Cinta-news.com – Nah, buat kalian yang habis Lebaran nanti punya rencana merantau ke Surabaya, siap-siap ya! Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya ternyata sudah menyiapkan operasi yustisi besar-besaran. Mereka benar-benar serius mengantisipasi lonjakan pendatang baru yang biasanya membanjiri Kota Pahlawan pasca Lebaran 2026.
Lho, kenapa kok sampai segitunya? Ternyata, pertumbuhan jumlah penduduk di Surabaya ini terus melesat setiap tahunnya, dan pemerintah daerah nggak mau ambil pusing di kemudian hari. Hingga tahun 2024 lalu, populasi kota ini sudah tercatat mencapai angka 3.018.022 jiwa. Karena itulah, isu urbanisasi ini menjadi fokus utama yang terus mereka kawal ketat.
Nggak cuma soal angka, peningkatan jumlah penduduk ini ternyata juga sebanding lurus dengan kebutuhan lapangan pekerjaan. Data terbaru menunjukkan, jumlah angkatan kerja untuk usia 15 tahun ke atas pada 2024 mencapai 1.624.822 jiwa, yang merupakan lonjakan cukup signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 1.569.714 jiwa. Rasio angkatan kerja terhadap penduduk usia produktif pun ikut naik menjadi 0,70. Artinya, kalau nggak dikontrol, siap-siap saja antrean pencari kerja makin panjang.
Wali Kota Tegaskan: Kalau Nggak Punya Kerja Jelas, Mending Urungkan Niat!
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya bakal memantau setiap pendatang baru yang mencoba masuk ke Surabaya. Beliau nggak main-main. Para pendatang diwajibkan sudah memiliki pekerjaan atau sumber penghasilan yang jelas sebelum benar-benar menetap di kota ini.
“Nah, kalau sampai nggak punya pekerjaan yang jelas, ya tentu akan kami pertimbangkan untuk tidak masuk ke Surabaya,” tegas Eri dengan nada serius.
Menurutnya, langkah pengendalian urbanisasi ini memang krusial. Tujuannya jelas, supaya nggak muncul masalah sosial baru di perkotaan. Kita semua tahu, kalau arus pendatang nggak terkendali, biasanya akan memicu peningkatan jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), mulai dari gelandangan, pengemis, hingga potensi tindak kriminalitas yang meresahkan warga. Makanya, Pemkot Surabaya bakal mengerahkan seluruh perangkat daerah, sampai ke tingkat RT dan RW, untuk ikut mengawasi ketat arus pendatang ini.
Warga Lokal Juga Kena Imbauan: Ada Pendatang Baru? Langsung Lapor!
Tak hanya menyasar para pendatang, Eri Cahyadi juga mengingatkan warga asli Surabaya yang membawa atau mempekerjakan orang dari luar daerah. Entah itu asisten rumah tangga, karyawan, atau pekerja lainnya, mereka wajib segera melaporkan keberadaan para pendatang tersebut kepada pengurus lingkungan setempat.
Pelaporan ini penting banget, lho! Bukan cuma sekadar formalitas, tapi agar pemerintah bisa melakukan pendataan secara akurat dan memastikan keamanan serta ketertiban kota tetap terjaga. Dengan data yang valid, pemerintah jadi tahu persis berapa jumlah warga Surabaya, berapa pendatang yang datang, dan yang terpenting, apa pekerjaan mereka.
“Dengan begitu kita bisa mengetahui berapa warga Surabaya dan berapa pendatang yang datang, termasuk pekerjaan mereka. Ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban kota,” ujar wali kota dua periode tersebut dengan penuh penekanan.
Pemkot Pastikan Razia Libatkan Semua Aparat Wilayah
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M Fikser, menjelaskan bahwa fenomena peningkatan urbanisasi setelah Lebaran ini memang sudah menjadi kondisi tahunan yang selalu terjadi. Mereka mengakui bahwa hal ini selalu menjadi perhatian khusus pemerintah.
“Kami ingin menegaskan, Surabaya tetap terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin mencari penghidupan. Namun, para pendatang harus punya keterampilan dan tujuan yang jelas ketika datang ke kota ini,” jelas Fikser.
Sebagai wujud nyata dari pengawasan ini, nantinya operasi yustisi akan melibatkan semua unsur pemerintahan, mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan. Dalam kegiatan tersebut, jangan kaget kalau petugas nanti akan memeriksa kelengkapan dokumen, memastikan tempat tinggal, hingga mengecek secara detail pekerjaan para pendatang. Semua dilakukan demi ketertiban bersama.
Satpol PP Siap Turun ke Lapangan: Jangan Cuma Modal Janji!
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, juga menambahkan bahwa pengawasan nggak akan cuma dilakukan di dalam kota saja. Mereka akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah lain untuk menekan arus urbanisasi yang tak terkendali.
Zaini menegaskan, datang ke kota besar tanpa rencana pekerjaan yang matang justru akan merugikan pendatang itu sendiri. Mereka bisa tersesat dan justru menjadi beban sosial.
Lebih lanjut, pihaknya akan memastikan kebenaran informasi terkait pekerjaan yang dijanjikan kepada para pendatang. Jangan sampai ada yang datang hanya bermodalkan janji manis dari seseorang atau perusahaan, tapi ternyata itu cuma omong kosong belaka.
“Kalau ada yang datang dengan janji pekerjaan tertentu, kita juga akan cek dokumen dan perusahaan yang dimaksud,” tandas Zaini dengan tegas. Jadi, buat kalian yang mau merantau, pastikan semuanya sudah clear dari awal, ya!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
