BANDUNG, Cinta-news.com – Suasana malam di Jalan Cikapayang, Kota Bandung, Jawa Barat pada Jumat (1/5/2026) mendadak berubah menjadi neraka sesaat. Aksi kericuhan yang meledak saat demo May Day dengan cepat berubah menjadi amuk massa yang tak terkendali. Akibatnya, sejumlah fasilitas publik yang dibangun dengan uang rakyat harus hancur berantakan dalam hitungan menit. Pemandangan lampu lalu lintas yang patah, fiber optik yang putus berserakan, dan bekas bakaran di mana-mana langsung menyedot perhatian publik.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung langsung bergerak cepat setelah menerima laporan kerusakan. Tim dari berbagai dinas pun turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penghitungan. Hasilnya sungguh mencengangkan! Nilai kerusakan fasilitas publik akibat ulah massa yang ricuh itu diperkirakan mencapai angka fantastis, yaitu Rp 400 juta! Jumlah yang tidak sedikit untuk sekali aksi perusakan yang hanya berlangsung beberapa jam.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, dengan nada prihatin namun tegas mengungkapkan rincian kerusakan tersebut. Menurutnya, fasilitas yang paling parah hancur adalah lampu lalu lintas berikut kelengkapannya. Tidak berhenti di situ, jaringan fiber optik yang menjadi tulang punggung komunikasi digital di kawasan tersebut juga ikut rusak berat. “Kerusakan meliputi lampu Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) serta box fibre optic node termination dan controller,” jelas Rasdian saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (2/5/2026). Bahkan, setelah melakukan penghitungan saksama, timnya memperkirakan bahwa tingkat kerusakan telah mencapai 75 persen. “Estimasi total kerugian mencapai sekitar Rp 400 juta,” tambahnya dengan nada tegas.
Kondisi di lapangan memang cukup memprihatinkan. Namun, Dishub tidak mau berdiam diri terlalu lama. Saat ini, puluhan personel Dishub langsung tancap gas melakukan perbaikan darurat di berbagai titik yang terdampak. Mereka terpaksa menguras anggaran pemeliharaan yang sebenarnya sudah sangat terbatas untuk tahun ini. Meskipun kondisinya serba terbatas, Rasdian tetap optimistis dan berupaya maksimal. “Kami upayakan mati-matian agar lalu lintas tetap berjalan lancar pasca kerusuhan demo semalam, meskipun kami menyadari kondisi anggaran sedang terbatas,” tukasnya dengan penuh semangat.
Polisi Bandung Tangkap 6 Pelajar, Semuanya Jadi Tersangka!
Polda Jabar tidak tinggal diam menyaksikan kekacauan tersebut. Setelah melakukan penyelidikan intensif selama beberapa jam pasca-kejadian, tim kepolisian dengan cekatan menetapkan enam orang sebagai tersangka atas aksi perusakan brutal tersebut. Fakta yang mengejutkan publik adalah bahwa keenamnya masih berstatus pelajar! Masyarakat pun sontak bertanya-tanya, apa yang mendorong anak-anak seusia ini melakukan tindakan destruktif sebegitu nekadnya? Keenam tersangka tersebut berinisial MRN, MRA, RS, MFNA, FAP, dan HIS.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan kronologi penangkapan dengan sangat rinci. “Tim kami berhasil menangkap para pelaku hanya beberapa saat setelah mereka melakukan tindakan destruktif,” ujar Hendra dalam konferensi pers. Kejadiannya pada Jumat (1/5/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, ketika suasana masih panas dan warga berhamburan, para perusak langsung digerebek oleh tim Resmob yang sigap.
Lalu, apa saja yang mereka rusak? Aksi mereka sungguh keterlaluan dan di luar batas nalar. Massa dengan sadis membakar satu unit videotron yang harganya mencapai ratusan juta. Mereka juga membumi hanguskan satu Pos Polisi Gatur yang selama ini menjadi garda terdepan pengamanan lalu lintas. Tidak cukup sampai di situ, perusakan juga menimpa fasilitas publik berupa traffic light di beberapa persimpangan hingga benar-benar tidak berfungsi. Setelah melalui pemeriksaan yang mendalam dan teliti, keenam pelajar resmi ditetapkan sebagai tersangka. “Mereka terbukti secara sah melakukan tindak pidana pembakaran, penghasutan, dan perusakan secara bersama-sama,” tegas Hendra dengan nada serius pada Sabtu (2/5/2026).
Bom Molotov dan Atribut Kelompok Disita!
Bukti-bukti yang menguatkan kasus ini pun berhasil diamankan oleh tim penyidik. Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti yang cukup mengkhawatirkan dan berbahaya. Di antaranya, dua buah bom molotov yang siap pakai lengkap dengan sumbu, beberapa botol plastik berisi bensin, serta atribut kelompok tertentu berupa bendera dan stiker yang biasanya digunakan dalam aksi-aksi serupa.
“Peran masing-masing tersangka sudah kami petakan dan identifikasi satu per satu secara detail,” ungkap Hendra sambil menunjukkan barang bukti. “Kami menemukan fakta bahwa ada yang bertugas menyiapkan bom molotov, ada yang dengan sengaja melakukan pelemparan ke arah petugas dan fasilitas umum, hingga yang bertindak sebagai provokator yang memanaskan suasana,” paparnya merinci.
Saat ini, Tim Resmob Ditreskrimum Polda Jabar masih terus bergerak cepat tanpa henti. Mereka tidak berhenti hanya pada enam tersangka saja. Pengembangan intensif terus dilakukan untuk mengejar pelaku lain yang diduga masih berkeliaran. Polisi mengandalkan analisis puluhan kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian serta ekstraksi data digital dari ponsel para pelaku yang sudah diamankan. Proses hukum berjalan, siapa pun yang terlibat pasti akan dikejar dan diseret ke meja hijau.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
