Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Posko Darurat Didirikan di GOR UTP Solo untuk Warga Terdampak Asap TPA Putri Cempo

KARANGANYAR, Cinta-news.com – Gara-gara kepulan asap hitam pekat yang mencekik dari gunungan sampah terbakar, Pemerintah Kabupaten Karanganyar pun sigap mendirikan posko darurat. Mereka menampung seratusan jiwa yang kabur dari rumahnya demi menyelamatkan diri dari sergapan kabut beracun hasil kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo.

Asap TPA Putri Cempo

Pantauan langsung kami di Gedung Olahraga (GOR) Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Solo pada Sabtu (5/9/2026) siang menunjukkan pemandangan mengharukan. Warga Dusun Sulurejo, Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, tampak berjejer lesu di lantai gedung. Mereka rela meninggalkan segala perabotan rumah tangga hanya demi udara yang layak hirup.

Sejak Jumat malam, mereka sudah menempati posko ini. Pasalnya, kobaran api dan asap tebal dari tumpukan sampah raksasa itu dengan kejamnya mengarah langsung ke pemukiman warga. Jaraknya pun sangat mengancam—hanya sekitar 700 meter dari lokasi kebakaran! Bayangkan, sejauh itu pun asap tetap mampu meracuni pernapasan.

Di sudut ruangan, para orang tua tampak merebahkan tubuh di atas kasur lipat yang disediakan petugas. Meski lelah, wajah-wajah mereka masih dipenuhi rasa waswas. Sementara itu, anak-anak kecil yang polos justru tampak asyik bermain bola di area pengungsian. Mereka berlarian kecil, seolah melupakan sejenak ancaman kabut beracun yang masih mengintai di luar gedung.

Tim logistik pun bergerak cepat. Mereka mendistribusikan makanan siap saji dan air mineral secara merata. Tak ketinggalan, petugas ambulance siaga 24 jam di lokasi. Posko kesehatan juga didirikan untuk mengantisipasi warga yang tiba-tiba jatuh sakit akibat menghirup serbuk abu dan gas metana dari pembakaran sampah. Semua fasilitas ini langsung dimaksimalkan agar pengungsi merasa aman selama masa darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Sugiharjo, menjelaskan alasan pemilihan GOR UTP Solo sebagai markas pengungsian. Menurutnya, tempat ini sangat representatif dan strategis. Selain aman dari jangkauan asap mematikan, lokasinya juga tidak terlalu jauh dari rumah-rumah warga yang ditinggalkan. “Kami ingin mereka tetap dekat dengan lingkungannya, tapi tetap terlindungi,” tegasnya.

Selimut Kabut Mencekam di Malam Jumat

Sugiharjo pun mengungkapkan situasi mencekam yang terjadi pada Jumat malam. Saat itu, pemukiman Dusun Sulurejo RT 8 RW 9 sepenuhnya diselimuti kabut asap tebal. Jarak pandang bahkan nyaris nol! Warga yang panik mulai berhamburan keluar rumah, menutup hidung dengan kain basah, dan berteriak minta pertolongan.

“Kami melihat langsung kondisi di lapangan. Asap sangat pekat dan menyengat. Tanpa pikir panjang, kami langsung mengajukan izin mendesak ke pihak UTP Solo. Syukurlah, mereka dengan sigap mengizinkan kami memanfaatkan GOR ini sebagai tempat perlindungan,” ujar Sugiharjo saat ditemui di lokasi pengungsian.

Dia menambahkan bahwa status pengungsian ini bersifat tentatif alias bisa berubah sewaktu-waktu. “Kami terus memantau arah angin setiap jam. Kalau asap mulai berbalik arah dan tidak mengarah ke utara, warga akan kami izinkan pulang secara bertahap. Namun, jika situasi kembali membahayakan, mereka harus siap-siap balik lagi ke GOR ini. Ini seperti permainan tarik-ulur dengan bencana,” tuturnya dengan nada prihatin.

Hingga Sabtu siang, tercatat sudah ada sekitar 100-an orang pengungsi yang terdaftar. Mereka didominasi oleh anak-anak kecil, para lansia rentan, dan ibu-ibu yang sedang mengandung atau menyusui. Kelompok-kelompok ini sengaja diprioritaskan untuk dievakuasi lebih dulu karena sistem pernapasan mereka lebih lemah terhadap polusi udara ekstrem.

Bayi dan Lansia Dilarikan ke Puskesmas!

Dalam situasi darurat seperti ini, Sugiharjo mengonfirmasi bahwa GOR UTP Solo baru akan difungsikan sebagai tempat mengungsi hingga Selasa (8/9/2026) mendatang. Mengapa hanya sampai Selasa? Ternyata, pada hari Rabu (9/9/2026), gedung megah ini sudah terjadwal untuk acara wisuda perguruan tinggi. Agenda sakral itu tidak bisa ditunda.

Namun, pihak BPBD sudah menyiapkan solusi antisipatif. “Nanti kami akan bergeser ke area seberang GOR. Kami akan mendirikan tenda-tenda darurat di lapangan tenis yang masih satu kompleks. Mudah-mudahan sebelum Selasa malam, situasi sudah benar-benar aman dan api di TPA bisa dipadamkan total. Doakan saja!” harapnya penuh optimisme.

Satu kejadian menyedihkan pun tak terhindarkan. Seorang pengungsi lanjut usia (lansia) terpaksa dilarikan ke Puskesmas Gondangrejo dalam kondisi mengenaskan. Ia mengalami sesak napas akut akibat terlalu banyak menghirup partikel abu dan asap. Yang lebih mengharukan, Bupati Karanganyar, Rober Christanto, secara langsung mengantar sendiri sang lansia ke puskesmas! Kebetulan, beliau sedang mengecek kondisi para pengungsi saat kejadian itu terjadi. Tindakan cepat sang bupati ini sontak mengundang decak kagum dari warga.

“Rumahku Penuh Asap, Anakku Batuk-Batuk!”

Salah seorang pengungsi bernama Titik (42) dengan mata berkaca-kaca menceritakan pengalaman mengerikannya. Pada Jumat malam, asap tebal tiba-tiba menyelinap masuk ke setiap celah rumahnya. Aroma sampah terbakar yang menyengat langsung memenuhi ruangan.

“Engap sekali, Bu! Saya sampai sulit bernapas. Apalagi anak saya masih kecil-kecil. Mereka batuk-batuk terus. Saya tidak tega melihat mereka menderita. Makanya, saya langsung memutuskan untuk membawa seluruh keluarga ke sini,” keluhnya sambil mengelus kepala anak bungsunya.

Total ada empat orang dari keluarganya yang kini mengungsi di GOR UTP Solo. Titik mengaku sangat berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas dan konkret. Baginya, kejadian kebakaran di TPA Putri Cempo ini harus dijadikan pelajaran berharga. Jangan sampai ketika musim kemarau tiba, tragedi serupa kembali menghantui warga sekitar.

“Kami warga terdekat selalu menjadi korban imbasnya. Setiap tahun kami ketakutan. Pemerintah harus punya solusi jangka panjang untuk mengelola sampah di TPA ini agar tidak terus-terusan terbakar,” pungkas Titik dengan nada keras penuh harapan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *