MANADO, Cinta-news.com – Kejutan besar kembali mengguncang dunia ilmiah dan masyarakat Sulawesi Utara! Ikan purba Coelacanth yang selama ini dianggap sebagai “fosil hidup” kembali menunjukkan eksistensinya di perairan Nusantara. Setelah sebelumnya berhasil ditemukan di Gorontalo Utara pada Januari 2025, kini giliran perairan Pulau Siladen, Kota Manado, yang menjadi saksi kemunculan makhluk prasejarah ini pada Jumat (26/6/2026). Fenomena ini sontak membuat para ilmuwan dan pecinta biologi kelautan di seluruh Indonesia bergemuruh!
Meskipun keduanya berasal dari spesies yang sama, yaitu Latimeria menadoensis, namun kedua penemuan ini menyimpan sejumlah perbedaan menarik yang sayang untuk dilewatkan. Mulai dari lokasi kemunculan, kondisi ikan saat pertama kali ditemukan, hingga langkah penanganan yang dilakukan setelah spesimen berhasil diamankan, semuanya memiliki cerita uniknya masing-masing. Penasaran apa saja perbedaannya? Yuk, kita bedah satu per satu!
Lokasi Penemuan: Jauh Berbeda, Namun Sama-Sama Mencengangkan!
Pada penemuan pertama yang terjadi di awal tahun 2025, seekor Coelacanth berhasil ditemukan oleh seorang nelayan bernama Oskar Kaluku di perairan Desa Imana, Kecamatan Atinggola, Kabupaten Gorontalo Utara. Saat itu, tepatnya pada 16 Januari 2025, sang nelayan tidak menduga akan bertemu dengan makhluk purba yang memiliki panjang sekitar satu meter dan bobot mencapai 41 kilogram tersebut. Sayangnya, saat ditemukan, ikan ini sudah dalam kondisi tidak bernyawa atau mati. Meskipun demikian, spesimen ini kemudian segera diamankan dengan sangat hati-hati untuk kepentingan penelitian ilmiah yang mendalam.
Sementara itu, penemuan terbaru yang terjadi pada Jumat (26/6/2026) ini berlokasi di perairan Pulau Siladen yang merupakan salah satu surga wisata bahari di Kota Manado. Ikan purba ini ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang nelayan yang sedang asyik memancing di sekitar kawasan pulau tersebut. Kabar mengenai penemuan ini pun langsung menyebar dengan cepat bagaikan bola api setelah foto dan video ikan tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial. Tak heran jika publik pun sontak dibuat penasaran dan heboh!
Kondisi Coelacanth: Mati Terapung vs Misteri Kemunculan di Permukaan
Perbedaan mencolok lainnya terlihat dari kondisi kedua ikan saat pertama kali berhasil ditemukan. Untuk spesimen yang ditemukan di Gorontalo, kondisi ikan langsung dalam keadaan mati dan segera diamankan dengan prosedur khusus untuk kepentingan riset. Kini, ikan tersebut masih menjadi objek penelitian intensif yang dilakukan oleh para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu.
Berbeda dengan penemuan di Gorontalo, kondisi Coelacanth yang muncul di perairan Pulau Siladen justru menyimpan teka-teki yang masih belum terpecahkan. Pasalnya, ikan purba ini ditemukan dalam keadaan mengapung di permukaan laut, dan hingga saat ini, penyebab pastinya mengapa ikan tersebut muncul hingga ke permukaan masih menjadi misteri besar yang membuat para peneliti garuk-garuk kepala. Apakah karena sakit? Atau ada faktor lingkungan tertentu yang mempengaruhinya? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang kini tengah berusaha dijawab oleh tim ilmuwan.
Penanganan Cepat: Dari Laut Hingga ke Laboratorium!
Salah satu hal yang patut diapresiasi adalah kecepatan penanganan terhadap spesimen terbaru ini. Ketua International Coelacanth Research Center and Museum, Prof Ir Kawilarang W.A. Masengi, membenarkan adanya penemuan terbaru tersebut. “Iya benar,” ujar Masengi dengan tegas saat dikonfirmasi pada Jumat (26/6/2026).
Menurut penjelasan beliau, setelah menerima laporan dari masyarakat, proses evakuasi terhadap ikan purba ini langsung dilakukan dengan sigap. Spesimen tersebut langsung dijemput oleh pihak Balai Taman Nasional Bunaken yang bertugas di kawasan tersebut. “Ikan sudah dijemput. Diambil oleh pihak Balai Taman Nasional Bunaken dan saat ini dititipkan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado,” ungkap Masengi lebih lanjut. Langkah cepat ini tentu sangat krusial untuk memastikan kondisi ikan tetap terjaga dan dapat segera diteliti lebih lanjut sebelum terjadi pembusukan atau kerusakan jaringan.
Nilai Ilmiah yang Sama Pentingnya!
Meskipun ditemukan pada waktu dan lokasi yang berbeda, kedua spesimen ini ternyata memiliki nilai yang sama-sama sangat penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang biologi kelautan dan evolusi. Spesimen yang berhasil ditemukan di Gorontalo hingga saat ini masih terus diteliti secara mendalam oleh tim dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Penelitian yang dilakukan pun terbilang sangat komprehensif, meliputi berbagai aspek mulai dari genetika, kandungan isi perut, sisik, lubang hidung, hingga struktur kepala yang dianalisis menggunakan teknologi canggih seperti endoskopi dan CT-Scan.
Semua penelitian ini diharapkan dapat mengungkap informasi baru yang selama ini masih sangat terbatas mengenai genetika, pola makan, serta karakteristik anatomi dari Coelacanth. Begitu pula dengan penemuan terbaru di Pulau Siladen, diperkirakan akan semakin memperkaya data dan pengetahuan kita mengenai keberadaan Latimeria menadoensis di perairan Sulawesi Utara. Bayangkan, setiap temuan baru seperti membuka lembaran demi lembaran misteri yang selama ini tersembunyi di kedalaman laut!
Habitat Penting bagi Ikan Paling Langka di Dunia!
Perlu kita ketahui bersama, spesies ikan purba ini pertama kali diperkenalkan kepada dunia internasional setelah ditemukan di kawasan Manado pada tahun 1997. Penemuan bersejarah itu pun menjadi tonggak awal pengenalan Latimeria menadoensis sebagai salah satu spesies Coelacanth yang hanya ada di perairan Indonesia. Kemudian, penemuan di Gorontalo pada tahun 2025 yang disusul dengan kemunculan terbaru di Pulau Siladen pada tahun 2026 ini semakin memperkuat dugaan bahwa wilayah perairan utara Sulawesi memang merupakan habitat penting bagi salah satu ikan paling langka dan misterius di dunia.
Keberadaan Coelacanth yang terus bermunculan di perairan Sulawesi Utara ini seakan menjadi bukti bahwa masih banyak sekali misteri alam yang belum terpecahkan dan menunggu untuk diungkap. Bagi para ilmuwan, setiap penemuan adalah seperti menemukan harta karun ilmiah yang tak ternilai harganya. Bagi masyarakat umum, kemunculan ikan purba ini juga menjadi pengingat betapa kayanya keanekaragaman hayati laut Indonesia yang patut kita banggakan sekaligus kita jaga kelestariannya. Jadi, tunggu apalagi? Mari kita bersama-sama menantikan hasil penelitian selanjutnya yang pasti akan semakin mencengangkan!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
