Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Resmi Perkuat TNI AL: KRI Sriwijaya-100 Bakal Dilengkapi Perangkat Komunikasi Versi Indonesia

Cinta-news.com – Langkah luar biasa dan mengejutkan baru saja diambil oleh jajaran TNI Angkatan Laut (AL) Indonesia. Mereka secara resmi memutuskan untuk membongkar total serta mengganti seluruh sistem komunikasi utama yang terpasang di dalam kapal perang raksasa KRI Sriwijaya-100. Kapal induk spektakuler ini sendiri sebelumnya merupakan armada kebanggaan milik militer Italia yang bernama ITS Giuseppe Garibaldi.

Berdasarkan pemaparan bernilai tinggi yang disampaikan langsung oleh Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, sistem navigasi dan radio komunikasi yang melekat pada kapal tersebut sewaktu dioperasikan oleh militer Italia memang menggunakan teknologi canggih berstandar rahasia milik pakta pertahanan NATO.

Oleh karena itu, pihak militer Indonesia saat ini tengah bergerak cepat menyusun rancangan khusus untuk memasang perangkat komunikasi buatan anak bangsa. Langkah ini menjadi keharusan mutlak lantaran peralatan radio bawaan asal Italia tersebut masih memuat enkripsi keamanan khusus versi NATO yang sangat ketat.

Lebih lanjut, Laksamana Ali mengungkapkan fakta penting bahwa sekutu Barat secara tegas melarang keras penyerahan maupun pembocoran perangkat komunikasi berteknologi NATO kepada negara mana pun yang tidak tergabung dalam blok militer internasional tersebut.

Maka dari itu, KSAL memperkirakan bahwa pengerjaan perombakan total serta penyelarasan sistem komunikasi lokal Indonesia ini membutuhkan waktu inkubasi sekitar empat sampai lima bulan. Target utamanya adalah agar kapal induk raksasa ini bisa segera beroperasi penuh secara sempurna di lautan Nusantara.

Mengapa Italia Rela Menggratiskan Kapal Induk Senilai Triliunan Ini?

Di samping kerumitan pencopotan teknologi NATO tersebut, Italia nyatanya memiliki alasan yang sangat fantastis hingga rela menghibahkan kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi ini secara cuma-cuma kepada Indonesia. Usut punya usut, hal ini terjadi karena rekam jejak Indonesia yang sangat setia memborong berbagai produk alutsista berkualitas tinggi buatan pabrikan Italia.

Selain karena faktor bisnis alutsista yang bernilai sangat besar, keputusannya menyerahkan kapal perang ini juga didasari oleh hubungan diplomasi pertahanan yang terjalin luar biasa harmonis dan erat antara pemerintah Indonesia dan Italia selama bertahun-tahun.

Dalam keterangan resminya kepada awak media, Laksamana Ali secara terbuka menegaskan bahwa kemitraan strategis yang terjalin sangat padu antara Angkatan Laut Indonesia dengan Angkatan Laut Italia menjadi kunci utama di balik pemberian hibah kapal perang bernilai sangat mahal ini.

Secara nyata, Indonesia memang sudah sering membelanjakan anggaran pertahanannya untuk memborong perangkat militer kelas atas asal Negeri Pisa tersebut. Contohnya dapat dilihat dari deretan helikopter tempur canggih hingga armada kapal perang Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) berteknologi tinggi yang kini sudah resmi memperkuat skuadron fregat TNI AL.

Melihat loyalitas pertahanan yang begitu tinggi, pemerintah Italia akhirnya menilai bahwa Indonesia memiliki ikatan emosional serta kemitraan yang sangat kuat. Alhasil, tanpa ragu sedikit pun, Italia memutuskan untuk menyerahkan kapal induk pengangkut helikopter dan jet tempur ini kepada militer Indonesia secara gratis.

Momen Sakral: Sang Merah Putih Resmi Berkibar di Geladak KRI Sriwijaya-100

Kisah bersejarah ini pun mencapai puncaknya melalui serangkaian upacara serah terima kapal induk Giuseppe Garibaldi yang digelar secara amat megah dan mendebarkan di Dermaga 106-107 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada hari Kamis (24/9/2026).

Prosesi sakral yang menyedot perhatian dunia militer tersebut diawali dengan momen dramatis penurunan bendera nasional Italia yang tadinya berkibar dengan gagah di atas geladak utama kapal perang tersebut.

Seketika suasana menjadi sangat haru ketika para awak kapal serta prajurit militer Italia dengan kompak membuka topi seragam mereka. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan paling dalam di detik-detik terakhir bendera tanah air mereka berkibar di atas kapal itu.

Gema syahdu lagu kebangsaan Italia turut membahana dan mengiringi setiap detik penurunan bendera tersebut, hingga akhirnya sang saka negara Italia selesai dilipat dengan sangat rapi dan disimpan sesuai protokol militer.

Kemudian, tak lama setelah bendera Italia selesai diturunkan, para kru kapal asal Eropa itu pun kembali mengenakan topi seragam mereka dengan penuh kedisiplinan tinggi.

Memanfaatkan momen langka tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, serta KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono langsung berjalan menghampiri dan menyalami satu per satu para awak kapal eks Giuseppe Garibaldi dengan penuh kehangatan.

Tak berapa lama kemudian, momen paling mendebarkan dan ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Indonesia akhirnya tiba, yaitu saat bendera Sang Saka Merah Putih mulai ditarik perlahan menuju puncak tiang di geladak kapal induk tersebut.

Suasana berubah menjadi sangat khidmat seiring membahananya lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Seluruh jenderal, pejabat tinggi, dan peserta upacara berdiri tegap sambil memberikan penghormatan tertinggi kepada Sang Merah Putih yang perlahan memuncak di udara.

Dengan berkibarnya Sang Merah Putih di atas tiang geladak, kapal induk eks Giuseppe Garibaldi secara resmi berganti bendera dan sah bertransformasi menjadi armada tempur terbaru milik TNI Angkatan Laut dengan nama kebanggaan KRI Sriwijaya-100.

Melalui untaian kalimat peresmian yang diucapkan secara lantang dan mantap, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto secara resmi mendeklarasikan masuknya KRI Sriwijaya-100 ke dalam struktur jajaran armada tempur utama TNI Angkatan Laut Indonesia.

Menandai dimulainya era baru kepemimpinan monster laut ini, Kolonel Laut (P) Mochamad Fuad Hasan secara resmi dilantik dan dipercaya untuk mengemban amanat besar sebagai Komandan KRI Sriwijaya-100 yang pertama.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *