SEMARANG, Cinta-news.com – Warga Semarang mendadak geger! Kobaran api dengan ganasnya meludeskan ratusan kios di Pasar Kanjengan pada Rabu (29/4/2026) malam. Tragedi ini sontak membuat suasana di kawasan belakang kompleks Pasar Johar berubah menjadi neraka sesaat.
Polisi Masih Olah TKP, Kerugian Ditaksir Mengerikan!
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Heri Wahyudi, langsung terjun ke lokasi dan mengungkapkan fakta mengejutkan. Pihaknya menerima laporan pertama kali sekitar pukul 23.00 WIB. “Perkiraan sementara, sekitar 200 kios hangus dilalap si jago merah,” ungkapnya dengan nada prihatin, Kamis (30/4/2026).
Lebih mencengangkan lagi, api dengan cepatnya membakar Blok F Pasar Kanjengan yang lokasinya berdekatan dengan area pertokoan super sibuk di wilayah Kauman. Hingga detik ini, jajaran kepolisian masih mati-matian melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti dan titik awal kemunculan api. Yang lebih bikin was-was, hingga berita ini diturunkan, nilai kerugian materiil akibat kejadian dahsyat ini belum juga bisa dipastikan!
Damkar Kota Semarang Gagal Tidur, Kerahkan 10 Armada Sekaligus!
Tak mau ambil pusing, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang langsung bergerak cepat. Mereka mengerahkan sedikitnya sepuluh armada andalan ke lokasi kejadian. Kepala Dinas Damkar Kota Semarang, Sih Rianung, menjelaskan bahwa laporan kebakaran pertama kali masuk sekitar pukul 22.00 WIB. Buktinya, petugas sigap dan sudah tiba di lokasi hanya sepuluh menit kemudian.
Proses pemadaman pun berlangsung dramatis! Lebih dari 60 personel dikerahkan habis-habisan. Tak hanya itu, bantuan tambahan datang dari daerah tetangga, masing-masing satu armada dari Kabupaten Semarang dan Demak ikut turun gunung. “Teman-teman langsung sampai ke lokasi, begitu ada laporan kebakaran itu,” tegasnya dengan penuh semangat, Kamis (30/4/2026).
Yang lebih seru, Sih Rianung menambahkan, “Informasi awal dari teman-teman di lapangan, api muncul dengan tiba-tiba dari sisi pojok belakang.” Namun, petugas sempat menghadapi kendala klasik yang bikin gregetan: ketersediaan sumber air menjadi momok menakutkan!
Gagal Fokus! Hydrant Rumahan Tak Berfungsi, Petugas Temukan Solusi Brilian
Kejadian ini semakin runyam ketika beberapa rumah hydrant di sekitar lokasi ternyata tidak dapat dioperasikan secara optimal. Betapa kesalnya para petugas! “Ada beberapa rumah hydrant di sekitar lokasi yang tidak bisa digunakan, ada yang tidak memiliki baterai, bahkan ada juga yang panel listriknya sudah dicopot orang tak bertanggung jawab,” jelas Sih Rianung dengan nada kecewa.
Namun, semangat juang para pahlawan pemadam tak lantas surut. Mereka memutar otak dan akhirnya menggunakan sumber air alternatif yang lain untuk memadamkan api. Hal luar biasa terjadi! “Untungnya di dalam rumah hydrant masih terdapat tandon bawah dengan tekanan air yang cukup kuat, sehingga hal itu masih bisa dimanfaatkan oleh petugas dengan maksimal,” katanya lega.
Berkat kerja keras dan siasat brilian tersebut, api akhirnya berhasil dikendalikan! Kobaran api gagal merembet ke bagian lain pasar. Sebuah kelegaan di tengah keprihatinan yang mendalam.
Misteri Mati Listrik Sebelum Kebakaran, Pedagang Panik Seketika!
Di tengah hiruk-pikuk kejadian itu, seorang pedagang bernama Rusanti mengungkapkan pengakuan yang menggerikan. Ia sempat panik setengah mati saat kebakaran terjadi. Wanita yang sudah lama berdagang di kawasan itu ini nyaris terjebak dan tak bisa menyelamatkan diri ketika api mulai membesar dengan cepat.
Sekitar pukul 21.00 WIB, Rusanti memang tengah bersiap-siap beristirahat di lapaknya. Kondisi saat itu sudah gelap gulita karena listrik padam total. “Saya sudah mau tidur, anak saya tadi juga habis main. Kondisinya memang sudah gelap karena mati lampu,” ujarnya dengan suara bergetar.
Ia menyampaikan fakta penting: listrik padam lebih dulu sebelum kabar kebakaran mulai terdengar. Namun, meski begitu, Rusanti masih belum bisa memastikan apakah pemadaman listrik tersebut berkaitan langsung dengan munculnya api. “Awalnya cuma mati lampu. Saya kira memang listrik padam biasa seperti kemarin-kemarin. Tapi ternyata tiba-tiba ada yang teriak kebakaran dari arah pojok sana (timur),” pungkasnya.
Dari kejadian ini, jelas bahwa koordinasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama. Meski sempat dihadang hydrant yang tak berfungsi, berkat sumber air alternatif yang tetap terjaga, tragedi yang lebih besar pun berhasil dihindari. Semua pihak berharap kejadian serupa tak terulang di masa mendatang.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
