Cinta-news.com – Dalam langkah dramatis yang menghebohkan dunia intelijen, Federal Bureau of Investigation (FBI) secara resmi menawarkan hadiah sebesar 200.000 dollar AS atau setara dengan sekitar Rp 3,5 miliar bagi siapa pun yang mampu memberikan informasi akurat yang mengarah pada penangkapan dan penuntutan terhadap seorang wanita bernama Monica Elfriede Witt.
Penasaran siapa sebenarnya perempuan ini? Witt ternyata bukan orang sembarangan. Ia merupakan mantan spesialis kontraintelijen yang pernah mengabdi di Angkatan Udara Amerika Serikat, namun secara mengejutkan ia membelot ke Iran pada 2013 dan kini didakwa atas tuduhan serius berupa spionase.
Pihak berwenang AS menudingnya telah bertindak sangat berbahaya! Mereka meyakini bahwa perempuan ini dengan sengaja membocorkan informasi rahasia pertahanan nasional kepada pemerintah Iran setelah secara resmi meninggalkan Amerika Serikat, demikian informasi yang dikutip dari AP News, Jumat (15/5/2026).
Saat ini, wanita berusia 47 tahun tersebut tengah masuk dalam daftar pencarian orang paling serius. Dewan juri federal secara resmi telah mendakwa Witt pada Februari 2019 atas tuduhan spionase kelas berat, termasuk tindakan mengirimkan informasi pertahanan nasional kepada Iran, dan hingga detik ini ia masih berstatus buronan yang belum tertangkap.
Pengakuan Mengejutkan dari Petinggi FBI
Seorang pejabat tinggi FBI buka suara dengan pernyataan mengejutkan! “Witt diduga mengkhianati sumpah sucinya kepada Konstitusi lebih dari satu dekade lalu dengan cara membelot ke Iran dan memberikan Informasi Pertahanan Nasional kepada rezim Iran, serta kemungkinan besar hingga kini masih terus mendukung aktivitas jahat mereka,” tegas seorang agen khusus yang memimpin Divisi Kontraintelijen dan Siber Kantor Lapangan FBI Washington, Daniel Wierzbicki, dalam pernyataan resminya.
FBI meyakini ada harapan di tengah kegelapan. “Kami dari FBI belum pernah melupakan kasus ini dan kami sangat meyakini bahwa pada momen kritis dalam sejarah Iran saat ini, pasti ada seseorang yang mengetahui sesuatu tentang keberadaannya,” ujar Wierzbicki dengan penuh keyakinan dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari CNN, Jumat.
Yang menjadi pertanyaan besar, mengapa FBI tiba-tiba kembali menyoroti kasus Witt sekarang? Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti alasan di balik langkah mendadak ini, sementara hubungan antara AS dan Iran sendiri memang telah lama berada dalam ketegangan yang memanas dari waktu ke waktu.
Dugaan mengerikan pun akhirnya terungkap ke publik! Witt diduga kuat telah beroperasi sebagai mata-mata bayaran Iran selama bertahun-tahun tanpa terdeteksi oleh pihak berwenang AS.
Dari Seragam Militer Menjadi Pengkhianat Negara
Mari kita telusuri latar belakangnya! Witt diketahui pernah bertugas dengan cukup lama di Angkatan Udara AS pada periode 1997 hingga 2008. Selama masa dinasnya yang penuh liku, ia secara khusus dilatih bahasa Farsi dan kemudian ditempatkan dalam sejumlah misi kontraintelijen super rahasia di luar negeri, termasuk di kawasan Timur Tengah yang penuh intrik. Selepas masa dinasnya, ia pun sempat bekerja sebagai kontraktor untuk Departemen Pertahanan AS, sebuah posisi yang memberinya akses ke informasi sensitif negara.
Babak baru dalam hidup Witt dimulai pada tahun 2013. Wanita kelahiran Texas tersebut dengan berani membelot ke Iran setelah menerima undangan untuk menghadiri dua konferensi di negara itu, di mana seluruh biaya perjalanan dan akomodasinya ditanggung sepenuhnya oleh penyelenggara. Fakta ini sungguh mencengangkan!
Bukan konferensi biasa, ternyata ini acara propaganda! Departemen Kehakiman AS dengan tegas menyebut bahwa kedua konferensi tersebut secara terang-terangan mempromosikan propaganda anti-Barat dan secara sistematis mengkritik standar moral Amerika Serikat sebagai negara adidaya.
Sebelumnya, Witt ternyata sudah mendapat peringatan serius dari FBI! Pihak berwenang AS telah melayangkan teguran terkait aktivitas mencurigakannya. Namun, dalam sebuah tindakan yang terkesan meremehkan, Witt sempat berkata kepada para agen bahwa ia tidak akan membagikan informasi sensitif apabila kembali ke Iran, menurut keterangan resmi dari jaksa penuntut.
Pada tahun 2019, muncullah pernyataan bom waktu dari kalangan penegak hukum AS. Asisten Jaksa Agung saat itu, John Demers, dengan lantang menyatakan bahwa Witt diduga kuat menjadi target sekaligus berhasil direkrut oleh dinas intelijen Iran untuk kepentingan spionase.
Serangkaian Tuduhan Mengerikan yang Membahayakan Banyak Nyawa
Apa yang terjadi setelah ia membelot sungguh mengerikan! Setelah resmi berada di pihak Iran, ia disebut-sebut telah mengungkap keberadaan “program pengumpulan intelijen yang sangat rahasia” milik AS serta membocorkan identitas seorang perwira intelijen Amerika, sebuah tindakan yang diduga sangat membahayakan nyawa individu bersangkutan. Nyawa seseorang kini dipertaruhkan!
Dalam dakwaan yang diajukan, jaksa melayangkan tuduhan yang sangat spesifik! Mereka menuduh bahwa antara sekitar Januari 2012 hingga Mei 2015, di wilayah Iran dan sejumlah lokasi tersembunyi di luar AS, Witt dengan sadar bersekongkol bersama warga negara Iran untuk secara ilegal menyediakan dokumen dan informasi rahasia yang berkaitan langsung dengan pertahanan nasional AS kepada pihak musuh.
Tujuannya jelas dan sangat merugikan kepentingan Amerika! Jaksa dengan tegas menyebut bahwa dokumen dan informasi tersebut sengaja diserahkan untuk digunakan dalam upaya merugikan AS serta sekaligus menguntungkan Iran secara strategis.
Tidak berhenti di situ, ia bahkan disebut-sebut melangkah lebih keji lagi! Witt juga dituduh sengaja memberikan informasi rahasia yang secara langsung membahayakan personel militer AS beserta keluarga mereka yang sedang ditempatkan di luar negeri. Para prajurit dan keluarganya kini dalam bahaya akibat pengkhianatan ini!
Lebih mengkhawatirkan lagi, ia disebut melakukan penelitian khusus! Informasi dari dakwaan menyebutkan bahwa Witt dengan sengaja melakukan penelitian untuk membantu pemerintah Iran menargetkan mantan koleganya sendiri yang masih mengabdi di pemerintahan AS. Ia memburu orang-orang yang dulu pernah seprofesi dengannya!
Apa yang ia terima setelah membelot sungguh di luar nalar! Pasca pembelotannya, Witt diduga menerima berbagai fasilitas mewah dari pejabat Iran, termasuk perumahan yang layak dan peralatan komputer canggih, yang semuanya dirancang untuk mendukung aktivitas spionasenya secara maksimal, demikian menurut dakwaan resmi tersebut.
Satu pertanyaan yang masih belum terjawab hingga kini! Tidak diketahui secara pasti apakah Witt saat ini telah memiliki penasihat hukum yang mewakili kepentingannya di AS, mengingat statusnya yang masih buron dan sulit dilacak keberadaannya.
Kasus ini semakin rumit karena melibatkan aktor lain! Dakwaan tersebut juga secara resmi menjerat empat warga negara Iran yang disebut-sebut memiliki keterlibatan aktif dalam konspirasi bersama Witt, termasuk upaya penyusupan komputer ilegal serta tindakan pencurian identitas yang diperberat dengan berbagai unsur kejahatan siber.
Akankah hadiah fantastis Rp3,5 miliar dari FBI ini mampu membongkar persembunyian Witt? Hanya waktu yang akan menjawab!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
