Takalar, Cinta-news.com – Sebuah musibah memilukan menyelimuti wilayah Takalar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (27/5/2026) lalu. Dua anak balita bernama AZ (4 tahun) dan MA (3 tahun) ditemukan meninggal dunia di dalam lubang galian septic tank milik proyek pembangunan Sekolah Rakyat. Kejadian tragis ini langsung mengguncang warga setempat karena kedua bocah itu diketahui sedang bermain di sekitar lokasi tanpa ada pengawasan orang dewasa. Pihak kepolisian pun segera turun tangan untuk mengungkap kasus ini.
Libur Lebaran Tanpa Aktivitas, Tragedi Justru Datang
Sekretaris Perusahaan PT Nindya Karya (Persero), M Maududy Ary, kemudian membuka suara terkait insiden nahas tersebut. Maududy menjelaskan bahwa lubang galian bio septic tank yang menjadi lokasi kejadian berada di dalam kawasan proyek yang sedang dalam masa pembangunan. Ia menambahkan bahwa insiden itu terjadi saat tidak ada satupun aktivitas konstruksi di lapangan. Penyebabnya adalah waktu kejadian bertepatan dengan masa libur panjang perayaan Hari Raya Idul Adha. Dalam rilis resmi yang diterima pada Senin (1/6/2026), pernyataan duka cita pun disampaikan secara terbuka oleh perusahaan pelat merah tersebut.
Setelah mengetahui kabar memilukan ini, tim proyek dari PT Nindya Karya langsung bergerak cepat tanpa menunggu perintah lebih lanjut. Mereka berkoordinasi intens dengan aparat keamanan setempat, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Pendampingan terhadap keluarga korban segera dilakukan oleh tim dari perusahaan. Selain itu, proses penanganan di lokasi kejadian juga mendapatkan bantuan penuh dari tim proyek.
Garis Polisi Terpasang, Investigasi Berjalan Intensif
Saat ini, seluruh area sekitar lubang galian sudah diamankan secara ketat oleh aparat kepolisian. Bahkan, garis polisi pun sudah dipasang untuk memudahkan proses investigasi yang sedang berlangsung. Maududy menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap kooperatif dalam setiap tahapan penyelidikan. Dukungan penuh terhadap proses investigasi terus diberikan oleh PT Nindya Karya. Tujuannya adalah agar kronologi kejadian dan faktor penyebab musibah ini bisa diketahui secara menyeluruh oleh publik.
Perusahaan pun mengaku sangat serius dalam menaruh perhatian pada aspek keselamatan dan keamanan lingkungan proyek. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan area kerja pun sudah mulai dilakukan oleh manajemen. Keprihatinan yang mendalam juga disampaikan oleh Maududy dalam pernyataannya. Saat ini, fokus utama perusahaan adalah memberikan dukungan moril dan materiil kepada keluarga yang terkena musibah. Kerja sama dengan berbagai pihak terkait terus dijalin erat oleh manajemen Nindya Karya.
Hasil dari evaluasi nantinya akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan serius untuk memperkuat sistem pengamanan proyek di masa depan. Maududy berjanji bahwa standar keselamatan, prosedur keamanan, dan pola pengawasan lingkungan proyek akan terus dijalankan secara berkelanjutan. Meski demikian, imbauan kepada masyarakat pun turut dilontarkan oleh pihak perusahaan. Warga yang tinggal di sekitar area proyek diminta untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Hal ini penting mengingat area konstruksi memiliki potensi risiko keselamatan yang cukup tinggi jika tidak diawasi dengan ketat.
Bupati Takalar Angkat Bicara, Tagih Tanggung Jawab Perusahaan
Sebelum kejadian ini mencuat luas ke publik, kabar duka tersebut sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Desa Parappunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar. Kedua bocah malang itu pertama kali ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam lubang galian septic tank pada Rabu (27/5/2026). Warga setempat langsung melaporkan penemuan ini ke aparat desa dan pihak kepolisian.
Bupati Takalar, Muhammad Firdaus Daeng Manye, juga ikut angkat bicara menanggapi tragedi ini dengan tegas. Ia meminta perusahaan yang mengerjakan proyek Sekolah Rakyat tersebut untuk bertanggung jawab penuh atas kematian kedua bocah itu. Kunjungan ke salah satu rumah duka pun dilakukan oleh Bupati pada Kamis (28/5/2026) petang. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam kepada keluarga korban.
Dengan nada tegas namun tetap penuh empati, Bupati mengatakan bahwa musibah ini sebenarnya tidak akan pernah terjadi jika pihak perusahaan memaksimalkan sistem pengamanan di lokasi proyek. Pernyataan ini pun menjadi catatan penting bagi semua pihak bahwa keselamatan lingkungan sekitar proyek harus menjadi prioritas utama. Publik pun kini menanti hasil investigasi polisi serta bentuk tanggung jawab nyata dari PT Nindya Karya kepada keluarga korban.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











