Cinta-news.com – Dunia kembali diguncang! Amerika Serikat dengan tegas akan memblokade Selat Hormuz pada Senin (13/4/2026) malam ini. Keputusan kontroversial ini langsung bikin pasar global panik dan harga minyak meroket tak terkendali!

Media BBC melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan pemberlakuan blokade terhadap seluruh aktivitas maritim yang terkait dengan Iran akan dimulai pada Senin pukul 10:00 waktu Eastern Time (ET) atau tepat pukul 21.00 WIB malam ini. Bayangkan, detik ini juga kapal-kapal mulai dihadang!
Pemerintah AS mengambil kebijatan dramatis ini setelah perundingan damai antara AS dan Iran di Pakistan gagal total tanpa menghasilkan satu kesepakatan pun. Meja perundingan pun hancur berantakan!
Keputusan gila-gilaan AS untuk memblokade Selat Hormuz diambil di tengah kondisi yang sangat rapuh, di mana gencatan senjata selama dua pekan sebelumnya hampir ambruk. Ingat, konflik bersenjata di kawasan Teluk selama enam minggu telah menewaskan ribuan nyawa tak berdosa dan mengacaukan pasokan energi global. Sungguh momen yang mencekam!
Trump dengan lantang menyatakan bahwa militer AS akan segera memulai blokade terhadap kapal-kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran. Lebih tegas lagi, ia memperingatkan bahwa kapal mana pun yang nekat membayar pungutan kepada Iran untuk melintasi perairan tersebut tidak akan mendapatkan jaminan keamanan sedikit pun di laut lepas. Ancaman ini bukan main-main!
CENTCOM BONGKAR RAHASIA TEKNIS BLOKADE!
Komando Pusat AS atau US Central Command dengan gamblang menjelaskan cara kerja blokade ini. Pihak militer akan menerapkan blokade secara menyeluruh terhadap semua kapal tanpa pandang bulu. Mau kapal dari negara mana pun, jika berlayar menuju atau keluar dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran, maka akan kena getahnya!
Menurut laporan Reuters, wilayah yang tercakup dalam blokade ini sangat luas, meliputi seluruh pelabuhan Iran di Teluk Arab (Teluk Persia) hingga ke Teluk Oman. Artinya, kapal tanker raksasa maupun kapal niaga biasa dari negara sahabat sekalipun tetap akan diperiksa ketat dan berpotensi dicegat jika terbukti berhubungan dengan pelabuhan Iran. Tidak ada yang bisa lolos!
Namun demikian, CENTCOM dengan tegas menegaskan bahwa kebijakan panas ini tidak akan mengganggu kebebasan navigasi internasional. Pihak AS menjamin kapal-kapal yang hanya melintas di Selat Hormuz menuju atau dari pelabuhan non-Iran tetap diperbolehkan melintas tanpa hambatan. Jadi jangan panik dulu kalau cuma lewat!
Pihak militer AS juga berjanji akan memberikan pemberitahuan resmi kepada seluruh pelaku pelayaran komersial sebelum blokade benar-benar diberlakukan. Langkah ini diambil untuk menghindari gangguan besar-besaran terhadap lalu lintas maritim global yang sudah kacau balau.
Lebih mencengangkan lagi, Trump mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai menghancurkan ranjau laut yang dipasang Iran di Selat Hormuz. Ingat, selat ini adalah jalur strategis yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan energi dunia! Jika ranjau-ranjau itu meledak, bisa dipastikan harga BBM di seluruh dunia akan naik drastis!
IRAN BALAS DENGAN ANCAMAN MENGERIKAN!
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran dengan sigap memberikan respons keras. Mereka memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang berani mendekati wilayah perairan mereka akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan ditindak tegas di tempat. Perang terbuka seolah sudah di depan mata!
Ketegangan ini semakin memuncak setelah perundingan di Islamabad gagal mencapai kesepakatan. Sungguh ironis, karena kedua pihak sebenarnya hampir menemukan titik temu!
Menurut pejabat AS, Iran dengan tegas menolak sejumlah tuntutan utama Washington. Tuntutan-tuntutan itu meliputi penghentian pengayaan uranium, pembongkaran fasilitas nuklir utama, serta penghentian dukungan terhadap kelompok seperti Hamas, Hizbullah, dan Houthi. Iran tidak mau menyerah!
Namun, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dengan pedas menuding bahwa AS-lah yang mengubah aturan negosiasi di saat-saat akhir ketika kesepakatan hampir tercapai. Menurutnya, AS tidak bisa dipercaya sama sekali!
GEMPAR! HARGA MINYAK LANGSUNG JEBOL 100 DOLAR!
Pengumuman blokade ini langsung mengguncang pasar global dengan dahsyat. Harga minyak mentah melonjak lebih dari 7 persen hingga menembus angka 100 dollar AS per barel dalam perdagangan Asia pagi ini. Sementara itu, dolar AS menguat tajam dan pasar saham AS mulai melemah. Investor panik total!
Data pelayaran terkini menunjukkan bahwa kapal-kapal tanker mulai menghindari Selat Hormuz dengan cepat menjelang penerapan blokade. Padahal, jalur ini merupakan salah satu titik paling vital dalam distribusi energi dunia. Jika kapal-kapal ini berhenti beroperasi, maka krisis energi global bisa segera terjadi!
Para analis dengan suara bulat menilai langkah AS ini berisiko sangat tinggi. Mantan pejabat Pentagon, Dana Stroul, menyebut strategi tersebut sulit dijalankan sendirian oleh AS dan berpotensi tidak berkelanjutan dalam jangka menengah hingga panjang. Apakah AS mampu bertahan?
Meskipun demikian, Trump tetap bersikukuh pada pendiriannya. Ia menyatakan tidak keberatan sedikit pun jika Iran tidak kembali ke meja perundingan. Dengan lantang, ia menegaskan bahwa tekanan terhadap Teheran akan terus ditingkatkan tanpa ampun.
Di tengah situasi panas ini, banyak pihak memperkirakan bahwa pemulihan arus energi global akan memakan waktu yang sangat lama. Artinya, harga bahan bakar berpotensi tetap tinggi dalam jangka panjang dan akan menambah tekanan inflasi yang sudah kronis di berbagai negara. Rakyat kecil lagi-lagi yang menjadi korban!
Kesimpulannya, dunia sedang berada di ambang krisis energi terbesar dalam satu dekade terakhir. Blokade yang diberlakukan AS malam ini pukul 21.00 WIB akan menjadi penentu apakah konflik ini bisa mereda atau justru meledak menjadi perang terbuka. Semua mata kini tertuju ke Selat Hormuz, jalur vital yang nasibnya akan menentukan harga BBM di seluruh dunia!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











