TEGAL, Cinta-news.com — Sungguh momen mencekam yang mengagetkan para pendukung sepak bola! Empat orang harus menderita luka-luka setelah Bus Sanjaya Putra yang mengangkut suporter fanatik Persebaya Surabaya, yang biasa disebut Bonek, tiba-tiba meledak dengan dahsyat saat melintas di ruas Tol Pejagan-Pemalang. Bayangkan, suasana pulang usai menyaksikan pertandingan seru berubah jadi chaos dalam sekejap!
Peristiwa mengerikan itu terjadi tepatnya di KM 294+900, tepatnya di wilayah Desa Kertasari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal. Waktu kejadiannya pun masih sangat pagi, sekitar pukul 05.00 WIB pada Minggu (12/4/2026). Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar dan patah tulang.
Sebelum ledakan mengguncang tol tersebut, bus tersebut sedang mengantar rombongan Bonek pulang ke Surabaya. Mereka baru saja puas menyaksikan laga panas Persija melawan Persebaya di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Namun, kebahagiaan pulang kampung pun berubah menjadi mimpi buruk.
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, polisi yang datang ke lokasi langsung mencium bau menyengat yang sangat khas usai ledakan. Dari hasil pemeriksaan awal, aparat menemukan indikasi kuat adanya bahan yang sangat mirip dengan petasan di dalam kendaraan tersebut. Wah, ini serius banget!
Begini Kronologi Mencekamnya: Sumber Api dari Bawah Kursi Sopir!
Nah, berdasarkan penelusuran cepat tim di lapangan, para penyidik menduga sumber ledakan hebat itu berasal dari bagian bawah kursi pengemudi. Iya, tepat di area yang tidak terduga sebelumnya. Akibat tekanan ledakan yang cukup besar, pintu bus pun rusak parah dan pecahan-pecahan kaca bertebaran di mana-mana di sepanjang badan jalan tol. Tentu saja, kondisi ini sempat membuat panik para pengguna jalan lain.
Saat petugas tiba di lokasi kejadian, mereka langsung mengidentifikasi adanya aroma khas yang sangat erat kaitannya dengan bahan petasan. Aroma itu masih menyengat kuat di dalam kabin bus. “Dari hasil penciuman awal, jelas sekali ada bau mesiu atau bahan sejenis,” ujar salah satu petugas di lokasi.
“Dugaan sementara memang mengarah pada adanya bahan yang menyerupai petasan, namun kami masih harus bersabar menunggu hasil pemeriksaan teknis lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti ledakan ini,” jelas Perwira Pengendali Lapangan Pamapta 3 Polres Tegal, Ipda Taufik Kusuma Wardhana, saat ditemui pada Senin (13/4/2026).
Untungnya, proses evakuasi berjalan cepat. “Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis secara intensif di Rumah Sakit Siaga Medika Pemalang,” tambahnya dengan nada lega. Namun, kabar ini tetap menjadi peringatan keras bagi semua pihak.
Daftar Korban: Ada yang Patah Kaki hingga Luka Bakar!
Ipda Taufik kemudian merinci lebih lanjut mengenai para korban dalam insiden nahas tersebut. Total ada empat orang yang menderita luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi. “Terdapat empat korban luka dalam kejadian ini. Satu orang di antaranya mengalami patah kaki parah, sementara tiga lainnya menderita luka bakar serta luka ringan di berbagai bagian tubuh,” ungkap Taufik kepada awak media.
Berikut adalah daftar nama para korban yang kami himpun. Pertama, Alfito Wahyudi Dwiputra (23), seorang warga Sawahan, Surabaya. Nasib nahas menimpanya karena ia harus mengalami patah tulang pada kaki kanannya. Kedua, Mario Putra Frandinata (20), pemuda asal Tambaksari, Surabaya, yang beruntung hanya mengalami luka bakar ringan. Ketiga, Sarim (55), sang sopir bus yang berasal dari Nganjuk. Bapak sopir ini juga ikut menderita luka bakar ringan akibat ledakan. Terakhir, M. Gading Fregihautama (21) yang bertugas sebagai kernet bus asal Sidoarjo. Ia juga tidak luput dari amukan ledakan dan mengalami luka ringan.
Kapolres Tegal, AKBP Bayu Prasatyo, dengan tegas memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian kini sudah dalam kondisi aman dan terkendali sepenuhnya. Arus lalu lintas di ruas tol tersebut pun sudah kembali normal seperti sedia kala. Tidak ada lagi kepanikan yang terjadi.
“Kami juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada. Jika menemukan kondisi darurat atau hal-hal mencurigakan, segera laporkan melalui layanan 110,” imbau Kapolres. Pesan ini disampaikan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih terus bergerak cepat melakukan penyelidikan lebih lanjut. Mereka juga sedang berkoordinasi secara intens dengan rombongan suporter untuk menelusuri dari mana asal-usul bahan yang diduga kuat menjadi pemicu ledakan tersebut. Apakah ada yang membawa barang terlarang? Kita tunggu saja hasil resmi dari polisi.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
