Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Ratusan Suporter Mengamuk usai Persipura Gagal Promosi, Aparat Gunakan Gas Air Mata

JAYAPURA, Cinta-news.com – Bukan kemenangan yang didapat, tapi amukan massa yang meledak! Aparat gabungan TNI dan Polri dengan sigap memukul mundur gerombolan suporter yang bertindak anarkis di depan pintu utama Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Jumat (8/5/2026) malam. Lantas, apa pemicunya? Kekecewaan fanatik suporter terhadap kekalahan tipis yang dialami Persipura Jayapura dengan skor 0-1 dari Adhyaksa FC Banten dalam laga sengit Play-off Liga 2 Championship.

Baca Juga: Mulai 2027 Istilah Honorer Tak Dikenal Lagi, Pemerintah Jamin Ada Skema Penggajian Baru

Akibat kekalahan menyakitkan itu, tim kebanggaan masyarakat Papua yang dijuluki Mutiara Hitam pun gagal total menapakkan kaki ke kasta tertinggi. Sebaliknya, di momen yang sama, Adhyaksa FC justru dengan gemilang mengamankan satu tiket terakhir menuju Liga Super League musim 2026-2027. Sungguh, nasib berkata lain!

Ricuh Setelah Peluit Panjang: Suporter Terobos Lapangan dan Serang Wasit

Ratusan Suporter Mengamuk usai Persipura Gagal Promosi

Sekarang, bayangkan suasana mencekam seusai pertandingan. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, ratusan orang dengan nekat menerobos masuk ke dalam lapangan begitu peluit panjang dibunyikan. Mereka tidak main-main! Massa yang kalap itu dengan brutal melempari wasit, perangkat pertandingan, hingga para pemain dan ofisial tim tamu. Teriakan keras dan kepulan asap dari suar memenuhi udara malam Jayapura.

Baca Juga: Densus 88 Tangkap 8 Anggota JAD di Parigi dan Poso karena Propaganda ISIS

Kemarahan itu bukannya reda, malah menjalar ke luar area stadion. Massa dengan cepat merusak sejumlah fasilitas umum di sekitar stadion. Mereka kemudian membakar ban-ban bekas tepat di depan pintu utama. Aksi ini dengan sengaja dilakukan untuk memblokade akses keluar bagi pemain Adhyaksa FC serta perangkat pertandingan yang masih terjebak di dalam. Memasuki fase ini, situasi pun berubah semakin mencekam.

Mobil Terbakar dan Stadion Diblokade: Amuk Massa Kian Brutal

Tidak cukup sampai di situ! Sedikitnya tiga unit mobil yang terparkir di jalan masuk pintu utama ikut menjadi korban amukan massa dengan cara dibakar habis. Bukan hanya kendaraan warga, beberapa mobil milik kepolisian dan pejabat setempat juga tidak luput dari kerusakan akibat lemparan batu dan aksi perusakan paksa yang dilakukan secara membabi buta. Sungguh pemandangan yang memilukan dan menegangkan.

Baca Juga: Hanya 5 dari 14 Penumpang Terdata di Manifest, Bobby Nasution Semprot Manajemen Bus ALS 

Melonjaknya aksi anarkis yang semakin beringas itu akhirnya memaksa aparat mengambil tindakan tegas. Personel Brimob Polda Papua bersama Polres Jayapura yang juga dibantu unsur TNI dengan sigap melepaskan tembakan gas air mata ke arah massa. Mengapa langkah ini diambil? Tentu untuk mencegah kericuhan yang meluas serta membuka kembali blokade akses jalan bagi para penonton yang sejak tadi terjebak ketakutan di dalam stadion. Suasana pun berubah menjadi kejar-kejaran.

Malam Mereda, Pemain Dievakuasi: Pengamanan Ketat Masih Diterapkan

Syukurlah, sekitar pukul 22.00 WIT, situasi perlahan mulai terkendali. Hasil yang melegakan! Seluruh pemain dari kedua kesebelasan, baik Persipura Jayapura maupun Adhyaksa FC, akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat keluar dari stadion menuju penginapan masing-masing. Evakuasi ini dilakukan di bawah pengawalan personel keamanan yang sangat ketat. Nyawa para atlet menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Purbaya Tegaskan Pabrik Rokok Ilegal Ditutup Total Usai Skema Cukai Baru Selesai

Hingga berita ini diturunkan, puluhan personel kepolisian yang bersenjata lengkap masih disiagakan di sepanjang jalan sekitar Stadion Lukas Enembe. Langkah antisipasi ini diambil untuk mengawasi potensi aksi susulan yang bisa saja terjadi kapan pun. Dengan sigap, mereka terus berjaga di tengah dinginnya malam Papua.

Baca Juga: Truk Tangki dan Bus ALS Bertabrakan di Muratara, 16 Meninggal Termasuk Awak Bus

Meskipun jalannya pertandingan berlangsung sengit dan penuh tekanan, hingga saat ini pihak manajemen maupun pelatih dari kedua tim belum memberikan keterangan resmi sama sekali. Insiden yang sangat mencoreng ajang penentuan promosi ini pun masih didalami oleh pihak berwajib. Satu yang pasti, suasana panas di Jayapura belum sepenuhnya mereda.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *