Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Polisi Ringkus 4 Tersangka Perampokan di Pekanbaru, Otaknya Tak Lain Menantu Korban

Cinta-news.com – Akhirnya, polisi berhasil membongkar tabir gelap kematian seorang lansia berinisial D (60) di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau. Awalnya banyak yang menduga ini hanya perampokan biasa, namun penyelidikan mendalam justru mengarah pada sosok yang paling dekat dengan korban! Peristiwa tragis yang terjadi pada Rabu (29/4/2026) itu ternyata menyimpan skenario keji yang dirancang dengan sangat licin oleh orang dalam.

Seusai melakukan serangkaian penyelidikan intensif, pihak kepolisian langsung menetapkan empat tersangka dalam kasus perampokan ini. Mereka adalah AFT (21), SL (34), EW (39), dan L (22). Yang paling mengejutkan publik, otak di balik seluruh skenario perampokan dan pembunuhan ini ternyata adalah AFT. Siapa lagi kalau bukan menantu perempuan korban sendiri! Bayangkan, nyawa mertua dihabisi hanya demi harta.

Bukan Sekadar Mencuri, Target Utamanya Menguasai Seluruh Harta!

Setelah mengorek keterangan dari berbagai saksi dan barang bukti, polisi menemukan fakta mencengangkan. Sejak awal, para pelaku perampokan sudah membidik harta benda milik korban. Namun rencana mereka berubah drastis! Awalnya cuma berniat mencuri, tetapi kemudian mereka sepakat untuk menghilangkan nyawa korban. Mengapa tega? Mereka ingin memastikan tidak ada halangan apapun untuk menguasai semua harta peninggalan.

“Niat awal mereka memang mencuri, tapi belakangan berubah pikiran untuk membunuh. Para tersangka ini ingin menguasai semua harta korban tanpa sisa,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, dengan nada geram saat konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru, Minggu (3/5/2026). Dari situlah, publik mulai menyadari betapa bejatnya rencana yang disusun para pelaku.

Memanfaatkan Suami Sendiri yang Berkebutuhan Khusus, Begitu Kejinya!

Siasat licin AFT benar-benar membuat bulu kuduk berdiri. Dia tidak ragu menjebak suaminya sendiri yang bernama A. Perlu diketahui, A adalah anak kandung korban sekaligus penyandang kebutuhan khusus. Sungguh tragis, istri justru memanfaatkan keterbatasan suaminya untuk melancarkan aksi keji ini! Sebelum beraksi, AFT dan para pelaku lainnya dengan halus mengajak A bertemu di sebuah ruko. Di sana, mereka dengan cerdik memastikan kondisi di dalam rumah korban.

Begitu mendapatkan kabar bahwa korban sedang sendirian di rumah, para pelaku langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Mereka menggunakan mobil sewaan untuk mengelabui tetangga. Sementara itu, A yang tidak tahu menahu justru ditinggalkan begitu saja di ruko. Betapa kejamnya, seorang istri tega memperlakukan suami sendiri sebagai alat dalam rencana pembunuhan ibu kandungnya!

Menghilangkan Jejak dengan Modus Membawa Korban ke Luar Kota

Usai melancarkan aksi brutalnya, para pelaku tidak serta merta santai. Mereka dengan cermat menjalankan skenario lanjutan untuk menjauhkan A dari rumah orangtuanya. Mengapa demikian? Agar peristiwa mengerikan itu tidak segera diketahui publik! A kemudian dibawa kabur oleh salah satu pelaku berinisial L ke arah Minas, Kabupaten Siak. Lokasinya sekitar 30 kilometer dari tempat kejadian perkara.

“Tujuan utama membawa Arnold ke Minas adalah agar dia tidak mengetahui kejadian di rumah orangtuanya. Mereka ini juga berencana merampas sepeda motor Arnold. Sungguh bejat perilaku mereka ini,” tutur Kombes Hasyim dengan pandangan tajam. Dari sini terlihat betapa terencananya seluruh aksi tersebut. Tidak ada ruang bagi A untuk menyelamatkan ibunya.

Pesta Narkoba di Medan Usai Menggasak Harta Mertua!

Setelah berhasil menggasak barang-barang berharga korban, para pelaku langsung tancap gas melarikan diri ke Medan, Sumatera Utara. Apa saja yang mereka ambil? Perhiasan emas, uang tunai dalam jumlah besar, laptop, hingga dokumen-dokumen penting milik korban. Namun yang lebih mengejutkan adalah bagaimana mereka menggunakan uang hasil kejahatan tersebut. Bukannya merasa bersalah, mereka malah memilih bersenang-senang di tempat hiburan malam!

Polisi kemudian melakukan tes urine terhadap keempat tersangka. Hasilnya sungguh mencengangkan! Semuanya positif mengonsumsi narkoba jenis ekstasi. “Mereka bahkan belum sempat membagi hasil rampokan. Malam Jumat itu setelah sampai di Medan, mereka langsung mencari kelab malam. Di sanalah mereka berpesta narkoba menggunakan pil ekstasi. Mereka happy-happy tanpa beban sama sekali,” jelas Kombes Hasyim seraya menggelengkan kepala. Sungguh ironis, sementara korban meninggal dalam kesedihan, para pelaku justru berpesta pora.

Akhir Pelarian: Ditangkap di Kos-kosan Aceh Tengah!

Pelarian panjang para pelaku akhirnya berakhir tragis. Tim kepolisian bergerak cepat dengan melakukan pengejaran hingga ke beberapa wilayah. Siasat licin AFT dan teman-temannya tidak berlangsung lama. AFT dan SL sempat bersembunyi di sebuah kos-kosan sederhana di Aceh Tengah. Namun polisi dengan sigap membekuk mereka tanpa kesulitan berarti. Dua tersangka lainnya juga berhasil diringkus di lokasi berbeda.

Semua barang bukti kini telah diamankan dengan rapi oleh pihak kepolisian. Barang-barang ini akan segera diserahkan ke pengadilan untuk keperluan proses hukum lebih lanjut. “Jadi semua barang bukti hasil merampok dipegang langsung oleh AFT. Di dalam tasnya itu berisi perhiasan emas, uang tunai, laptop milik korban, hingga jam tangan,” tutup Kombes Hasyim dengan nada lega. Kini keempat tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum yang berlaku.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version