JAKARTA, Cinta-news.com – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni secara tegas mengumumkan bahwa dirinya tidak akan menggelar open house pada momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi ini. Keputusan ini langsung ia sampaikan dengan lugas ketika dikonfirmasi awak media.
Bukan Sekadar Tidak Mewah, Tapi Sama Sekali Tidak Digelar
“Lebaran tahun ini saya kembali tidak mengadakan open house,” ujar Raja Juli saat dihubungi, Jumat (20/3/2026). Ia pun menegaskan bahwa tradisi tahun sebelumnya kembali ia lanjutkan demi memberikan ruang lebih luas bagi para bawahannya.
Pada momen Lebaran tahun ini, Raja Juli justru mempersilakan seluruh jajarannya untuk pulang kampung dan menghabiskan waktu berkumpul bersama keluarga tercinta. Ia ingin memastikan bahwa anak buahnya bisa menikmati momen sakral ini tanpa beban tugas kenegaraan.
Menurutnya, arahan ini sudah ia sampaikan kepada jajaran Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sejak awal bulan Ramadhan. Ia tidak ingin ada kebingungan di kalangan staf terkait rencana mudik mereka.
“Silakan rekan-rekan yang ingin mudik dan berkumpul bersama keluarga merencanakannya dari sekarang dengan baik,” ucapnya. Ia pun menekankan pentingnya persiapan matang agar perjalanan mudik berlangsung aman dan nyaman.
Jangan Beli Bingkisan untuk Saya! Ubah Arah ke yang Membutuhkan
Selain itu, ia juga menginstruksikan seluruh staf Kemenhut untuk tidak membeli hampers atau bingkisan Lebaran untuk dirinya. Larangan ini ia sampaikan dengan tegas tanpa kompromi.
“Saya juga tidak menerima bingkisan atau parcel hari raya dalam bentuk apa pun,” tegas Raja Juli. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku mutlak dan ia akan menolak jika tetap ada yang mengirimkan.
Meski begitu, Raja Juli tetap mengajak jajarannya untuk membeli hampers, tetapi ia mengalihkan tujuannya kepada orang-orang yang membutuhkan. Ia memberikan solusi konkret agar budaya berbagi tetap berjalan.
“Jika berkenan, kiranya bingkisan tersebut dapat dialihkan kepada saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan,” ucap politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu. Ia berharap langkah kecil ini bisa memberikan dampak besar bagi masyarakat yang kurang beruntung.
Arahan Presiden: Contoh Nyata, Bukan Sekadar Seremonial
Diberitakan sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto melarang para pejabat untuk tidak menggelar open house secara mewah pada Idul Fitri 2026 ini. Larangan ini menjadi angin segar bagi rakyat yang selama ini melihat gelaran serba megah dari kalangan pejabat.
“Kita juga harus memberi contoh open house atau apa jangan terlalu mewah-mewahan,” ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet di Istana, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Ia mengingatkan bahwa keteladanan harus dimulai dari pimpinan tertinggi.
Prabowo mengingatkan bahwa masih banyak masyarakat yang terdampak bencana di berbagai daerah. Ia menekankan bahwa empati terhadap sesama harus menjadi prioritas utama.
Menurut dia, para pejabat harus memberi contoh kepada rakyat dalam hal kesederhanaan dan kepedulian. Langkah ini diharapkan bisa mengubah pola pikir bahwa kemewahan bukanlah satu-satunya cara merayakan hari kemenangan.
“Saudara kita di daerah bencana, dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat,” ucap dia. Ia pun mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk lebih peka terhadap situasi kebangsaan saat ini.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan, larangan ini bukan berarti pejabat tidak menggelar open house, karena roda perekonomian harus tetap berjalan. Ia menyeimbangkan antara kepatuhan terhadap nilai-nilai kepedulian dengan kebutuhan ekonomi masyarakat kecil.
“Tapi, kita juga jangan total istilahnya tutup semua acara. Kalau tidak ekonomi kita juga enggak jalan,” imbuh Prabowo. Ia memastikan bahwa UMKM dan pelaku usaha kecil tetap mendapatkan ruang untuk beraktivitas.
Dengan kebijakan ini, Menteri Raja Juli menunjukkan komitmennya mengikuti arahan presiden sekaligus memberikan teladan nyata di lingkungan Kementerian Kehutanan. Ia membuktikan bahwa kepemimpinan yang baik dimulai dari tindakan sederhana yang berdampak luas.
Ia pun mengajak seluruh jajarannya untuk memanfaatkan momen Lebaran sebagai waktu berkualitas bersama keluarga tanpa terganggu urusan protokoler. Menurutnya, kebahagiaan sejati justru terletak pada kehangatan pertemuan dengan sanak saudara di kampung halaman.
Bagi para pegawai Kemenhut, instruksi ini disambut dengan antusias karena mereka mendapatkan kepastian untuk merencanakan mudik sejak dini. Tidak ada lagi kekhawatiran harus bertugas saat Lebaran karena pimpinan secara terbuka mendukung tradisi pulang kampung.
Sementara itu, larangan membeli hampers untuk atasan juga menjadi angin segar bagi staf yang selama ini merasa terbebani dengan kewajiban memberi bingkisan. Kini mereka bisa mengalihkan anggaran tersebut untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.
Raja Juli bahkan memberikan contoh nyata dengan mengajak jajarannya tetap membeli hampers tetapi untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Langkah ini menunjukkan bahwa esensi berbagi tetap penting, hanya saja sasarannya yang bergeser dari atasan ke kaum duafa.
Pilihan ini juga sejalan dengan semangat Idul Fitri yang mengedepankan solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Ia ingin menanamkan nilai-nilai tersebut dalam budaya kerja Kementerian Kehutanan.
Dengan demikian, kebijakan menteri ini tidak hanya sekadar mengikuti arahan presiden, tetapi juga membawa perubahan positif dalam pola hubungan atasan-bawahan. Transparansi dan keteladanan menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan.
Masyarakat pun memberikan apresiasi terhadap langkah Raja Juli yang dinilai berani dan konsisten. Mereka melihat bahwa figur pemimpin yang sederhana dan mengutamakan kesejahteraan stafnya adalah teladan yang patut dicontoh.
Di tengah berbagai tantangan kebangsaan, keputusan ini menjadi oase segar yang menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak selalu diukur dari kemewahan acara, tetapi dari kepedulian terhadap sesama dan ketulusan dalam berbagi.
Idul Fitri tahun ini menjadi momen spesial bagi keluarga besar Kementerian Kehutanan karena mereka bisa merayakannya dengan cara yang lebih bermakna. Bukan dengan formalitas open house, tetapi dengan kebersamaan di kampung halaman dan berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
