Cinta-news.com – Sebuah video menghebohkan yang memperlihatkan seorang tentara Israel dengan brutal merusak patung Yesus di Lebanon selatan langsung memicu gelombang kecaman luar biasa setelah videonya menyebar bak api di media sosial!
Dalam rekaman yang bikin merinding itu, seorang prajurit dengan tegas memukul patung Yesus menggunakan palu besar berkali-kali.
Berdasarkan laporan BBC pada Selasa (21/4/2026), insiden kontroversial ini ternyata terjadi di wilayah dekat desa Debel, tepatnya di salah satu kawasan yang masih dihuni warga sipil di tengah konflik panas antara Israel dan Hizbullah.
Netanyahu Ngaku Kaget, Menlu Israel Langsung Minta Maaf!
Yang mengejutkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan terus terang mengaku “terkejut dan sedih” atas kejadian memalukan tersebut. Tak berhenti di situ, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar pun dengan sigap menyampaikan permintaan maaf resmi.
“Kami dengan rendah hati meminta maaf atas insiden ini dan kepada setiap umat Kristiani yang perasaannya terluka,” ujar Saar dengan nada menyesal.
Warga dan Tokoh Agama Meluapkan Kemarahan!
Warga setempat dengan gamblang menjelaskan bahwa patung tersebut merupakan bagian dari simbol salib yang berdiri megah di luar rumah keluarga di pinggiran Debel.
Pemimpin komunitas gereja setempat, Pastor Fadi Flaifel, dengan lantang mengecam keras tindakan biadab tersebut. Ia dengan tegas menilai perusakan simbol keagamaan tidak dapat dibenarkan sama sekali.
“Kami sepenuhnya menolak penodaan salib, simbol suci kami, dan semua simbol agama. Tindakan ini jelas bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan sama sekali tidak mencerminkan peradaban,” ujarnya dengan nada tinggi.
Yang lebih mengkhawatirkan, ia juga mengeklaim bahwa insiden serupa ternyata pernah terjadi sebelumnya!
IDF Akui Video Asli, Janji Tindakan Tegas!
Sementara itu, Militer Israel melalui Israel Defense Forces (IDF) dengan terus terang telah mengonfirmasi bahwa video yang beredar tersebut 100 persen asli.
Pihak IDF dengan serius menyatakan bahwa mereka memandang kejadian itu sebagai pelanggaran berat dan dengan lugas menegaskan bahwa tindakan prajurit tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai yang dijunjung tinggi militer.
“Langkah yang sesuai dan tegas akan segera diambil terhadap pihak yang terlibat,” demikian pernyataan resmi IDF.
Tak hanya itu, mereka juga menyebut tengah berkoordinasi aktif dengan komunitas Kristen setempat untuk segera memulihkan patung tersebut.
AS Ikut Murka, Tokoh Konservatif Geram!
Insiden kontroversial ini ternyata juga menuai reaksi keras dari Amerika Serikat. Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, dengan vokal menyebut perlu ada konsekuensi yang tegas, cepat, dan terbuka atas tindakan keterlaluan tersebut.
Bahkan sejumlah tokoh politik konservatif AS secara terbuka mengecam keras kejadian ini.
Mantan anggota Kongres, Matt Gaetz, dengan blak-blakan menyebutnya sebagai “mengerikan”, sementara Marjorie Taylor Greene dengan sinis menyinggung hubungan erat AS dengan Israel dalam unggahannya yang viral.
Yang menarik, survei terbaru dari Pew Research Center bahkan menunjukkan penurunan drastis dukungan publik AS terhadap Israel, dengan sekitar 60 persen responden memiliki pandangan negatif terhadap negara tersebut!
Gencatan Senjata Terganggu?
Insiden memalukan ini terjadi tepat saat ribuan tentara Israel masih tertahan di Lebanon selatan, menyusul gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon.
Perlu diketahui, gencatan senjata tersebut sebelumnya berhasil menghentikan sementara pertempuran selama enam minggu antara Israel dan Hizbullah, meski kedua pihak masih saling tuduh melanggar kesepakatan.
Konflik berkepanjangan ini sendiri telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang sangat besar, lho!
Otoritas Lebanon dengan pilu melaporkan lebih dari satu juta warga terpaksa mengungsi dan lebih dari 2.290 orang tewas, termasuk anak-anak dan tenaga kesehatan yang tidak berdosa.
Isu Agama Kembali Memanas!
Peristiwa kontroversial ini pun dengan jelas menambah daftar panjang insiden yang memicu kekhawatiran serius terkait kebebasan beragama di kawasan yang terus bergejolak tersebut.
Sebelumnya, polisi Israel juga menuai kritik tajam setelah dengan tegas mencegah pemimpin Katolik Roma di Yerusalem memasuki Gereja Makam Kudus untuk misa pribadi saat Minggu Palma, dengan alasan keamanan yang dipertanyakan.
Laporan terbaru dari Rossing Center bahkan menyebut adanya peningkatan signifikan sentimen negatif terhadap komunitas Kristen di wilayah tersebut, yang dikaitkan dengan polarisasi politik ekstrem dan meningkatnya nasionalisme radikal.
Menanggapi berbagai kecaman, Netanyahu dengan defensif menegaskan bahwa Israel tetap menjunjung tinggi kebebasan beragama dan dengan bangga menyebut komunitas Kristen di negaranya terus berkembang pesat.
Meskipun permintaan maaf telah disampaikan, insiden perusakan patung Yesus di Lebanon ini kembali dengan terang menyoroti betapa sensitifnya isu agama di tengah konflik yang belum sepenuhnya mereda.
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bahwa tindakan provokatif sekecil apapun terhadap simbol agama dapat memicu reaksi berantai yang luar biasa, bahkan dari sekutu terdekat sekalipun seperti Amerika Serikat!
Akankah ini menjadi titik balik hubungan Israel dengan komunitas Kristen dunia? Atau justru menjadi pemicu baru eskalasi konflik yang lebih besar? Waktu yang akan menjawab.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.












Respon (1)