Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Target 14.000 Km Rel, Pemerintah Siapkan Perluasan Kereta Antar Pulau

Cinta-news.com – Pemerintah lagi siap-siap melangkah besar, geng! Bukan kaleng-kaleng, mereka mau ngegas pembangunan jaringan kereta api nasional sampai tembus ke luar Pulau Jawa. Bayangin aja, selama ini kan kita tahu sendiri kalau rel kereta tuh dominan banget di Jawa. Nah, sekarang waktunya Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi kebagian jatah untuk merasakan deru kereta api! Fokus utamanya adalah membangun sistem perkeretaapian Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan Trans Sulawesi. Ini semua bagian dari strategi jitu buat nguatin konektivitas dan bikin distribusi logistik nasional makin ciamik.

Rencana gila-gilaan ini ternyata adalah tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Beliau gak cuma pengen bangun jalur kereta baru, tapi juga pengen ngidupin lagi rel-rel tua yang udah lama gak dipakai (alias sepi dan gak beroperasi). Jadi, selain bikin yang baru, pemerintah juga bakal merawat dan menghidupkan kembali “kenangan” lama biar bisa berguna lagi. Mantap, kan?

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), ikut angkat bicara soal ini. Menurutnya, kereta api itu harus punya peran yang jauh lebih besar di masa depan. Jadi, gak cuma buat angkut orang dari satu kota ke kota lain, tapi harus bisa jadi tulang punggung distribusi logistik. AHY menekankan bahwa sudah saatnya kereta api jadi primadona baru buat ngangkut barang-barang kebutuhan pokok, hasil bumi, atau produk industri antar pulau. Dengan begitu, beban di jalan raya bisa sedikit berkurang, dan ongkos logistik diharapkan bisa lebih efisien.

Kenyataan pahitnya, AHY mengungkapkan bahwa panjang jaringan rel kereta api di Indonesia saat ini baru sekitar 7.000 kilometer (km). Jauh dari kata cukup untuk ukuran negara kepulauan sebesar Indonesia! Dan yang bikin miris, sebagian besar jalur tersebut masih berkutat di Pulau Jawa. Inilah yang bikin pemerataan infrastruktur perkeretaapian menjadi pekerjaan rumah (PR) besar dan mendesak. Gak adil dong kalau hanya Jawa yang maju, sementara pulau-pulau lain masih tertinggal akses keretanya. Makanya, ini jadi prioritas berat yang harus diselesaikan pemerintah.

Karena itulah, sekarang ini pemerintah lagi sibuk menyusun master plan yang super detail buat pengembangan jaringan kereta api yang bakal menjangkau pulau-pulau besar lainnya. Bukan cuma angan-angan, master plan ini bakal menjadi panduan utama pembangunan selama puluhan tahun ke depan. “Hari ini kita punya kurang lebih 7.000 km rel kereta dan itu dominasi di Jawa. Ke depan kami sedang menyusun sebuah master plan untuk pengembangan Trans Sumatera, Trans Kalimantan, dan juga Trans Sulawesi railway system,” tegas AHY dengan penuh semangat dalam acara Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2026 yang disiarkan secara live, Jumat (24/7/2026). Kayaknya ini bakal jadi proyek besar yang dinanti-nanti.

Yang menarik, pemerintah gak cuma fokus bangun jalur baru dari nol. Mereka juga punya rencana strategis untuk reaktivasi jalur-jalur kereta yang sudah ada tapi saat ini cuma jadi “hantu” karena gak lagi digunakan. AHY menyebutkan, langkah cerdas ini adalah bagian dari target jangka panjang yang ambisius: menggandakan panjang jaringan rel nasional! Bayangkan, dari 7.000 km jadi 14.000 km. Itu loncatan yang sangat besar dan bakal mengubah peta transportasi Indonesia secara drastis.

“Ini juga sesuai arahan Pak Presiden Prabowo Subianto di mana kita harus membangun dan atau melakukan reaktivasi terhadap rel-rel kereta yang sudah ada tapi pasif selama ini hingga 14.000 km dalam sekian puluh tahun ke depan,” ungkap AHY. Target ini jelas bukan isapan jempol belaka, karena semua perhitungan dan studi kelayakan sedang dimatangkan. Jadi, siap-siap aja lihat perubahan besar dalam beberapa dekade mendatang.

Tiru Jepang, Ngaku-ngaku Mirip!

Dalam menyusun cetak biru pengembangan jaringan kereta nasional yang super ambisius ini, pemerintah ternyata gak mau asal comot referensi. Mereka secara khusus menjadikan Jepang sebagai salah satu negara acuan utama. AHY menilai, Indonesia dan Jepang tuh punya karakteristik yang relatif mirip sebagai negara kepulauan. Jepang juga punya banyak pulau dan daerah pegunungan, sama kayak kita. Karena itu, keberhasilan Jepang membangun jaringan kereta api yang super efisien dan modern dianggap bisa jadi pelajaran berharga bagi Indonesia.

“Kalau kita menggunakan benchmark, Jepang misalnya sebagai salah satu negara yang memiliki kontur dan karakteristik mirip dengan Indonesia,” ucap AHY dengan nada optimis. Bukan tanpa alasan, Jepang terkenal dengan sistem kereta api yang tepat waktu, canggih, dan menjangkau hampir seluruh pelosok negerinya. Dari Shinkansen yang melesat cepat sampai kereta komuter yang padat, semuanya terintegrasi dengan baik. Ini yang pengen dicontoh oleh Indonesia.

Lebih lanjut, AHY menjelaskan bahwa Jepang berhasil membangun jaringan rel yang sangat luas dan padat. Hasilnya, mereka bisa melayani mobilitas masyarakat di berbagai pulau utama dengan sangat baik, sekaligus memperkuat distribusi logistik dari ujung ke ujung negeri. Padahal, Jepang “cuma” punya sekitar 14.000 pulau, sementara Indonesia punya lebih dari 17.000 pulau! Artinya, tantangan Indonesia secara geografis bahkan lebih berat. Tapi, AHY meyakini, dengan tekad dan perencanaan yang matang, Indonesia bisa meniru kesuksesan Jepang.

“Mereka punya 14.000 pulau, kita punya 17.000 pulau, tapi mereka mengembangkan kereta dengan begitu luas jaringannya sampai dengan bisa digunakan oleh masyarakat di pulau-pulau utama mereka,” kata AHY memberikan gambaran. Pemerintah pun berharap keras, pembangunan jaringan kereta di luar Pulau Jawa nantinya bisa menghasilkan manfaat serupa. Yang paling diincar adalah peningkatan efisiensi distribusi barang antarwilayah yang selama ini masih mahal dan rumit. Kalau ini berhasil, harga barang di berbagai daerah bisa lebih stabil dan terjangkau.

Kurangi Emisi Karbon, Dukung Lingkungan!

Selain buat nguatin konektivitas dan bikin logistik makin oke, pengembangan jaringan kereta api ini juga diharapkan bisa memberikan dampak positif buat lingkungan. Pemerintah menargetkan langkah ini bisa mendukung penurunan emisi karbon nasional secara signifikan. Soalnya, kereta api itu terkenal lebih ramah lingkungan dibandingkan truk-truk besar yang menghabiskan banyak bahan bakar. Dengan beralih ke kereta api, polusi udara dari sektor transportasi bisa ditekan.

Menurut AHY, kalau penggunaan kereta api untuk angkutan logistik meningkat drastis, maka secara otomatis ketergantungan terhadap transportasi barang melalui jalan raya bakal berkurang. Ini adalah strategi jitu untuk mengurangi kemacetan dan kerusakan jalan yang sering disebabkan oleh truk-truk bermuatan berat. “Dengan mengembangkan kereta kita bisa mengurangi 4,2 juta ton CO2. Selain itu kita juga bisa mengurangi penggunaan jalan raya bagi transportasi logistik. Ini penting untuk kita kawal bersama-sama,” jelas AHY. Angka 4,2 juta ton CO2 itu bukan main-main, lho. Itu setara dengan jutaan pohon yang ditanam atau ratusan ribu mobil yang dihilangkan dari jalan raya. Jadi, selain bikin konektivitas makin bagus, proyek raksasa ini juga punya misi mulia untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan global.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *