Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

PSSI Tak Memberi Ampun! Suporter Anarkis dan Panitia Lalai, Persipura Bayar Fatal

Cinta-news.com – Wah, pecinta sepak bola Indonesia, siap-siap kaget! Baru-baru ini, PSSI benar-benar main keras dan menjatuhkan sanksi seberat-beratnya kepada Persipura Jayapura. Keputusan mengejutkan ini langsung diumumkan oleh Komite Disiplin setelah serangkaian insiden kacau balau mewarnai laga panas melawan Adhyaksa FC Banten di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, pada Jumat (8/5/2026). Bisa dibilang, ini menjadi salah satu hukuman paling beringas di musim Championship 2025-2026.

Lalu, tepat pada Sabtu (16/5/2026), berdasarkan surat keputusan Komdis PSSI yang bocor ke publik, Persipura pun langsung digebuk habis-habisan akibat berbagai pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh suporter fanatik mereka dan juga kelalaian panitia pelaksana pertandingan. Jangan bayangkan sanksi ringan! Total denda yang harus mereka setor ke kas PSSI mencapai angka fantastis, yaitu Rp240 juta! Bukan cuma itu, Persipura juga dipaksa bermain tanpa penonton di kandang sendiri selama satu musim penuh pada kompetisi 2026-2027. Bayangkan, Mutiara Hitam harus berlaga di stadion yang sunyi tanpa sorak sorai pendukung setianya. Sadis, kan?

Bukan main-main! Komdis PSSI juga memberikan peringatan keras. Mereka secara terang-terangan mengingatkan bahwa jika suatu saat nanti pelanggaran serupa terulang lagi, maka hukuman yang lebih berat sudah siap menanti. Jadi, ini bukan sekadar teguran, tapi ancaman nyata!

Kronologi Kekacauan: Dari Bom Asap hingga Suporter Ngamuk Masuk Lapangan

Sekarang, kita bedah satu per satu sanksi yang bikin Persipura merana. Sanksi pertama datang dari aksi brutal suporter setelah peluit panjang dibunyikan. Para pendukung Persipura benar-benar kehilangan kendali. Mereka dengan sengaja melemparkan empat buah smoke bomb dari berbagai sudut tribun stadion. Bukannya berhenti di situ, asap tebal pun semakin mengepul karena mereka juga dengan nekat menyalakan flare dan meledakkan petasan di area Tribun Utara, Selatan, Timur, dan Barat. Aksi nekat ini sontak membuat stadion mirip medan perang. Akibat ulah destruktif tersebut, Komdis PSSI pun menghukum Persipura dengan denda sebesar Rp125 juta. Wuih, sakit banget, kan?

Selanjutnya, bersiaplah untuk sanksi paling berat dan paling menyakitkan! Komdis PSSI dengan tegas menjatuhkan hukuman larangan menggelar laga kandang dengan penonton selama satu musim penuh di kompetisi 2026-2027. Ini bukan lelucon! Klub berjuluk Mutiara Hitam itu juga harus membayar denda tambahan Rp30 juta. Lho, kenapa kok sampai seberat itu? Ternyata, setelah pertandingan usai, suporter Persipura secara membabi buta masuk ke lapangan hijau. Mereka tidak hanya masuk, tapi juga dengan brutal merusak berbagai fasilitas stadion. Yang lebih parah lagi, para suporter ini dengan penuh amarah mengejar perangkat pertandingan (wasit, hakim garis, ofisial) dan bahkan meneror tim Adhyaksa FC Banten yang hendak meninggalkan stadion. Kericuhan pun meluas hingga ke area luar stadion, membuat situasi mencekam. Gila, kan?

Tapi tunggu dulu, sanksinya belum berakhir! Komdis PSSI masih punya amunisi lain. Mereka kembali menjatuhkan sanksi denda Rp50 juta atas pelanggaran serius, yaitu karena jumlah suporter Persipura yang memasuki area lapangan setelah pertandingan selesai sangat banyak dan sulit dikendalikan. Artinya, kerumunan massa yang liar itu benar-benar sudah melewati batas kewajaran. Bisa dibilang, ini menjadi pukulan telak kedua bagi kantong Persipura.

Bukan Cuma Suporter, Panitia Pelaksana Juga Kena Sanksi Pedas!

Nah, jangan kira hanya suporter yang disalahkan. Komdis PSSI juga dengan adil menghukum panitia pelaksana pertandingan Persipura. Mengapa? Karena mereka dinilai gagal total dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama laga berlangsung. Seharusnya, panitia bisa mencegah suporter melakukan aksi anarkis. Namun kenyataannya, mereka lalai dan tidak berdaya menghadapi amuk massa. Atas kelalaian ini, panitia pelaksana pun didenda Rp20 juta. Jadi, semua pihak yang bertanggung jawab benar-benar kena getahnya.

Tapi masih ada lagi, guys! Persipura kembali mendapat musibah berupa denda tambahan Rp15 juta. Sanksi kali ini datang akibat aksi pelemparan botol air minum kemasan ke arah lapangan. Bayangkan, botol-botol air itu beterbangan dari berbagai tribun stadion. Aksi ini sangat berbahaya dan bisa melukai pemain atau ofisial. Dengan total denda yang sudah tembus Rp240 juta, wajar jika Komdis PSSI menyebut ini sebagai salah satu hukuman terbesar pada Championship 2025-2026. Keputusan ini diambil setelah rangkaian panjang pelanggaran disiplin terjadi dalam pertandingan play off Championship antara Persipura versus Adhyaksa FC Banten di Stadion Lukas Enembe, Jayapura.

Sebagai catatan akhir, skor pertandingan sendiri berakhir 0-1 untuk kemenangan Adhyaksa FC Banten. Dengan hasil ini, Persipura yang dijuluki Mutiara Hitam itu pun gagal total promosi ke kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia. Alih-alih merayakan, mereka malah harus menerima sanksi berat dan mengubur mimpi untuk naik kelas. Kisah kelam ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh klub sepak bola di Indonesia bahwa PSSI tidak akan main-main dengan keamanan dan ketertiban. Jadi, sekali lagi, jangan coba-coba!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version