JAKARTA, Cinta-news.com – Dunia investasi Indonesia kini diguncang skandal besar. Kasus penipuan ini melibatkan sosok influencer keuangan papan atas, Timothy Ronald. Lebih dari 3.500 anggota komunitas Akademi Crypto mengaku sebagai korban. Total kerugian mereka mencapai angka fantastis, yaitu Rp 200 miliar. Polisi menduga skema ini digerakkan Timothy bersama rekannya, Kalimasada.
Merespon hal ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budhi Hermanto, segera bertindak. Pihak kepolisian berencana memanggil pelapor dan saksi kunci pada Selasa (13/1/2026). Budhi menegaskan, penyidik sudah mengundang pihak-pihak terkait untuk klarifikasi. Jadwal pemanggilan mereka tetapkan untuk Selasa besok. Laporan pertama masuk ke Polda Metro Jaya pada 9 Januari 2026. Pelapor melaporkan Timothy dan Kalimasada atas dugaan pelanggaran UU ITE, UU Transfer Dana, serta KUHP. Namun, pemeriksaan terhadap Timothy sebagai terlapor belum mereka jadwalkan.
Lalu, bagaimana klaim para korban? Sebuah unggahan di Instagram @skyholic888 mengungkap fakta ini. Anggota Akademi Crypto ternyata membuat laporan polisi secara kolektif. Komunitas ini sendiri merupakan bentukan Timothy dan Kalimasada. Keduanya secara aktif mendorong anggota untuk menanamkan dana pada aset kripto pilihan mereka. Namun, pengelolaan dana tersebut hanya untuk kepentingan pribadi. Awalnya, para korban merasa takut melapor karena mendapat ancaman. Akhirnya, mereka membentuk grup khusus dan mendatangi polisi bersama-sama. Sebagai bukti, mereka membagikan foto lembar laporan polisi di media sosial.
Di tengah kontroversi ini, publik mempertanyakan keterlibatan Timothy Ronald. Bagaimanapun, ia tetap adalah figur ternama di jagad investasi Indonesia. Sebelumnya, ia mencuri perhatian nasional dengan membeli 11 juta lembar saham BBCA. Aksi ini membuatnya dijuluki “The Next Warren Buffett Indonesia.” Timothy kerap berpesan tentang kesabaran dan disiplin dalam berinvestasi. Ia menyebut keuntungan sebagai buah dari prinsip yang konsisten. Sejak remaja, ia telah menekuni pasar modal. Ia melihat saham sebagai representasi perusahaan, bukan sekadar angka. Ia juga menekankan bahwa kesuksesan sejati mencakup dampak sosial. Baginya, keberhasilan adalah tentang mendorong anak muda berinvestasi jangka panjang. Visi sosialnya termasuk membangun 1.000 sekolah di Indonesia. Ia percaya kekayaan sejati adalah dampak nyata bagi masyarakat.
Kini, kontras ini memantik pertanyaan besar. Bagaimana figur yang mengkampanyekan kesabaran justru menghadapi tuduhan penipuan? Skandal ini menjadi ujian kredibilitas bagi dunia fintech influencer. Semua mata tertuju pada proses hukum di Polda Metro Jaya. Kepercayaan publik harus dipulihkan. Masyarakat menunggu klarifikasi lengkap dari Timothy Ronald. Pada akhirnya, kasus ini menjadi pengingat keras bagi semua investor. Lakukan penelitian mendalam sebelum investasi. Waspadalah terhadap tawaran yang terlalu indah.
Dapatkan juga berita teknologi terbaru hanya di newtechclub.com
