MEDAN, Cinta-news.com — Aksi brutal mendadak mencekam warga Desa Matiti, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara pada Sabtu (12/9/2026). Sebab, sekelompok massa nekat mengamuk, menyerang warga setempat, serta menghancurkan belasan rumah warga hingga berantakan. Oleh karena itu, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat menyisir lokasi kejadian dan sukses menciduk delapan orang yang diduga kuat menjadi dalang utama aksi kekerasan tersebut.
Mengenai penangkapan tersebut, Kasat Reskrim Polres Humbahas AKP Hitler Hutagalung memberikan penjelasan resmi untuk menegaskan langkah hukum penyidik. Menurutnya, aparat kepolisian memastikan bahwa seluruh oknum yang berhasil diseret ke kantor polisi tersebut merupakan warga lokal yang berdomisili di wilayah Kecamatan Dolok Sanggul.
“Petugas kepolisian di lapangan bergerak taktis dan berhasil mengamankan delapan orang terduga pelaku pencetus kerusuhan di Humbahas, yakni sosok berinisial MS (60), PS (49), TB (42), HS (65), TG (66), IS (43), SS (38), dan TS,” tegas AKP Hitler saat memaparkan keterangan pers melalui sambungan telepon seluler pada Senin (14/9/2026) malam.
Selanjutnya, Hitler membeberkan detail peran dari masing-masing individu yang telah tertangkap tersebut. “Dari total delapan orang itu, penyidik mengamankan tujuh orang sebagai terduga pelaku utama perusakan, sedangkan satu orang lainnya terpaksa diamankan petugas karena nekat melakukan perlawanan sengit saat polisi membubarkan penyerangan tersebut,” sambung Hitler dengan tegas.
Geger! 8 Pelaku Langsung Digelandang ke Polda Sumut
Mengingat besarnya skala kerusuhan dan potensi konflik susulan, Polres Humbahas tidak bekerja sendirian dalam mengusut tuntas kasus ini. Karena itu, tim khusus Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumatera Utara langsung turun tangan menerjunkan personel terbaik guna memperkuat proses penindakan hukum.
Alhasil, penanganan perkara berdarah ini secara resmi diambil alih oleh tingkatan yang lebih tinggi di Markas Polda Sumut. Langkah ini bertujuan agar penyidik bisa menjalankan proses penyelidikan, penyidikan, serta pendalaman fakta secara jauh lebih intensif, objektif, dan mendalam.
“Oleh karena itu, saat ini para terduga pelaku beserta dua orang saksi kunci telah dibawa menuju Polda Sumut demi menjalani pemeriksaan maraton dan pendalaman lebih lanjut,” terang AKP Hitler secara meyakinkan.
Jika menelisik akar permasalahannya, insiden berdarah ini sejatinya tidak terjadi begitu saja secara mendadak. Pasalnya, pertikaian hebat tersebut berawal dari perselisihan memanas terkait sengketa tanah yang melibatkan dua kubu keluarga besar, yakni pihak keluarga RBM dan keluarga OPM.
Di sisi lain, Kasi Humas Polres Humbahas Bripka Jafar Simanjuntak turut menyampaikan informasi tepercaya terkait latar belakang perselisihan sengit ini. Beliau mengungkapkan bahwa kedua pihak keluarga tersebut sebenarnya sudah memendam konflik dingin dalam durasi waktu yang sangat lama akibat memperebutkan klaim hak milik atas lahan yang sama.
“Memang benar, antara kelompok keluarga besar RBM dengan keturunan keluarga OPM sudah bertahun-tahun terjebak dalam masalah sengketa lahan yang memicu klaim kepemilikan saling tumpang tindih,” jelas Bripka Jafar secara terbuka saat mengonfirmasi wartawan via telepon pada Senin (14/9/2026).
Sengketa Memanas Berujung Aksi Amuk Massa dan Penyerangan Brutal
Lebih lanjut lagi, Bripka Jafar menceritakan kronologi awal ketegangan yang mendadak meledak jadi aksi anarkis tersebut. Menurut penjelasannya, di tengah pusaran pertikaian yang kian memanas, musibah kebakaran mendadak meratakan sebuah gubuk atau pondok milik kubu keluarga RBM hingga membakar habis bangunan tersebut.
Dampaknya, peristiwa kebakaran pondok itu menyulut kemarahan membara dari pihak keluarga RBM. Tanpa menunggu bukti resmi, kubu RBM langsung menuduh dan mengarahkan tudingan keras bahwa keluarga OPM menjadi dalang utama yang membakar gubuk milik mereka.
Akibat diselimuti rasa dendam dan prasangka buruk tersebut, amarah kubu RBM akhirnya pecah tak terkendali. Tanpa berpikir panjang, massa yang diduga berasal dari kubu RBM langsung melancarkan penyerangan brutal secara mendadak ke permukiman tempat tinggal keluarga OPM.
Alhasil, penyerangan brutal itu menyisakan kepedihan mendalam dan kehancuran fisik di mana-mana. Tercatat sedikitnya delapan orang warga menderita luka-luka serius, sementara belasan rumah tinggal serta deretan kendaraan milik keluarga OPM hancur berantakan diamuk massa.
“Berdasarkan pendataan resmi petugas di lapangan, massa merusak 13 unit rumah warga, satu unit Resto Gracia, tujuh unit mobil beroda empat, satu unit truk roda enam, serta tujuh unit sepeda motor roda dua,” rinci Bripka Jafar saat membeberkan total kerugian material yang menimpa korban.
Melihat kehancuran tersebut, para korban yang merasa dirugikan tidak tinggal diam dan langsung mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan resmi. Saat ini, tim penyidik kepolisian terus bekerja keras menggali fakta lapangan demi membongkar seluruh aktor intelektual serta motif tersembunyi di balik aksi anarkis ini.
“Pihak korban telah melayangkan laporan resmi ke kepolisian, dan kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut secara cepat dengan memeriksa para korban serta saksi-saksi kunci,” tegas Bripka Jafar meyakinkan publik.
Di samping itu, Bripka Jafar menjamin bahwa institusi kepolisian akan mengusut tuntas insiden berdarah ini tanpa pandang bulu. Seluruh tahapan hukum dipastikan bakal berjalan sesuai dengan koridor serta aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Oleh sebab itu, pihak kepolisian mengimbau dengan sangat tegas agar kedua kelompok keluarga yang bertikai bisa segera menahan diri. Kepolisian meminta mereka menghentikan segala bentuk provokasi dan sepenuhnya mempercayakan penanganan masalah ini kepada aparat penegak hukum.
“Kami menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan secara profesional, transparan, serta menjunjung tinggi rasa keadilan, di mana setiap pihak yang terbukti terlibat pasti menerima sanksi tegas sesuai alat bukti sah hasil penyelidikan,” pungkas Jafar.
Mencekam! Rumah Rusak Parah, Uang Tunai dan Barang Berharga Raib Dicuri
Di sisi lain, kehebatan dampak penyerangan brutal di Humbahas ini mendadak menyedot perhatian publik setelah rekaman kejadian tersebut mendadak viral di berbagai platform media sosial.
Berdasarkan pantauan dari video geger yang diunggah oleh akun Instagram @medantalkviral, publik dapat menyaksikan secara jelas betapa parahnya kehancuran yang melanda bangunan tempat tinggal warga. Salah satu bangunan yang mengalami kerusakan paling parah merupakan toko grosir yang menjual barang pecah belah.
Bukan hanya merusak bangunan, perekam video tersebut juga mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai dugaan aksi penjarahan. Ia menyebutkan bahwa sejumlah uang tunai serta berbagai barang berharga milik warga mendadak raib tak berbekas saat massa membobol rumah tersebut.
“Lihatlah kondisinya hancur total, padahal tadi kami menyimpan uang di dalam laci ini, sekarang lacinya hancur dan tidak ada sisa uang sedikit pun di tempat ini! Warung rokok ini juga dirusak dan kami tidak tahu lagi berapa banyak barang yang sudah dicuri,” keluh perekam video dengan nada penuh kepanikan.
Selanjutnya, kamera mengarahkan pandangan ke sudut ruangan lain dan memperlihatkan seorang perempuan pemilik rumah yang terduduk lemas meratapi nasibnya. Wajahnya tampak pucat pasi dan terpukul hebat akibat insiden brutal yang menghancurkan tempat usahanya dalam sekejap.
Tak hanya itu, cuplikan video lain menampilkan suasana memilu saat seorang perempuan tak kuasa menahan tangis di dalam rumahnya yang hancur berantakan. Berbagai sudut bangunan tempat tinggalnya, mulai dari kaca jendela yang pecah berkeping-keping hingga perabotan rumah tangga yang hancur, berserakan memprihatinkan di atas lantai.
Sebagai penutup rekaman yang mengerikan tersebut, pemandangan luar rumah memperlihatkan kondisi kendaraan milik korban yang sangat parah. Tampak jelas satu unit bus berukuran besar serta satu unit mobil pribadi dalam posisi terbalik dengan kondisi bodi yang hancur lebur akibat amukan massa.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
