarnya sudah menjadi rutinitas yang terjadwal dengan baik. Mereka secara disiplin menjalankan program Pengelolaan Hama Gudang Terpadu (PHGT) yang mencakup fumigasi setiap tiga bulan sekali menggunakan metode penyelimutan karung beras dengan plastik kedap udara. “Kami juga rutin melakukan spraying setiap bulan serta perawatan berkala lainnya demi memastikan kualitas beras tetap terjaga,” tambahnya sambil menunjukkan area gudang yang tertata rapi.
Lebih jauh lagi, Bulog juga telah menambahkan perangkap cahaya di beberapa titik strategis gudang untuk mengalihkan perhatian hama dari permukiman warga. Dengan memasang lampu terang di lokasi-lokasi tertentu, mereka berharap hama tribolium akan lebih tertarik mendekati sumber cahaya di dalam gudang daripada terbang ke rumah-rumah penduduk. Upaya kreatif ini dinilai cukup efektif untuk meminimalisir gangguan, dan pihak Bulog berjanji akan terus mengevaluasi hasilnya secara berkala.
PENGELOLA GUDANG BUKA SUARA, KOMITMEN PERBAIKI OPERASIONAL DAN PERKUAT KOMUNIKASI DENGAN WARGA
Sementara itu, Direktur Komersil dan Operasi BGR, Indra Illiana, selaku pengelola gudang turut angkat bicara untuk menenangkan situasi. Ia memastikan bahwa gudang yang dikelolanya sudah memenuhi spesifikasi teknis yang ketat, termasuk batas jarak aman antara area penyimpanan dan permukiman warga. “Kami akui bahwa dalam operasional sehari-hari, mungkin masih ada hal-hal kecil yang belum sempurna. Namun, semua arahan dari Bulog akan segera kami tindaklanjuti agar kejadian ini tidak terulang lagi,” ujar Indra dengan penuh komitmen.
Indra juga menekankan bahwa pihaknya selalu proaktif menjalin komunikasi baik dengan warga sekitar gudang. Setelah kejadian ini, mereka bahkan telah melakukan mediasi dan spraying awal di beberapa rumah warga yang paling terdampak. “Kami masih membangun komunikasi lanjutan untuk memastikan solusi yang kami berikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sebelum spraying besar-besaran ke area warga, kami akan menutup celah-celah potensial dengan skenario yang sudah disarankan Bulog,” jelasnya meyakinkan.
Masyarakat pun mulai sedikit bernapas lega setelah melihat kesigapan Bulog dan pengelola gudang dalam menangani musibah ini. Para warga berharap agar langkah-langkah yang dijanjikan segera direalisasikan, terutama spraying dan fogging yang dinilai paling cepat mengusir hama dari rumah-rumah mereka. Bulog pun berjanji akan terus memantau perkembangan situasi dan tidak akan tinggal diam sampai semua keluhan terselesaikan dengan baik.
Di sisi lain, acara tinjauan lapangan yang dilakukan Andi Afdal bersama tim menjadi bukti nyata bahwa Bulog tidak main-main dalam menghadapi protes publik. Mereka datang bukan hanya untuk melihat, tetapi juga untuk mendengar langsung suara warga dan mencatat setiap masukan yang disampaikan. Dengan pendekatan yang humanis dan cepat tanggap ini, Bulog berharap dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas beras dan pengelolaan gudang mereka.
Keseluruhan insiden ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak bahwa pengelolaan gudang pangan skala besar membutuhkan kewaspadaan ekstra, terutama ketika berdekatan dengan pemukiman padat penduduk. Namun, dengan respons cepat dari Bulog dan pengelola gudang, warga Karawang pun mulai optimis bahwa masalah ini akan segera teratasi tanpa meninggalkan dampak berkepanjangan. Mereka pun berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan, dan Bulog terus meningkatkan standar keamanan serta kebersihan lingkungan gudang.
Tak ketinggalan, Afdal juga menyampaikan apresiasinya kepada warga yang telah bersabar dan kooperatif selama proses penanganan berlangsung. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan sekitar gudang agar hama tidak mudah berkembang biak. “Kolaborasi antara Bulog, pengelola gudang, dan masyarakat adalah kunci utama untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari,” pungkasnya dengan senyum ramah.
Sebagai penutup, Bulog menegaskan kembali komitmennya untuk terus memastikan ketersediaan beras berkualitas bagi masyarakat Jawa Barat, terutama melalui program bantuan pangan yang sudah direncanakan. Dengan 102.000 ton beras yang siap disalurkan, mereka meyakinkan publik bahwa serangan hama tribolium kali ini tidak akan mengurangi sedikit pun kualitas maupun kuantitas stok beras nasional. Semua pihak pun berharap agar langkah perbaikan yang sudah dijalankan dapat segera mengembalikan kenyamanan warga Karawang seperti sedia kala.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











