Cinta-news.com – Sungguh meresahkan! Dua SMK di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, harus gigit jari setelah digasak maling hanya dalam kurun waktu satu minggu. Kejadian ini bikin warga sekitar dan para guru tak bisa tidur nyenyak!
Sekolah-sekolah yang menjadi sasaran komplotan pencuri ini adalah SMK Al Inabah yang berlokasi di Desa Jepang, Kecamatan Babadan, dan SMKN 2 Ponorogo di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo. Di kedua lokasi ini, para pelaku tak hanya puas merusak fasilitas sekolah, tapi mereka juga menggasak habis uang tunai dan sejumlah barang elektronik. Total kerugian? Ditaksir mencapai puluhan juta rupiah! Bikin nyesek, kan?
SMK Al Inabah Dibobol, Pelaku Malah Tinggalkan Samurai Bengkok
Pagi-pagi yang biasanya cerah, Rabu (11/2/2026) justru berubah jadi mimpi buruk bagi keluarga besar SMK Al Inabah. Kantor sekolah di Desa Jepang, Kecamatan Babadan itu mendadak heboh. Pasalnya, seorang guru yang datang paling pagi langsung tercengang. Kondisi kantor sudah amburadul! Spanduk depan sekolah robek, neon box hancur, dan yang bikin lebih parah, kamera CCTV juga ikut dirusak.
Kapolsek Babadan, AKP Yudha Setiawan, langsung turun tangan ke lokasi. Ia menjelaskan bahwa para pencuri ini bertindak sangat brutal. Mereka tidak hanya merusak, tapi juga membawa kabur sejumlah barang berharga.
“Barang-barang yang mereka rusak itu neon box dan kamera CCTV. Terus barang yang hilang kayak teko dan kamera. Total kerugian sementara kita taksir sekitar Rp 10 juta,” ujar Yudha saat ditemui di lokasi, Rabu pagi.
Namun, ada satu temuan yang bikin bulu kuduk merinding. Saat polisi menggeledah lokasi, mereka menemukan sebilah samurai di atas lemari salah satu ruang kelas. Parahnya lagi, samurai itu dalam kondisi bengkok! Dari bukti di lokasi, polisi langsung menduga para pelaku memakai senjata tajam itu untuk merusak fasilitas sekolah sebelum akhirnya menggasak barang-barang berharga.
“Kami menemukan sebilah samurai di salah satu ruang kelas, kondisinya udah bengkok. Ini kami duga kuat milik pelaku,” imbuh Yudha serius.
Dari hasil penyelidikan sementara di tempat kejadian perkara (TKP), polisi memperkirakan aksi pencurian ini terjadi sekitar jam 5 sampai 6 pagi. Pelaku sendiri masih dalam pengejaran. “Kami masih selidiki siapa dalang di balik aksi ini,” tegasnya.
Sementara itu, Irwan Ridho, guru yang pertama kali menemukan kejadian nahas ini, menceritakan detik-detik menegangkan itu. Ia mengaku melihat banner depan sekolah sudah compang-camping. Saat hendak masuk ruang guru, ia kaget karena kunci pintu raib dari tempat biasanya. Dengan perasaan was-was, ia pun mengambil kunci cadangan.
Begitu pintu terbuka, wow! Ruang guru sudah seperti kapal pecah. Dua monitor komputer hancur, satu kamera CCTV rusak, kipas angin tak berbentuk, dan CPU juga ikut jadi korban. Tak hanya merusak, pencuri juga membawa kabur kamera milik sekolah. “Barang elektronik rusak parah, kamera sekolah juga hilang digondol maling,” ucapnya dengan nada kecewa.
SMKN 2 Ponorogo Kebobolan Lagi, Uang Rp 66 Juta Raib!
Belum selesai heboh di SMK Al Inabah, giliran SMKN 2 Ponorogo yang kebobolan. Kejadiannya pas Sabtu (14/2/2026) dini hari. Bisa dibayangkan betapa shocknya para guru dan karyawan saat mengetahui kabar ini.
Wakil Kepala SMKN 2 Ponorogo Bidang Sarana Prasarana, Adi Dwi Yulianto, menceritakan kronologinya dengan nada gemas. Penjaga malam yang pertama kali mengetahui peristiwa nahas itu, lalu ia segera melaporkannya. Saat berkeliling, penjaga melihat beberapa pintu ruangan dalam kondisi rusak dan menganga terbuka.
“Pelaku merusak kunci gembok di lima ruangan! Begitu melihat pintu-pintu dalam kondisi rusak, penjaga malam langsung menghubungi saya sekitar jam 6 pagi,” ujar Adi saat ditemui di sekolah, Sabtu.
Dari hasil pengecekan, pelaku ternyata tak hanya iseng merusak. Mereka berhasil menggasak uang Rp 900.000 dari hasil penjualan unit produksi di ruang Usaha Pariwisata (ULP). Tapi tunggu dulu, itu baru permulaan!
Yang lebih parah, mereka juga menyatroni ruang kepala sekolah dan mengambil uang pribadi milik karyawan sebesar Rp 29 juta! Belum lagi dua unit hard disk ikut lenyap. Yang paling mencengangkan, mereka berhasil membobol brankas dan menguras uang sebesar Rp 30 juta di dalamnya.
“Jadi total uang yang hilang mencapai Rp 66 juta. Mereka tidak hanya mengambil uang dari brankas, tetapi juga mengacak-acak ruangan lain untuk mencari barang berharga tambahan. Dua hard disk juga mereka bawa,” ujarnya sambil menghela napas panjang.
Mendapat laporan ini, Kapolsek Ponorogo, AKP Catur Juli Hernawan, langsung bergerak cepat. Petugas pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara teliti. Rekaman CCTV yang Mereka Amankan Diharapkan Jadi Petunjuk Penting
Berdasarkan hasil olah TKP sementara, polisi menduga pelaku masuk dengan cara merusak pagar menggunakan senjata tajam. Setelah berhasil masuk, mereka kemudian merusak pegangan pintu, masuk ke ruangan-ruangan, dan yang paling ekstrem, mereka berhasil membobol brankas besi!
“Kami sudah melakukan olah TKP dan mengambil beberapa rekaman CCTV untuk pendalaman lebih lanjut. Total kerugian sementara kita hitung sekitar Rp 66 juta,” kata Catur menegaskan.
Dua peristiwa pencurian ini jelas bikin resah warga dan dunia pendidikan di Ponorogo. Semoga polisi segera menangkap para pelaku dan memberikan rasa aman kembali!
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
