Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Warga Blora Ramai-ramai Lapor Polisi Usai Uang Deposit di Snapboost Raib

BLORA, Cinta-news.com – Aplikasi investasi Snapboost diduga kabur membawa uang ratusan warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Mereka ramai-ramai mengaku rugi besar karena dana yang sudah mereka setorkan tiba-tiba tidak bisa ditarik kembali. Mirisnya, korban justru diiming-imingi keuntungan harian yang menggiurkan!

Salah satu korban bernama Johan, seorang guru PPPK di SMA Negeri 1 Blora, dengan lantang menceritakan nasib nahasnya. Johan mengaku sudah menyetorkan dana bervariasi mulai dari Rp2 juta hingga Rp19 juta. Jika ditotal, uang yang ia masukkan ke aplikasi tersebut mencapai angka fantastis, yaitu Rp49,5 juta! Bayangkan, uang sebesar itu kini seolah lenyap ditelan bumi.

Johan juga memperkirakan jumlah pengguna Snapboost di wilayah Blora mencapai sekitar 700 orang. Artinya, potensi kerugian warga Blora bisa mencapai miliaran rupiah! Sudah jelas ini bukan persoalan kecil.

“Saat tanggal 3 April lalu, sebenarnya saya sudah bisa menarik uang. Namun, aplikasi itu selalu mengajukan alasan verifikasi macam-macam. Mereka terus mengulur waktu hingga menjanjikan tanggal 12 April. Setelah tanggal 12 April lewat, saya sudah yakin kalau ini semua hanyalah penipuan besar-besaran,” ujar Johan dengan nada kesal, Minggu (18/4/2026).

Karena merasa ditipu, Johan akhirnya melaporkan kasus ini ke polisi. Pihak yang ia adukan tak lain adalah leader Snapboost Blora, seorang wanita bernama Diana. Ia ingin keadilan ditegakkan!

DIANA SANG LEADER: “SAYA JUGA KORBAN, JANGAN TUNTUT SAYA!”

Namun, Diana yang menjadi target amarah korban justru angkat bicara. Dengan tegas ia menyatakan keberatan jika diminta bertanggung jawab secara hukum. Menurut Diana, semua pengguna bergabung atas kemauan mereka sendiri tanpa paksaan.

“Kalau dituntut hukum, saya rasa tidak bisa. Mereka semua mendaftar dengan sukarela, bahkan saya sering membantu memasangkan aplikasi di waktu istirahat saya. Saya juga korban, dana saya ikut terperangkap di sana,” bela Diana, Sabtu (17/4/2026).

Diana pun membeberkan awal mula dirinya mengenal Snapboost. Seorang rekan berinisial EW dari Palembang yang kini tinggal di Bekasi memperkenalkan aplikasi ini kepadanya. Awalnya, Diana ragu setengah mati karena tidak paham mekanismenya. Namun, karena penasaran, ia akhirnya mencoba dengan deposit terkecil.

“Waktu itu saya sempat tidak mau karena bingung. Tapi akhirnya saya coba juga dengan deposit paling kecil, yaitu 30 dolar AS atau sekitar Rp502.000,” kenang Diana.

CARA KERJA SNAPBOOST: LIKE LIKEAN DAPAT DUIT, BENARKAH?

Lalu, bagaimana sistem yang ditawarkan aplikasi ini hingga mampu mengeruk uang ratusan warga? Diana menjelaskan bahwa sistemnya sederhana sekali. Pengguna hanya diminta memberi tanda suka atau like pada konten di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan Facebook. Gampang, kan?

“Pengguna baru disebut VIP 1. Dengan deposit 30 dolar AS, mereka mendapat gaji harian sebesar 1,8 persen dari nilai deposit setelah melakukan like,” jelas Diana. Keuntungan ini terdengar sangat menggiurkan bagi warga yang ingin mendapat penghasilan tambahan.

REKRUT TEMAN, UNTUNG BERTAMBAH! INI SKEMA PIRAMIDA NYATA!

Seiring berjalannya waktu, Diana mengaku aktif membagikan pengalaman manisnya mendapatkan keuntungan dari Snapboost. Akibat promosi dari mulut ke mulut ini, pengguna di Blora membeludak hingga mencapai ratusan orang. Semakin banyak yang bergabung, semakin besar pula kepercayaan mereka.

Diana pun tak menampik bahwa sistem Snapboost ini menerapkan pola jaringan berjenjang, mirip skema piramida MLM. Dengan sistem ini, keuntungan pengguna bisa melonjak drastis jika berhasil merekrut anggota baru. Makin banyak bawahan, makin besar aliran uang masuk!

Diana bahkan mengaku nekat menyetorkan dana hingga Rp200 juta. Ia sempat berhasil menarik sejumlah uang, bahkan penarikan terbesarnya mencapai Rp250 juta. Uang sebesar itu ia gunakan sebagai uang muka pembelian mobil. Sayangnya, kesuksesan itu hanya berlangsung sementara.

KRITIKAL: SNAPBOOST BEGAL UANG RAKYAT!

Sayangnya, kebahagiaan itu sirna seketika ketika aplikasi Snapboost tiba-tiba tidak bisa lagi digunakan untuk penarikan dana. Ratusan warga Blora pun panik dan merasa dikhianati. Janji keuntungan setiap hari berubah menjadi mimpi buruk yang nyata.

Menariknya, Diana justru meminta para korban untuk bersabar. Ia menjelaskan bahwa proses pencairan dana dilakukan lewat dompet kripto yang menurutnya sedang mengalami kendala teknis.

“Memang sekarang sedang tidak bisa ditarik. Kami sudah dijelaskan oleh pimpinan Snapboost di Semarang pada saat demo waktu itu,” kilah Diana mencoba meyakinkan.

Dengan nada percaya diri, Diana menambahkan, “Snapboost sedang menjalani proses lifting di Pasar Modal. Aplikasi ini menggandeng crypto untuk membuktikan bahwa crypto tidak disangka sebagai pencucian uang atau korupsi.” Namun, akankah alasan ini cukup untuk menenangkan hati ratusan korban yang uangnya raib?

Kini, nasib ratusan warga Blora masih menggantung. Polisi pun dipanggil untuk mengusut tuntas kasus dugaan penipuan berkedok aplikasi like-likean ini. Akankah uang mereka kembali, atau ini hanya mimpi buruk yang berakhir duka? Kita tunggu perkembangan selanjutnya!

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *