MIMIKA, Cinta-news.com – Malam yang sunyi di Timika mendadak berubah menjadi mimpi buruk. Perang antarkelompok pecah di Jalan Cenderawasih, Kelurahan Timika Indah, dan saat tiga anggota Polres Mimika datang melerai, mereka pulang dengan tubuh tertancap anak panah. Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu (1/3/2026) dini hari sekitar pukul 00.45 WIT.
Begitu laporan warga masuk, tim patroli langsung melesat ke lokasi. Mereka tidak menyangka bahwa kedatangan mereka akan disambut dengan amuk massa. Hujan batu dan desingan anak panah langsung menyambut aparat begitu mereka turun dari kendaraan. Akibatnya, tiga personel harus merasakan perihnya luka di tubuh mereka. Aipda MA dari Sat Samapta langsung berteriak kesakitan ketika anak panah menghujam jari tengah tangan kanannya. Bripda WM dari Sie Propam merasakan benda tajam itu menembus paha kanan dan melukai siku tangannya. Bripda YS, juga dari Sat Samapta, terjatuh setelah anak panah mengenai kaki kirinya.
Rekan-rekan mereka segera bertindak cepat. Mereka mengevakuasi para korban menggunakan mobil patroli yang sama dan melesat membelah malam menuju RSUD Kabupaten Mimika. Di ruang UGD, tim medis segera menangani luka-luka tersebut. Kondisi ketiganya stabil dan dalam keadaan sadar meskipun rasa sakit masih terlihat jelas di wajah mereka.
Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, mengungkapkan kronologi lengkap kejadian ini. Ia menjelaskan bahwa kericuhan ini berawal dari laporan warga tentang dugaan penganiayaan terhadap seseorang di Jalan Kesehatan Dalam yang terkenal dengan sebutan Lorong Meo. Anggota kepolisian segera bergerak menuju titik awal konflik untuk meredam situasi.
Sayangnya, upaya mulia mereka mendapatkan perlawanan sengit. Sekelompok warga yang sudah terpancing emosi justru mengalihkan amarah mereka kepada polisi. Mereka melempari aparat dengan batu dari berbagai arah. Dari balik kegelapan, beberapa orang bahkan melepaskan anak panah yang membahayakan nyawa petugas.
Melihat situasi yang semakin membahayakan, aparat mengambil langkah taktis. “Personel melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan flashball guna membubarkan massa dan mengendalikan situasi,” tegas AKBP Billyandha. Dentuman flashball akhirnya menggema dan memaksa massa bergerak mundur. Namun, tiga anggota kami sudah lebih dulu tumbuh terkena serangan.
“Dalam upaya memukul mundur massa, tiga personel Polres Mimika mengalami luka akibat terkena anak panah,” ungkapnya dengan nada prihatin.
Kapolres Billyandha menegaskan bahwa setiap gerakan anak buahnya di lapangan sudah sesuai prosedur. Mereka bertindak dengan perhitungan yang matang demi melindungi keselamatan anggota dan masyarakat sekitar yang mungkin ikut terkena imbas kericuhan. Tidak ada tindakan brutal, yang ada hanyalah upaya maksimal untuk mengendalikan kekacauan.
Kini, Tim gabungan Polres Mimika sedang bergerak tanpa kenal lelah. Tim identifikasi langsung terjun ke lokasi untuk mengumpulkan bukti dan mencari para pelaku. Kapolres berjanji akan menindak tegas setiap orang yang terbukti menyerang aparat. Timnya sedang memburu identitas para pemanah bayangan itu dan akan mengungkap kasus ini hingga tuntas.
Di tengah penyelidikan yang intens, polisi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang. “Kami imbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” pungkas Kapolres.
Peristiwa berdarah ini tentu menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Serangan terhadap aparat penegak hukum sudah melampaui batas. Dengan langkah cepat dan dukungan masyarakat, situasi di Timika pasti akan segera pulih. Polisi mengharapkan para pelaku segera menyerahkan diri sebelum tim penjemput terpaksa bertindak lebih tegas.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com











