Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

DPRD DKI Rekomendasikan Pengolahan Sampah RDF Rorotan Ditangani Swasta

Cinta-news.com – Langkah mengejutkan mendadak muncul dari jajaran Panitia Khusus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta yang mendesak perubahan total tata kelola fasilitas Refuse Derived Fuel Rorotan di Jakarta Utara. Mereka meyakini bahwa pengalihan wewenang pengelolaan dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta kepada korporasi swasta bakal membawa dampak perubahan yang sangat signifikan bagi kebersihan kota.

Bagi yang belum tahu, olahan Refuse Derived Fuel ini menyulap limbah padat perkotaan menjadi sumber bahan bakar alternatif berkekuatan tinggi pengganti batu bara.

Selanjutnya, Anggota Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Ali Muhammad Johan, menegaskan bahwasanya eksekusi teknis RDF Rorotan wajib berjalan lewat tangan-tangan profesional agar pabrik raksasa tersebut sanggup memproduksi hasil dengan level paling maksimal.

Lantas, usulan fenomenal ini resmi meluncur di tengah forum Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta saat para anggota dewan menguliti laporan akhir panitia khusus pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Ali menyampaikan kutipan langsung yang membakar semangat forum bahwa Pansus sangat menyarankan pengoperasian RDF Rorotan ditangani secara transparan oleh investor swasta nasional profesional yang tunduk pada aturan hukum berlaku.

Menariknya, fasilitas megaproyek RDF Rorotan memikul target fantastis untuk melahap sekitar 2.000 sampai 2.500 ton tumpukan sampah saban hari secara bertahap sampai menutup tahun 2027.

Otomatis, pergeseran tongkat estafet ini diyakini sanggup memangkas beban kerja Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta yang selama ini megap-megap mengurus bisnis operasional harian.

Bahkan, Pansus tidak berhenti di Rorotan saja karena mereka mengincar fasilitas RDF Bantargebang agar bisa melaju penuh pada tahun 2028 mendatang.

Lebih jauh lagi, tempat pengolahan Bantargebang mengemban misi melahap 2.000 ton sampah per hari, di mana separuhnya mengikis gunung sampah lama dan sisanya menyapu bersih sampah baru yang datang saban pagi.

Megaproyek Listrik Sampah dan Terobosan TPS 3R

Tak berhenti di situ, Pansus turut menyodorkan rencana spektakuler untuk membangun tiga sampai empat unit pabrik Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik demi melenyapkan gunungan sampah Jakarta secara instan.

Sebab, masing-masing pabrik canggih tersebut mengusung daya gempur untuk mengubah 1.000 hingga 2.000 ton sampah harian menjadi pasokan energi listrik yang sangat bernilai tinggi.

Namun, Ali mewanti-wanti bahwasanya keberhasilan proyek raksasa tersebut membutuhkan garansi pasokan sampah yang stabil serta ketersediaan hamparan lahan yang amat memadai.

Oleh karena itu, Pansus menjadikan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 sebagai pijakan hukum utama untuk memaksa Pemprov DKI menyediakan lahan strategis di kawasan industri demi memuluskan konversi sampah menjadi energi terbarukan.

Di samping itu, para anggota dewan mendorong perombakan besar-besaran pada 26 titik Tempat Pengolahan Sampah berbasis kurangi, pakai ulang, dan daur ulang di seluruh sudut kota.

Maka dari itu, untuk area TPS 3R dekat pemukiman warga, pusat wisata, hingga bisnis kuliner seperti hotel dan kafe, Pansus menyarankan kemitraan erat bareng pengembang swasta profesional.

Akan tetapi, khusus untuk TPS 3R yang berada tepat di tengah permukiman padat penduduk, pengelolaan fasilitas disarankan tetap dipegang penuh oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Lagipula, Ali menyampaikan tuntutan tegas agar pemerintah menyuntik sarana armada yang lebih perkasa sekaligus menerapkan pola kerja dua sif nonstop setiap harinya.

Bahkan, pada area komersial terpadu dan pasar-pasar milik Perumda Pasar Jaya, Pansus mewajibkan penerapan teknologi pemusnah sampah modern yang sesuai dengan daya tampung lahan sekitar.

Misalnya, variasi instrumen canggih seperti insinerator mini, sistem pengomposan, tong organik, teba modern, biopori jumbo, hingga instalasi biodigester bakal langsung diterjunkan ke lapangan.

Pemusnahan Truk Tua dan Kejutan Armada Sampah Listrik

Selain itu, Pansus menyingkap kondisi armada pengangkut sampah Jakarta dan mendesak pemusnahan atau peremajaan truk tua yang usianya sudah merayap di atas 10 tahun.

Akibatnya, pilihan memperbarui armada dapat direalisasikan lewat skema pembelian unit baru atau sewa armada, tentunya dengan mempertimbangkan fleksibilitas kas APBD DKI Jakarta.

Tak kalah mengejutkan, Pansus menuntut pengadaan armada truk sampah bertenaga listrik demi memangkas tingkat polusi udara Jakarta sekaligus menghemat anggaran bahan bakar minyak secara drastis.

Sanksi Berat Menanti Hotel Nakal dan Revisi Perda Sampah

Lantas, Ketua Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, membeberkan fakta bahwasanya tim khusus ini berdiri kokoh berlandaskan Keputusan DPRD DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.

Sebagai buktinya, tim ini sudah bekerja keras membanting tulang sejak April hingga Oktober 2026 untuk menguliti krisis sampah Jakarta sampai berhasil menyusun rekomendasi pemungkas.

Secara gamblang, Judistira memaparkan bahwasanya ancaman kepenuhan kapasitas TPST Bantargebang, kelangkaan teknologi canggih, dan lemahnya kesadaran warga memilah sampah dari rumah menjadi pemicu utama dibentuknya Pansus ini.

Oleh sebab itu, Pansus menyodorkan perombakan hukum melalui revisi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah yang sempat diperbarui pada Perda Nomor 4 Tahun 2019.

Langkah tegas ini ditujukan untuk memberikan hukuman dan sanksi finansial berat bagi pengelola kawasan, pebisnis hotel, pemilik restoran, hingga vendor swasta yang nakal mengurus limbah.

Di sisi lain, Pansus juga memerintahkan pemasangan saringan sampah dalam jumlah besar di sepanjang aliran sungai dan kali yang membelah wilayah Jakarta.

Harapannya, tumpukan sampah sungai yang tersaring tersebut bisa langsung dikonversi menjadi bahan bakar alternatif atau dipilah kembali menjadi produk bernilai guna.

Sebagai penutup, Pansus mewajibkan gempuran sosialisasi masif kepada masyarakat luas serta para pelaku bisnis agar gerakan pengurangan sampah benar-benar meledak langsung dari dapur rumah masing-masing.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *