TEHERAN, Cinta-news.com – Nah, ini dia kabar panas yang bikin geleng-geleng kepala! Para pemain Timnas Iran yang akan berlaga di Piala Dunia baru saja menerima kabar mengejutkan. Mereka harus masuk dan langsung cabut dari wilayah Amerika Serikat di hari yang sama ketika pertandingan berlangsung. Gila banget, kan?

Karena hubungan AS-Iran sedang memanas membara, pihak Iran akhirnya memindahkan markas mereka ke Meksiko. Mereka terpaksa membatalkan rencana awal yang sudah matang di Tucson, Arizona. Situasi geopolitik yang tegang ini secara langsung berdampak pada persiapan tim sepak bola nasional Iran.
“Kami bisa masuk Amerika pada pagi hari, lalu kami harus keluar lagi di hari yang sama,” jelas Abolfazl Pasandideh, utusan Iran, dengan nada kesal saat menjelaskan pembatasan visa tersebut kepada wartawan. Ia menyampaikan pernyataan ini setelah mengutip laporan AFP pada Sabtu (6/6/2026). Memprihatinkan memang, namun tim tak punya pilihan lain.
Nah, yang lebih menyedihkan lagi, sebagian staf pendukung Iran sama sekali tidak bisa masuk AS. Kedutaan Besar AS dengan tegas menolak visa mereka. Akibatnya, tim harus bergerak dengan personel terbatas di negeri Paman Sam.
TIMNAS IRAN AKHIRNYA BERANGKAT KE MEKSIKO
Setelah melalui perjuangan panjang urusan administrasi, skuad Garuda Persia akhirnya meninggalkan Turkiye menuju Meksiko pada hari Sabtu. Mereka berangkat sekitar pukul 18.10 waktu setempat dengan tujuan Tijuana, kota di barat laut Meksiko. Selama turnamen berlangsung, kota perbatasan ini akan menjadi markas sementara mereka.
Yang bikin unik, Iran dijadwalkan memainkan tiga pertandingan grup di wilayah AS. Piala Dunia edisi kali ini benar-benar mencetak sejarah! Untuk pertama kalinya, negara tuan rumah menerima tim dari negara yang sedang dalam kondisi perang dengannya. Sebuah ironi yang sulit dilupakan.
MARKAS BERUBAH TOTAL DI MENIT AKHIR
Timnas Iran memindahkan markas mereka ke Tijuana dari lokasi semula di Tucson, Arizona, pada akhir Mei lalu. Sebelum keputusan drastis ini diambil, tim sudah menghabiskan hampir tiga minggu penuh di kamp pelatihan Antalya, Turkiye. Selama di sana, mereka memanfaatkan waktu untuk mengajukan visa perjalanan ke Meksiko, Kanada, dan AS. Prosesnya rumit, namun mereka tetap berjuang.
Pada malam sebelum keberangkatan ke Meksiko, akhirnya para pemain menerima visa AS. Namun, kebahagiaan itu tidak sepenuhnya lengkap.
KEDUTAAN BESAR IRAN KESAL!
Kedutaan besar Iran di Turkiye langsung mengeluarkan tanggapan super keras setelah mengetahui visa staf pendukung mereka ditolak tanpa alasan yang jelas. Mereka tidak tinggal diam!
“Anda kini telah meningkatkan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim sepak bola nasional Iran ke tingkat tertinggi,” tulis kedutaan besar tersebut dengan pedas di akun X pada Sabtu. Seruan pun dilontarkan. Mereka mendesak FIFA untuk segera meminta pertanggungjawaban AS atas pelanggaran aturan-aturan yang berlaku. FIFA tentu kini berada dalam posisi yang sulit.
KETUA FEDERASI JUGA KENA GETAHNYA
Kabar buruk lainnya datang dari internal federasi. Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, termasuk dalam daftar panjang orang-orang yang visanya ditolak! Media Iran di diaspora melaporkan bahwa Taj sendiri adalah mantan anggota Garda Revolusi. Status ini rupanya menjadi ganjalan besar bagi otoritas imigrasi AS.
KONFLIK PANAS MEWARNAI JELANG PIALA DUNIA
Perang Timur Tengah sendiri dimulai setelah AS dan Israel melakukan serangan bom besar-besaran ke Iran pada 28 Februari lalu. Meskipun gencatan senjata 8 April berhasil menghentikan sebagian besar pertempuran, situasi tetap tegang. Baku tembak baru-baru ini antara AS dan Iran semakin menambah tekanan. Gencatan senjata itu nyaris jebol lagi!
Tim Melli, julukan kebanggaan Iran, tergabung dalam Grup G yang cukup berat. Mereka akan menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles. Pertandingan pertama melawan Selandia Baru dijadwalkan pada 15 Juni. Kemudian, mereka akan bertemu Belgia pada 21 Juni. Setelah dua laga sengit di LA, tim harus terbang ke Seattle untuk menghadapi Mesir pada 26 Juni. Padat dan melelahkan! Belum lagi aturan visa yang memaksa mereka bolak-balik Meksiko-AS dalam sehari.
Sebelum keberangkatan mereka ke Meksiko, ada kabar positif dari lapangan hijau. Timnas Iran berhasil mengalahkan Mali dengan skor 2-0 dalam pertandingan persahabatan di Antalya. Sebelumnya, mereka juga sukses menaklukkan Gambia dalam laga pemanasan. Hasil positif ini tentu menjadi suntikan moral yang berharga bagi para pemain. Semoga performa apik ini bisa mereka bawa ke panggung Piala Dunia nanti. Meski harus bolak-balik negara dan tak bisa menginap, semangat tim tetap membara!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











