Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Konflik Soal Drum di Jakbar, Polisi Tahan Ayah dan Anak di Cengkareng Akibat Penganiayaan

JAKARTA, Cinta-news.com – Gara-gara suara drum yang memekik telinga, dua warga Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, harus merasakan dinginnya jeruji besi! Polisi resmi menahan Dodo Siagian dan Nasio Siagian, pasangan ayah dan anak yang bikin heboh tetangga. Kejadian sadis ini benar-benar bikin bulu kuduk merinding!

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung, membenarkan kabar ini dengan nada tegas. Ia mengonfirmasi bahwa pihaknya kini menyandangkan status tersangka kepada kedua pelaku dan langsung menahan mereka di balik terali besi.

“Iya betul (sudah ditahan) per kemarin Selasa di Polres Metro Jakarta Barat,” ucap Arfan saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026). Polda pun bergerak cepat, membuat publik semakin penasaran dengan detail kasus ini!

Para penyidik Polres Metro Jakarta Barat kemudian menggelar perkara secara maraton sejak pekan lalu. Mereka mengumpulkan bukti demi bukti hingga akhirnya menemukan titik terang. Berdasarkan pemeriksaan intensif, polisi menemukan alat bukti yang cukup untuk menjerat kedua pelaku. Aksi brutal mereka terhadap korban, Darwin dan istrinya, benar-benar terekam jelas dalam proses penyidikan.

“Kemarin kan sudah gelar perkara, sekarang dua-duanya sudah ditahan,” ujarnya dengan nada puas. Polisi memang tidak main-main dalam menangani kasus yang menggegerkan warga Cengkareng ini.

Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana kekerasan secara bersama-sama pun langsung menjerat kedua pelaku. Ancaman hukumannya cukup berat, yakni maksimal 5 tahun 6 bulan penjara! Konsekuensi ini tentu membuat mereka harus merenung panjang di balik jeruji.

Setelah menahan mereka, polisi tidak tinggal diam. Arfan menambahkan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Barat. Mereka akan melimpahkan berkas perkara DS dan NS untuk proses selanjutnya.

“Ya selanjutnya kami akan koordinasi langsung dengan kejaksaan ya untuk berkas-berkas semuanya. Selanjutnya akan segera kami update kembali,” kata Arfan. Publik pun menanti kelanjutan kasus ini dengan penuh antusiasme.

MULAI DENGAN SUARA DRUM, BERAKHIR DENGAN DARAH!

Sebelumnya, peristiwa mengerikan ini terjadi pada Sabtu (7/2/2026) di Jalan Dahlia III, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Seorang warga bernama Darwin (32) menjadi korban keganasan tetangganya sendiri. Kejadiannya begitu cepat dan brutal, membuat warga sekitar terkejut.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Senin (9/2/2026), situasi di depan rumah pelaku yang menjadi lokasi keributan kini tampak mencekam. Sebuah plang kantor pengacara hukum (law firm) terpampang di sana, menambah kesan misterius dan kontras dengan aksi kekerasan yang terjadi.

Awal mula kejadian ini cukup sepele namun berujung tragis. Anak pelaku memainkan drum dengan suara keras hingga mengganggu ketenangan lingkungan. Darwin pun menegur mereka dengan cara yang baik. Namun, teguran itu justru menyulut amarah yang meledak-ledak!

“Pokoknya saya dipukulin, dicekik, dikatain secara verbal juga sama mereka (pelaku),” kata Darwin dengan suara bergetar. Ia menggambarkan bagaimana kedua tetangganya itu langsung menghajarnya tanpa ampun. Pukulan demi pukulan mendarat di wajah dan tubuhnya, sementara cekikan membuatnya nyaris tak bisa bernapas.

Situasi semakin brutal ketika istri Darwin mencoba membantu. Tanpa diduga, pelaku yang membawa mobil langsung menabrakkan kendaraannya ke arah korban! Istri Darwin terjatuh keras, sementara suara benturan terdengar jelas.

“Pas cekcok saya dorong (anaknya), bapaknya datang dari samping, istri saya di belakang saya, dari samping pakai mobil bapaknya tabrak istri saya sampai jatuh,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Aksi nekat ini benar-benar di luar batas kemanusiaan!

Akibat penganiayaan sadis ini, Darwin mengalami luka parah di kepala, wajah, siku, pinggang, bokong, hingga lutut. Ia harus menjalani perawatan intensif akibat trauma fisik dan psikis. Sementara istrinya juga mengalami luka akibat tabrakan mobil tersebut.

Polisi akhirnya bergerak cepat setelah laporan masuk. Mereka menangkap kedua pelaku tanpa perlawanan berarti. Kini, ayah dan anak itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Publik berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua orang bahwa kekerasan tidak pernah menyelesaikan masalah, justru membawa petaka!

Kejadian ini juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan bertetangga. Teguran seharusnya disampaikan dengan kepala dingin, bukan dengan emosi yang meledak-ledak. Apalagi hingga berujung pada penganiayaan dan penyerangan dengan kendaraan bermotor, tindakan ini jelas melampaui batas.

Kini, warga Jalan Dahlia III sedikit lega karena pelaku sudah diamankan. Mereka berharap proses hukum berjalan lancar dan memberikan efek jera. Kasus drum berdarah ini pun menjadi perbincangan hangat di media sosial, dengan tagar #DrumBerdarah dan #JakbarTakut ramai diperbincangkan netizen.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri jika terjadi perselisihan. Laporkan segera ke pihak berwajib agar mereka menanganinya secara profesional. Karena jika dibiarkan, konflik kecil bisa berubah menjadi tragedi berdarah seperti yang terjadi di Cengkareng ini!

Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa di balik plang kantor pengacara yang megah, bisa saja terjadi kekerasan brutal. Profesi dan penampilan tak selalu mencerminkan kepribadian seseorang.

Publik pun menanti perkembangan selanjutnya dari kasus ini. Apakah kedua pelaku akan mendapatkan hukuman maksimal? Atau justru ada kejutan lain? Yang pasti, keadilan harus ditegakkan untuk korban yang tak bersalah.

Kisah ini juga mengajarkan kita bahwa tetangga adalah saudara terdekat kita. Menjaga hubungan baik dan saling menghormati adalah kunci kedamaian. Jangan sampai gara-gara suara drum, nyawa melayang dan persaudaraan hancur berantakan!

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *