Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Manajemen Green SM Diperiksa Polisi soal Kecelakaan Kereta Bekasi

JAKARTA, Cinta-news.com – Polda Metro Jaya bakal menggiring manajemen taksi Green SM ke meja pemeriksaan terkait kecelakaan mengerikan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL tujuan Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (4/5/2026). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengonfirmasikan hal ini dalam keterangan tertulisnya yang dikutip pada Minggu (3/5/2026).

“Pada Senin mendatang, penyidik juga akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taxi Green,” ujar Budi dengan tegas.

BUKAN HANYA TAKSI! Penyidik pun tak main-main. Mereka juga akan memanggil Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan untuk dimintai klarifikasi.

Budi menjelaskan, hingga kini penyidik telah memeriksa 31 orang. Siapa saja mereka? Mulai dari pelapor, sopir taksi, penjaga palang pintu, para saksi di lokasi kejadian, para korban yang selamat, hingga petugas operasional PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan berbagai pihak lain yang mengetahui detik-detik kecelakaan nahas tersebut.

TIM PENYIDIK SIANG DAN MALAM BEKERJA! Mereka telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh, mengumpulkan barang bukti satu per satu, menelusuri rekaman CCTV dari berbagai sudut, berkoordinasi intens dengan rumah sakit terkait data korban, serta meminta visum bagi para korban luka.

KASUS INI TELAH NAIK KELAS! POLISI SIAP BIDIK TERSANGKA

Kasus kecelakaan yang mengguncang publik ini—yang melibatkan KRL, KA Argo Bromo Anggrek, dan taksi Green SM—telah resmi naik ke tahap penyidikan. Bukan sekadar penyelidikan biasa!

“Ini sudah naik tingkat ke tahap penyidikan. Tim kami sudah melakukan cek TKP secara detail, pemeriksaan saksi secara maraton, pengumpulan barang bukti yang menguatkan, serta pendalaman rekaman CCTV tanpa henti,” terang Budi di Silang Timur Monumen Nasional pada Kamis (30/4/2026).

Namun jangan salah paham dulu! Sopir taksi berinisial RRP masih berstatus saksi dan sama sekali belum ditahan. Polisi belum memasang status tersangka padanya.

Lantas apa yang sebenarnya menyebabkan taksi listrik itu berhenti begitu saja di pelintasan sebidang Ampera? Polisi masih mendalaminya secara hati-hati.

Budi kembali menegaskan, “Kalau namanya saksi, itu belum dilakukan penahanan—kami luruskan pemahaman publik. Jadi selama masih saksi, kami masih membutuhkan yang bersangkutan untuk memberikan beberapa keterangan tambahan.”

DARI KACA MOBIL, SOPIR MELONCAT! Dari hasil pemeriksaan awal, sopir mengaku pintu mobilnya tidak bisa dibuka karena mesin mati total. Ia kemudian nekat keluar melalui jendela setelah berhasil menyalakan kembali kendaraannya.

Sebelumnya, polisi telah memeriksa 24 saksi. Kemudian pada Jumat, tujuh saksi lainnya turut diperiksa. Mereka adalah kepala pusat pengendalian stasiun, pengatur perjalanan kereta (PPKA), petugas sinyal, masinis KRL, masinis KA Argo Bromo Anggrek, asisten masinis, dan petugas pengendali.

DETIK-DETIK NGERI: BEGINI KRONOLOGI LENGKAPNYA

Kecelakaan dahsyat itu terjadi pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, tepatnya di KM 28+920—lokasi yang kini menjadi berkabung.

Peristiwa mengerikan ini melibatkan KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. Dua kereta, satu tragedi.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa tabrakan diduga dipicu oleh insiden di pelintasan sebidang yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari stasiun.

PERHATIKAN FAKTA PENTING INI: KRL yang ditabrak KA Argo Bromo ternyata berada di jalur yang berbeda dengan KRL yang sebelumnya terlibat kecelakaan dengan taksi Green SM.

“Kejadian ini dimulai dengan adanya temperan (tabrakan) taksi hijau di JPL 85. Inilah yang kami curigai membuat sistem perkeretaapian di daerah emplasemen Stasiun Bekasi Timur ini menjadi agak terganggu,” ujar Bobby dengan nada prihatin saat ditemui di lokasi kejadian pada Selasa (28/4/2026).

KORBAN TERSEBAR DI 8 RUMAH SAKIT

Setelah kejadian tragis tersebut, para korban langsung dievakuasi secara darurat ke sejumlah rumah sakit di Bekasi. Mereka tersebar di RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bhakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Kabar baiknya: Sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat tanpa cedera serius.

Namun kabar duka: 16 penumpang KRL Cikarang Line meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara 90 lainnya mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan intensif.

Polisi kini terus bekerja keras mengungkap siapa sejátinya yang bertanggung jawab di balik tragedi ini. Akankah manajemen taksi Green SM ditetapkan sebagai tersangka? Kita nantikan hasil pemeriksaan Senin depan!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version