Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Trump Ultimatum Afghanistan: Serahkan Pangkalan Bagram atau Hadapi Konsekuensi

Cinta-news.com – Donald Trump baru saja menggemparkan dunia. Presiden AS ini melayangkan ancaman keras kepada Afghanistan. Ia menuntut pengembalian Pangkalan Udara Bagram ke Washington. Trump menyampaikan ultimatum menegangkan. Konsekuensi mengerikan akan menimpa Afghanistan jika menolak permintaannya.

Trump Meluncurkan Ancaman Lewat Media Sosial

Trump menulis ancaman ini di Truth Social pada Sabtu, 20 September 2025. Dalam cuitannya yang berapi-api, ia menegaskan, “Jika Afghanistan tidak mengembalikan Pangkalan Udara Bagram kepada mereka yang membangunnya, yaitu Amerika Serikat, HAL BURUK AKAN TERJADI!!!”. Ungkapan peringatan keras ini langsung viral. Berbagai spekulasi pun muncul dari pengamat militer dan politik internasional.

Sebelumnya, pada Kamis (18/9/2025), Trump sudah mengungkapkan keinginan AS tersebut. Saat itu, ia berbicara dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Inggris baru, Keir Starmer. Pernyataannya di forum internasional itu menjadi pemanasan sebelum ancaman terbuka.

Mengenal Pangkalan Udara Bagram

Pangkalan Udara Bagram bukan fasilitas militer biasa. Lokasinya di Kota Bagram, Afghanistan memegang peran strategis. Pasca serangan 11 September 2001, pangkalan ini menjadi pusat komando operasi militer AS dan NATO melawan Taliban.

Namun, Bagram menyimpan catatan kelam HAM. Organisasi seperti Amnesty International dan Human Rights Watch menuduh pasukan AS melakukan pelanggaran sistematis terhadap tahanan di pangkalan tersebut selama periode “Perang Melawan Teror”.

Pangkalan yang Ditinggalkan Secara Kontroversial

Pada Juli 2021, dunia menyaksikan babak baru untuk Bagram. Pasukan AS dan NATO meninggalkan pangkalan ini. Penarikan ini merupakan implementasi kesepakatan damai yang sebelumnya ditengahi Trump sendiri. Namun, keputusan pergi membuka peluang besar bagi Taliban. Dalam waktu singkat, kelompok tersebut berhasil menguasai Afghanistan hingga kini.

Sejak peristiwa itu, Trump terus menyalahkan keputusan penarikan pasukan AS oleh Mantan Presiden Joe Biden. Ia menilai hilangnya kendali atas Bagram sebagai bukti kelemahan kepemimpinan Biden. Trump juga geram melihat pengaruh China yang semakin menguat di Afghanistan pasca-kepergian AS.

Nilai Strategis Besar yang Hilang

Bagi Trump, kehilangan pangkalan udara tersebut merupakan kerugian strategis besar. Lokasi Bagram yang sangat dekat dengan perbatasan China memberikan nilai strategis tinggi. Kedekatan geografis ini vital untuk mengawasi aktivitas militer negara saingan utama AS tersebut.

Pada konferensi pers Kamis lalu, Trump mengumumkan, “Kami sedang mencoba mendapatkannya kembali. Itu mungkin sedikit berita baru. Kami sedang mencoba mendapatkannya kembali karena mereka membutuhkan sesuatu dari kami.” Pernyataan ini mempertegas niatnya untuk menguasai Bagram kembali.

Sinyal Penggunaan Kekuatan Militer?

Pertanyaan besarnya, apakah AS akan mengirim pasukan lagi ke Afghanistan? Ketika ditanya awak media pada Sabtu, Trump tidak menjawab gamblang. Namun, ia kembali menegaskan tekanannya.

“Kami tidak akan membicarakan itu. Tapi sekarang kami sedang berbicara dengan Afghanistan. Kami ingin pangkalan itu kembali, segera. Dan jika mereka tidak melakukannya, kalian akan tahu apa yang akan saya lakukan,” ucap Trump penuh keyakinan. Jawaban samar ini membuat banyak pihak menebak langkah selanjutnya.

Dampaknya Bagi Dunia

Ancaman Trump ini bukan hal sepele. Dunia internasional kini menanti reaksi pemerintah Afghanistan yang dikontrol Taliban. Respons China sebagai pihak berkepentingan juga akan menentukan dinamika ke depan. Apakah Trump hanya menggertak atau benar-benar siap menjalankan ancamannya, hanya waktu yang bisa menjawab. Satu hal pasti, situasi di Asia Tengah kembali memanas dan patut kita waspadai bersama.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version