LANNY JAYA – Cinta-news.com – Satgas Komando Operasi (Koops) Habema berhasil mencatat kemenangan besar! Mereka berhasil menangkap Mayer Wenda alias Kuloi Wonda, salah satu tokoh penting Organisasi Papua Merdeka (OPM), dalam operasi penyergapan dramatis. Aksi ini terjadi pada Selasa, 5 Agustus 2025, sekitar pukul 16.30 WIT di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan.
Mayjen TNI Lucky Avianto, Panglima Koops Habema, membeberkan fakta mengejutkan. Ternyata, Mayer Wenda sudah lama masuk dalam daftar buronan polisi. Namanya tercantum dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak 2014 karena terlibat sejumlah kasus kriminal brutal.
Daftar Kejahatan Mayer Wenda yang Bikin Ngeri
Berikut sederet aksi kejam yang dilakukan Mayer Wenda selama ini:
- 27 November 2012: Terlibat pembunuhan berencana, pencurian dengan kekerasan, dan pembakaran Mapolsek Pirime.
- 28 Juli 2014: Menghadang patroli Polri di jalan Indawa-Wamena, Kampung Nambume.
- 10 September 2012: Membunuh anggota Polres Tolikara dan merampas senjata api.
- 28 Juli 2014: Terlibat pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan di jalan raya antara Distrik Indawa dan Pirime.
“Setelah lama menghilang, tahun 2014 ia muncul kembali dan langsung mengambil peran strategis sebagai Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya,” tegas Lucky.
Momen Mencekam: Perlawanan Berakhir Tragis
Saat tim keamanan bergerak untuk menangkapnya, Mayer Wenda langsung melawan dengan senjata! Akibatnya, aparat terpaksa mengambil tindakan tegas. “Dia dan seorang rekannya, yang diduga adiknya bernama Dani Wenda, tewas di tempat,” ungkap Lucky.
Tim gabungan segera mengangkut kedua jenazah ke RSUD Wamena untuk menjalani proses identifikasi mendalam. Aparat penegak hukum juga telah berkoordinasi intensif dengan semua pihak terkait guna memastikan proses hukum berlangsung transparan dan akuntabel.
Barang Bukti yang Berhasil Diamankan
Tim gabungan berhasil menyita sejumlah barang bukti penting, antara lain:
- 1 pucuk senjata revolver + 24 butir amunisi
- 2 KTP atas nama Dani Wenda dan Pemina Wenda
- 2 HP (Vivo & Oppo)
- Uang tunai Rp65.000
- 1 noken (tas tradisional Papua)
TNI Tegas: “Kami Jaga Papua sampai Tuntas!”
Lucky menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar penangkapan biasa, melainkan bukti keseriusan TNI dalam menciptakan keamanan di Papua. “Ini komitmen kami untuk menjaga NKRI, terutama jelang HUT RI ke-80,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa tindakan tegas hanya dilakukan terhadap kelompok bersenjata yang mengancam keselamatan warga dan aparat. “Kami tidak main-main. Setiap ancaman akan kami hadapi dengan tegas demi keamanan rakyat Papua,” tandasnya.
Apa Dampaknya bagi Keamanan Papua?
Dengan tumbangnya salah satu tokoh kunci OPM ini, diharapkan stabilitas keamanan di Papua semakin membaik. Masyarakat pun bisa bernapas lega karena ancaman dari kelompok bersenjata mulai terkikis.
“Ini kemenangan untuk rakyat Papua yang ingin hidup damai,” pungkas Lucky.
Dapatkan Berita Terupdate Lainnya di Exposenews.id
