Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Mobil Kepala Dinas Pandeglang Tabrak Kerumunan Siswa SD, 1 Meninggal

PANDEGLANG, Cinta-news.com – Pemerintah Kabupaten Pandeglang akhirnya mengambil sikap tegas dengan memastikan seluruh biaya pengobatan korban kecelakaan maut di depan SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, akan mereka tanggung sepenuhnya.

Kejadian memilukan ini bermula ketika mobil dinas yang ditumpangi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pandeglang, Ahmad Mursidi (58), tiba-tiba menabrak kerumunan siswa SD pada Kamis (30/4/2026) pagi yang sedang asyik bermain.

Satu anak polos berusia 10 tahun bernama Tubagus Muhammad dilaporkan menghembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan teman-teman sekelasnya.

Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, segera bergerak cepat dengan menjenguk para korban yang masih terbaring lemas di RSUD Berkah Pandeglang.

Sosok bupati yang penuh empati ini pun menemui langsung keluarga korban seraya memerhatikan kondisi para siswa yang tengah menjalani perawatan intensif.

“Dijaga kesehatan ya, nak. Semuanya akan kami bantu gratis, nanti Ibu Bupati yang mengurus semuanya,” ucap Dewi dengan nada lembut sekaligus meyakinkan, Kamis.

Bupati Pandeglang Beri Perintah Tegas ke RS: Layani Sebaik Mungkin!

Saat meluangkan waktu menjenguk para korban, Dewi juga memberikan suntikan semangat kepada keluarga korban agar cepat pulih dari trauma yang mendalam.

Bupati yang terkenal merakyat itu telah menginstruksikan pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan terbaik dan tanpa kompromi bagi seluruh korban yang masih dirawat.

Pemerintah daerah, tegas Dewi, akan mengawal ketat proses perawatan hingga para korban benar-benar pulih total, baik fisik maupun mental.

Meski berusaha tegar, Dewi tak kuasa menyembunyikan kesedihannya saat menjenguk para korban, apalagi setelah mengetahui satu orang bocah dilaporkan meninggal dunia di tempat.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, terdapat sembilan orang yang terdampak dalam insiden mengerikan tersebut.

Rinciannya adalah tujuh siswa polos, satu pedagang kaki lima, dan satu orang lainnya yang belum diketahui identitasnya. Dari jumlah itu, satu siswa dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian tanpa sempat mendapat pertolongan.

KRONOLOGI MENGERIKAN! Detik-Detik Mobil Kepala Dinas Meliuk Liuk hingga Menghajar Kerumunan Bocah

Kecelakaan tragis di depan SDN Sukaratu 5 bermula saat mobil dinas Toyota Innova hitam dengan nomor polisi A 1633 BF yang dikemudikan Kepala DPMPTSP Pandeglang, Ahmad Mursidi (58), secara mendadak menabrak kerumunan orang pada Kamis pagi yang cerah.

Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad, mengungkapkan bahwa insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 09.20 WIB, saat para siswa sedang berkumpul dan bermain riang di luar kelas ketika jam istirahat tiba.

“Pengemudi berangkat dari rumahnya kemudian melintas tepat di depan SD tersebut, lalu tiba-tiba membanting setir dan menabrak kerumunan. Untuk tujuannya hendak ke mana, kami belum mengetahui, masih terus diperiksa secara mendalam,” kata Surya, Kamis.

“Korban hingga saat ini mencapai tujuh siswa SD, dengan satu korban meninggal dunia di lokasi. Sementara korban dewasa berjumlah dua orang dan masih dirawat intensif,” ujarnya menambahkan.

Korban meninggal yang teridentifikasi bernama Tubagus Muhammad (10), seorang bocah lugu yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Sementara dua korban dewasa merupakan pengendara motor yang kebetulan melintas dan seorang pedagang yang sedang berjualan di sekitar lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih terus mendalami penyebab pasti kecelakaan tragis tersebut. Dugaan sementara mencakup kemungkinan kelalaian pengemudi maupun faktor kesehatan mendadak yang dialami sang kepala dinas.

Baca Juga: PPIH Bandara Madinah Luncurkan Layanan Payung: Langkah Humanis Lindungi Lansia 

“Penyebabnya masih kami dalami secara profesional, apakah karena kelalaian atau faktor kesehatan yang tiba-tiba menyerang. Kami masih terus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang melihat kejadian secara langsung,” tegasnya.

Saat pertama kali ditemukan di lokasi kejadian yang mencekam, pengemudi terlihat menggunakan selang oksigen yang terpasang di hidungnya. Namun, kondisi kesehatannya secara pasti masih harus menunggu hasil pemeriksaan medis dari tim dokter.

Proses penyelidikan yang transparan ini masih terus berjalan dan tidak akan terhenti. Pengemudi kini menjalani pemeriksaan intensif dengan didampingi oleh pihak keluarga yang turut mengawal proses hukum.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version