TANGERANG, Cinta-news.com – Pemerintah Kabupaten Tangerang akhirnya mengeluarkan imbauan mendesak kepada seluruh warganya untuk segera mengenakan masker dan menjauhi area dalam radius 1,7 kilometer dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin yang hingga kini masih dilalap si jago merah. Kebakaran hebat yang melanda TPA yang terletak di Kecamatan Mauk ini telah memicu krisis kualitas udara yang semakin mengkhawatirkan, bahkan sudah memicu ratusan warga terserang infeksi saluran pernapasan akut atau yang lebih dikenal dengan ISPA.
Langkah antisipatif ini langsung diambil pemerintah menyusul memburuknya kondisi udara secara drastis akibat kepulan asap tebal yang terus membubung dari lokasi pembuangan sampah tersebut. Asap pekat yang dihasilkan dari pembakaran timbunan sampah yang menggunung ini nyatanya sudah memicu lonjakan kasus gangguan pernapasan di kalangan masyarakat sekitar, sehingga pemerintah pun tidak tinggal diam dan bergerak cepat melindungi warganya.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, dengan tegas mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak mendekati area yang sedang terbakar tersebut. Menurut penjelasannya, risiko paparan polusi udara di sekitar lokasi kebakaran sangatlah tinggi dan bisa membahayakan kesehatan siapa pun yang menghirupnya. Oleh karena itu, pemerintah meminta semua pihak untuk benar-benar mematuhi imbauan ini demi keselamatan bersama.
“Yang benar-benar harus dihindari itu radius 1,7 kilometer. Namun, situasi di lapangan ini juga sangat bergantung pada arah angin,” tegas Diaz saat berbicara di hadapan awak media di Tangerang pada Sabtu (4/7/2026). Ia juga menambahkan bahwa kondisi angin yang berubah-ubah membuat area terdampak bisa meluas sewaktu-waktu, sehingga kewaspadaan ekstra sangat diperlukan oleh seluruh warga yang bermukim di sekitar TPA.
Dia juga menekankan bahwa warga yang masih terpaksa berada di sekitar lokasi kebakaran wajib menggunakan alat pelindung diri, terutama masker yang berkualitas, guna mengurangi risiko gangguan kesehatan. Masker ini berfungsi sebagai pelindung utama dari paparan partikel-partikel berbahaya yang beterbangan di udara akibat kebakaran sampah tersebut.
“Mereka kalau bisa memang jangan berada di daerah situ, harus memakai masker,” ujarnya dengan nada serius, mengingatkan bahwa keselamatan jiwa jauh lebih penting daripada segala aktivitas lainnya. Imbauan ini pun disampaikan berulang kali agar tidak ada warga yang mengabaikan risiko besar yang mengintai di balik asap pekat tersebut.
Dinkes Gencar Sosialisasi, Warga Diingatkan Bahaya ISPA Mengintai!
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, menyatakan bahwa pihaknya terus menggencarkan upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin. Tim kesehatan pun tidak berhenti bergerak, mereka secara rutin membagikan masker gratis sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan pernapasan di tengah kondisi darurat ini.
Petugas kesehatan juga tak lelah menyosialisasikan langkah-langkah pencegahan ISPA kepada warga yang terdampak, mengingat jumlah kasus yang terus bertambah setiap harinya. Edukasi ini dilakukan secara masif agar seluruh lapisan masyarakat memahami cara melindungi diri mereka dari ancaman asap yang terus menyebar.
“Kita woro-woro setiap hari, pagi dan sore kepada masyarakat yang terdampak itu tentang bagaimana cara menghindari infeksi saluran pernapasan atas akibat asap ini,” ujar Hendra dengan penuh semangat, menggambarkan betapa seriusnya upaya yang dilakukan jajarannya. Setiap pagi dan sore, para petugas turun ke lapangan untuk mengingatkan warga agar selalu waspada dan tidak lengah.
Hendra juga mengimbau warga yang terdampak asap untuk segera menjauh dari lokasi ketika kepulan asap mulai mengarah ke permukiman mereka. Jika situasi tidak memungkinkan untuk berpindah tempat, maka masyarakat diinstruksikan untuk menggunakan masker sebagai langkah perlindungan terakhir.
“Masyarakat yang terdampak asap, segera jika ada asap itu segera hindari dengan berpindah lokasi. Jika tidak memungkinkan, usahakan pakai masker,” jelasnya. Selain itu, Dinkes juga menganjurkan warga untuk tetap menjaga kondisi tubuh dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar tidak mudah terserang penyakit selama musim kemarau yang sedang berlangsung.
DATA MENGAGETKAN! 154 Warga Terserang ISPA, Ancaman Pneumonia Mengintai!
Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat data yang cukup mengkhawatirkan, sedikitnya 154 warga sudah dilaporkan mengalami ISPA akibat dampak buruk dari kebakaran TPA Jatiwaringin. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah jika kebakaran tidak segera diatasi dan masyarakat masih terpapar asap beracun setiap harinya.
Hendra Tarmizi mengungkapkan bahwa kondisi ini harus mendapat perhatian serius dari semua pihak, karena jika tidak segera ditangani, ISPA bisa berkembang menjadi pneumonia yang jauh lebih berbahaya. Kelompok rentan seperti balita dan lansia menjadi yang paling berisiko mengalami komplikasi serius jika terpapar asap dalam waktu yang lama.
“Yang paling penting dijaga jangan sampai mereka itu menjadi pneumonia. Kalau dia jadi pneumonia akan berbahaya, karena pneumonia pada balita atau orang yang rentan bisa menyebabkan kematian,” kata Hendra dengan penuh kekhawatiran. Meski demikian, pihaknya bersyukur karena hingga kini belum menerima laporan kasus pneumonia yang berkaitan langsung dengan paparan asap kebakaran TPA Jatiwaringin.
FAKTA MENGEJUTKAN! Kualitas Udara Tembus 1000 PM2.5, 18 Kali Lebih Tinggi dari Ambang Batas!
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengungkapkan temuan yang sangat mencengangkan terkait kualitas udara di sekitar TPA Jatiwaringin. Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan pada Jumat (3/7/2026), konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di lokasi mencapai angka sekitar 1.000 mikrogram per meter kubik, angka ini jauh melampaui baku mutu harian nasional yang hanya sebesar 55 mikrogram per meter kubik.
Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup KLH, Rasio Ridho Sani, mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat mengkhawatirkan dan sudah masuk dalam kategori berbahaya bagi kesehatan manusia. Konsentrasi PM10 juga tercatat mencapai sekitar 750 mikrogram per meter kubik, sementara baku mutu yang berlaku hanya berada di angka 75 mikrogram per meter kubik.
KLH juga turut mengukur kandungan nitrogen oksida (NOx) dan sulfur oksida (SOx) yang muncul akibat pembakaran sampah, termasuk material plastik yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat. Kandungan zat beracun ini semakin memperparah kondisi udara dan meningkatkan risiko penyakit pernapasan bagi siapa pun yang menghirupnya.
“Partikulatnya SOx, NOx karena juga di sini yang terbakar di antaranya ada plastik dan sebagainya, tentu plastik kan juga berdampak ke kesehatan,” kata Rasio dengan nada prihatin. Menurutnya, dampak pencemaran udara akibat kebakaran TPA Jatiwaringin bahkan lebih berat dibandingkan kebakaran hutan dan lahan karena melibatkan pembakaran biomassa, gas metana, dan berbagai jenis sampah lainnya.
PEMDA SIAPKAN PENGUNGSIAN, Warga Diminta Segera Mengungsi Jika Asap Semakin Parah!
Menyikapi situasi yang semakin genting ini, Diaz menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menyiapkan langkah antisipasi jika arah angin membawa asap ke kawasan permukiman yang lebih padat penduduk. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan dua lokasi pengungsian beserta fasilitas pendukung, termasuk pasokan makanan dan air bersih bagi warga terdampak.
“Pak Bupati menegaskan akan mengevakuasi warga yang ada di sana, sama seperti proses evakuasi yang sukses dilakukan di wilayah timur kemarin,” kata Diaz. Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan warga jika kondisi semakin memburuk dan asap mulai mengancam pemukiman padat penduduk.
Dia pun kembali mengingatkan masyarakat untuk menghindari area sekitar TPA Jatiwaringin selama kebakaran belum berhasil dipadamkan. Keselamatan jiwa menjadi prioritas utama, dan pemerintah tidak ingin mengambil risiko dengan membiarkan warganya terpapar asap beracun lebih lama lagi.
“Kalau bisa memang jangan berada di daerah situ. Namun jika masih ada yang terpaksa tinggal atau sedang bersiap, jangan lupa pakai masker dan alat pelindung diri lainnya,” pungkas Diaz. Pesan ini diulang-ulang agar tidak ada warga yang mengabaikan bahaya yang sedang mengancam. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah perlindungan terbaik bagi seluruh masyarakat Tangerang yang terdampak kebakaran TPA Jatiwaringin.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











