JAKARTA, Cinta-news.com – Darurat Meksiko memanas! Komisi I DPR RI kini menyentak pemerintah. Mereka mendesak agar skenario repatriasi atau pemulangan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) segera digodok. Opsi ini harus mengemuka jika kerusuhan brutal di negara tersebut meluas hingga tak terkendali.
Meksiko tengah berdarah-darah. Kekacauan horizontal pecah seketika setelah gembong narkoba paling ditakuti, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, tewas dalam baku tembak sengit di negara bagian Jalisco. Kematian bos kartel ini memicu amukan anak buahnya yang brutal di berbagai penjuru kota.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono tak main-main. Ia dengan tegas menyatakan, “Jika situasi benar-benar memburuk hingga nyawa WNI terancam, pemerintah tak boleh ragu. Opsi pemulangan wajib kita aktifkan sebagai skenario kontingensi utama.” Tekanan ini menunjukkan betapa seriusnya parlemen membaca krisis di Meksiko.
Namun, Dave juga mengingatkan agar pemerintah tak terburu nafas. Ia meminta eksekutif mengkaji menyeluruh dinamika keamanan di lapangan, kesiapan logistik, dan yang terpenting, mendengar rekomendasi langsung dari KBRI di Mexico City. “Prinsip kehati-hatian harus kita pegang erat. Koordinasi lintas lembaga harus berjalan mulus. Yang utama, perlindungan WNI,” tegasnya.
Ia juga menekankan keselamatan anak bangsa di perantauan sebagai prioritas utama. Oleh karena itu, Dave mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mempererat koordinasi dengan perwakilan RI di Meksiko. “KBRI harus bekerja ekstra. Mereka wajib memantau situasi secara real-time, menjalin komunikasi hangat dengan komunitas WNI, dan menyiapkan langkah-langkah darurat jika kondisi keamanan terus memburuk,” paparnya.
Komisi I DPR, lanjut Dave, siap mendukung penuh langkah-langkah Kemlu. Mereka memastikan setiap kebijakan berorientasi pada keselamatan WNI. Dave juga mengimbau para WNI tetap tenang, namun waspada. “Ikuti arahan resmi dari KBRI. Jauhi lokasi-lokasi rawan dan jangan main hakim sendiri dengan situasi,” imbaunya.
KBRI Jamin 45 WNI di Jalisco Selamat, Tapi Waspada Meningkat!
Kabar baik hadir dari Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah. Ia memastikan seluruh WNI di Jalisco, Meksiko, saat ini dalam kondisi aman. KBRI Mexico City, bersama Konsul Kehormatan RI di Guadalajara, Jalisco, terus memantau perkembangan situasi keamanan pasca serangan brutal anggota kartel Cartel de Jalisco Nueva Generacion (CJNG) pada 22 Februari 2026 lalu.
“Berdasarkan data kami, 45 WNI berada di wilayah Jalisco. Para rohaniwan, terapis pijat profesional, serta pengusaha dan pegawai perusahaan mendominasi mereka,” jelas Heni, Selasa (24/2/2026). Ia menambahkan, “Saat ini seluruh WNI aman dan mereka patuh pada arahan pemerintah setempat untuk tidak keluar rumah.”
Meski situasi terkendali, pemerintah mengambil langkah antisipatif. Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat, Kemlu mengimbau untuk menunda perjalanan hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif. Jika darurat, WNI bisa segera menghubungi Hotline KBRI Mexico City di nomor +52 1 556 2985 506 atau Hotline Direktorat Pelindungan WNI di +62 812-9007-0027.
Kronologi Maut: Pertempuran Sengit yang Tewaskan Bos Kartel
Sebagai informasi, operasi penangkapan terhadap El Mencho berubah menjadi pertempuran sengit di negara bagian Jalisco. Dalam insiden ini, sedikitnya 73 orang meregang nyawa, termasuk aparat keamanan dan anggota kartel. Tujuh orang anggota kartel tewas, termasuk pemimpin tertinggi CJNG, El Mencho. Situasi mencekam melumpuhkan aktivitas di lebih dari 20 negara bagian.
Nemesio Oseguera Cervantes, pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG), tewas setelah baku tembak dengan militer Meksiko pada Minggu (22/2/2026) waktu setempat. Ia termasuk salah satu buronan paling dicari di dunia, yang jaringannya mengendalikan penyelundupan fentanil, metamfetamin, dan kokain ke Amerika Serikat. Dalam pelariannya ke area hutan, El Mencho dan dua pengawalnya terluka parah dalam baku tembak. Mereka ditangkap dalam kondisi kritis dan menghembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan menuju Mexico City. Kematiannya justru memicu gelombang kekerasan baru yang kini mengancam keselamatan warga asing, termasuk 45 WNI di Jalisco.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











