Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Kasus Pembunuhan Pelajar SMP di Bandung Terungkap, Pelakunya Remaja 16 dan 17 Tahun

BANDUNG BARAT, Cinta-news.com – Duel maut antar remaja berakhir tragis! Polisi akhirnya membekuk dua remaja yang tega menghabisi nyawa pelajar SMP, yang mayatnya membusuk menghebohkan warga di kawasan bekas wisata Kampung Gajah Wonderland, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.

Keduanya, YA (16) dan AP (17), masih duduk di bangku sekolah. Namun, tangan mereka sudah berlumuran darah. Unit Resmob Satuan Reskrim Polres Cimahi meringkus kedua bocah ini di tempat persembunyian mereka, sebuah desa terpencil di Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Sabtu (14/2/2026) malam. Bayangkan, mereka nekat bersembunyi jauh ke selatan Jawa Barat setelah beraksi!

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, tidak menutup-nutupi kasus ini. Dengan tegas ia mengonfirmasi, “Tim kami sudah mengamankan dua pelaku. Mereka masih di bawah umur, kami tangkap di Garut tanpa perlawanan,” ujarnya saat ditemui awak media, Minggu (15/2/2026) kemarin.

Siapa Korban?
Korban adalah ZAAQ, seorang bocah lugu yang masih duduk di bangku SMP Negeri 26 Kota Bandung. Ia dilaporkan hilang sejak 9 Februari 2026, dan selama itu keluarganya hidup dalam ketidakpastian. Pencarian pun sempat menemui jalan buntu.

Kronologi Sadis yang Baru Terbongkar
Lalu, bagaimana rentetan kejadian mengerikan ini? Dari hasil pemeriksaan awal, terungkaplah fakta mencengangkan. Korban ternyata tidak hilang, ia dibunuh! Pelaku dengan sengaja datang ke Bandung pada Senin (9/2/2026) sore. Mereka sudah merencanakan pertemuan dengan korban. Namun, pertemuan itu berubah menjadi pembantaian.

“Korban tewas di hari yang sama, Senin sore. Setelah itu, jasadnya mereka biarkan begitu saja di lokasi eks Kampung Gajah. Selama berhari-hari, tubuh korban membusuk hingga akhirnya ditemukan oleh saksi yang sedang live media sosial pada Jumat malam,” jelas Niko.

Mengapa Bisa Begitu Lama Tak Diketahui?
Jawabannya mengejutkan! Ternyata, pelaku dengan culas memanfaatkan ponsel korban. Mereka dengan sengaja menyebarkan kabar bohong bahwa korban diculik. Informasi penculikan yang sempat viral itu ternyata rekayasa belaka. “Ya, informasi soal penculikan itu kami pastikan sebagai upaya pelaku mengelabui publik dan keluarga. Ponsel korban saat itu ada di tangan mereka,” tegas Kapolres.

Pelarian dan Penangkapan Dramatis
Setelah menghabisi nyawa kawannya sendiri, kedua remaja ini langsung kabur. Mereka pertama kali melarikan diri ke Tasikmalaya. Namun, karena takut dan terus diburu, mereka kembali berpindah tempat. Akhirnya, mereka memilih Garut sebagai tempat persembunyian. Namun, bukan Garut yang aman bagi mereka. Tim Resmob yang terus memburu akhirnya berhasil menemukan lokasi persembunyian di Desa Banyuresmi. Dalam hitungan jam, keduanya langsung dilumpuhkan tanpa perlawanan berarti.

Motif Masih Misteri
Pertanyaan besar kini menggantung: Apa motif di balik pembunuhan keji ini? Polisi masih mendalami peran masing-masing pelaku. Apakah ini masalah dendam pribadi, atau ada motif lain yang lebih kompleks? Penyidik masih bekerja keras mengorek keterangan dari mulut kedua bocah ini. Mereka kini mendekam di sel tahanan Polres Cimahi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Meski masih di bawah umur, aparat penegak hukum tetap menegakkan hukum. Kedua pelaku terancam pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman berat. Namun, karena status mereka sebagai anak-anak, proses hukumnya akan berbeda. Polisi kini berkoordinasi intensif dengan pihak terkait, termasuk Bapas dan Dinas Sosial, untuk memastikan hak-hak mereka sebagai anak yang berkonflik dengan hukum tetap terpenuhi.

Kasus ini kembali menyadarkan kita semua. Darah muda ternyata bisa tumpah hanya karena persoalan yang mungkin sepele. Orang tua, guru, dan lingkungan sekitar harus lebih waspada. Pertemanan yang salah bisa berujung pada petaka. Dua remaja yang seharusnya menikmati masa muda kini harus berhadapan dengan jeruji besi. Nyawa seorang bocah SMP melayang sia-sia.

Kita tunggu saja hasil pemeriksaan lebih lanjut dari polisi. Siapa dalang di balik ini semua? Dan apa sebenarnya yang memicu pertengkaran maut tersebut? Yang jelas, keadilan untuk ZAAQ harus ditegakkan. Kasus ini menjadi pengingat kelam bahwa kekerasan di kalangan remaja bisa terjadi kapan saja, dan di mana saja.

Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com

Exit mobile version