TANGERANG, Cinta-news.com – Sungai Cisadane berubah jadi sorotan! Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang langsung tancap gas setelah mendeteksi pencemaran mengkhawatirkan di aliran air baku tersebut. Sumber masalahnya? Diduga kuat berasal dari insiden kebakaran gudang pestisida di kawasan Serpong yang terjadi beberapa hari lalu. Sebagai langkah darurat, para petugas pun menuangkan 1.500 liter cairan ekoenzim ke sejumlah titik sungai yang paling terdampak pada Jumat (13/2/2026). Tindakan cepat ini sontak menarik perhatian publik dan media.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan secara rinci proses penyaluran ekoenzim tersebut. Pihaknya menggunakan tangki semprot atau spray tank agar cairan ramah lingkungan ini bisa menyebar merata dan efektif menjangkau area sungai yang terindikasi tercemar. Selain menyemprot, petugas juga mengerahkan perahu untuk berpatroli di aliran sungai. Mereka tidak hanya menyebarkan ekoenzim, tetapi juga mengangkati bangkai hewan dan sampah yang mereka temukan mengambang di sekitar lokasi terdampak. Semua ini mereka lakukan demi memastikan penanganan menyeluruh.
Menurut penjelasan Mahdiar lebih lanjut, langkah kolaboratif ini mereka fokuskan untuk menekan dampak pencemaran secepat mungkin. Target utamanya jelas: mengurangi bau tidak sedap yang mulai meresahkan warga serta membantu proses pemulihan kualitas air secara bertahap dan alami. Dengan demikian, ekosistem sungai diharapkan bisa kembali pulih.
Yang menarik, aksi heroik ini tidak mereka lakukan sendirian. Berbagai unsur relawan dan perangkat daerah bahu-membahu turun ke lapangan. Palang Merah Indonesia (PMI) sigap memberikan bantuan, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) ikut mengerahkan tim, Saka Patriot dari pramuka pun tak ketinggalan. Universitas UNIS dan Perguruan BPK PENABUR juga menunjukkan kepedulian mereka dengan mengirimkan relawan. Dari unsur pemerintah daerah, dukungan penuh mengalir dari BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, dan bahkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang. Sungguh sinergi yang luar biasa!
Ramah Lingkungan, Ekoenzim Jadi Andalan
Pernah dengar soal ekoenzim? Cairan ajaib ini ternyata merupakan larutan hasil fermentasi limbah organik, seperti sisa-sisa buah dan sayuran. Karena berasal dari bahan alami, ekoenzim dikenal sangat ramah lingkungan. Para ahli sering memanfaatkannya untuk membantu mempercepat proses penguraian zat-zat pencemar di perairan. Jadi, pilihan untuk menuangkannya ke Sungai Cisadane sudah sangat tepat dan terukur.
Sekretaris MDMC Kota Tangerang, Yan Evries, kemudian menceritakan awal mula inisiatif ini. Ia mengaku prihatin melihat kondisi Sungai Cisadane yang mendadak mengkhawatirkan. Koordinasi pun mereka lakukan dengan super cepat. Hasilnya? Aksi lapangan langsung mereka realisasikan di hari yang sama! Pada tahap awal, sekitar 500 liter ekoenzim berhasil mereka tuangkan. Namun, Evries menegaskan bahwa itu baru permulaan. Penyaluran akan mereka lanjutkan secara berkala hingga target total 1.500 liter terpenuhi. “Tadi pagi ada obrolan santai, siang langsung bergerak semua dan sore ini kita realisasikan bersama. Hari ini yang kita tuangkan baru 500 dan selanjutnya akan kita tuangkan lagi secara berkala,” ujar Evries penuh semangat, Jumat sore.
Pemkot Tangerang berjanji tidak akan lepas tangan. Mereka menyatakan akan terus memantau ketat perkembangan kualitas air Sungai Cisadane. Mengingat sungai ini selama ini menjadi salah satu sumber air penting bagi masyarakat Kota Tangerang, pengawasannya pun menjadi prioritas. Selain itu, Pemkot juga aktif berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. Tujuannya satu: memastikan penanganan berjalan optimal dan dampak pencemaran bisa mereka tekan semaksimal mungkin.
Pihak Perusahaan Akhirnya Bersuara
Di tengah hiruk-pikuk penanganan, perusahaan yang gudangnya terbakar pun angkat bicara. PT Biotek Saranatama, pengelola gudang pestisida di kawasan Taman Tekno, Tangerang Selatan, akhirnya buka suara. Manajer Operasional mereka, Luki, menegaskan bahwa peristiwa kebakaran pada Senin (9/2/2026) dini hari itu merupakan musibah besar. Ia pun menilai tudingan yang menyebut perusahaannya sengaja mencemari sungai tidak tepat sasaran.
Dengan analogi yang menarik, Luki menjelaskan, “Ini kan musibah. Sama seperti kejadian orang dibegal, lalu akhirnya si pembegal dibunuh misalnya. Itu kan efek. Dia sebenarnya korban juga. Karena ini musibah.” Ia menyampaikan hal tersebut saat ditemui di lokasi, Jumat (13/2/2026). Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa gudang tersebut hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan saja, sama sekali bukan fasilitas produksi apalagi tempat pengolahan limbah.
Pemerintah Pusat Turun Tangan, Sinyal Pidana Menguat!
Isu ini semakin memanas ketika Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, turun langsung meninjau lokasi kebakaran pada hari Jumat yang sama. Hasil peninjauannya cukup mencengangkan. Ia mengaku tidak menemukan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di fasilitas penyimpanan bahan kimia tersebut. Baginya, ketiadaan IPAL ini merupakan sebuah kesalahan fatal yang tidak bisa ditoleransi.
“Saya tidak melihat IPAL-nya. Ini tentu kesalahan fatal yang tidak boleh dilakukan. Sejatinya untuk chemical ini ada perlakuan yang lebih ketat daripada IPAL biasanya,” ujar Hanif dengan nada tegas. Kementerian LH pun langsung mengambil tindakan nyata dengan mengambil ratusan sampel air dan organisme dasar sungai (bentos). Mereka akan menguji sampel-sampel ini secara mendalam di laboratorium untuk mengukur sejauh mana dampak pencemaran, mengingat wilayah terdampak meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang.
Puncaknya, pemerintah memberikan pernyataan keras. Mereka memastikan kasus dugaan pencemaran ini akan mereka proses secara pidana maupun perdata terhadap pihak gudang dan perusahaan terkait. Hanif menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada langkah administratif biasa. Pasalnya, kasus ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai. Kini, semua mata tertuju pada proses hukum dan upaya pemulihan Sungai Cisadane.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
