Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Polisi Tembak Mati Buronan Begal Lintas Provinsi di Lampung Timur

BANDAR LAMPUNG, Cinta-news.com – Akhir pekan mencekam baru saja terjadi di Lampung! Pelarian buronan kelas kakap yang sudah meresahkan lintas provinsi akhirnya berakhir tragis. Seorang begal sadis berinisial Ji, yang juga spesialis curanmor, meregang nyawa setelah timah panas polisi memburuinya hingga ke persembunyian terakhirnya di Lampung Timur. Tim Satreskrim Polresta Bandar Lampung terpaksa mengambil tindakan ekstrem karena si buronan bersikap super nekat!

Buronan Begal Tewas

Kabar mengejutkan ini langsung dikonfirmasi oleh pihak kepolisian. Ji tewas setelah petugas melumpuhkannya di lokasi persembunyiannya. Mengapa polisi sampai mengambil tindakan tegas? Ternyata, saat hendak diringkus, Ji bukan cuma kabur, tapi juga nekat melawan aparat! Karena sikapnya yang membahayakan itu, polisi pun tidak punya pilihan lain selain menembaknya dengan terukur.

“Kami terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur. Sebab, setelah berhasil kami amankan, pelaku berusaha kabur lagi,” ungkap Kompol Gigih Andri Putranto, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, saat memberikan keterangan pers di RS Bhayangkara, Rabu (3/6/2026). Suasana konferensi pers pun terasa tegang saat ia membeberkan kronologi penangkapan malam itu.

Buronan Super Licin Akhirnya Terendus di Lampung Timur

Kisah pengejaran ini sebenarnya sudah berlangsung lama. Kompol Gigih menjelaskan bahwa Ji sudah masuk dalam daftar pencarian buronan Tim Gabungan Polresta Bandar Lampung selama berbulan-bulan. Pelaku diduga kuat terlibat dalam puluhan aksi begal dan pencurian sepeda motor di wilayah Kota Bandar Lampung yang kerap bikin warga ketakutan.

Namun, buronan sekelas Ji memang dikenal pintar bersembunyi. Tim kepolisian bekerja keras memantau pergerakannya. Baru setelah melakukan analisis intensif, keberadaan Ji akhirnya tercium kembali! Tim pun langsung bergerak cepat setelah memastikan lokasi persembunyiannya berada di sebuah wilayah terpencil di Lampung Timur.

Setelah lokasi dipastikan akurat, polisi langsung melakukan penyergapan kilat untuk membekuk buronan lintas provinsi tersebut. Sayangnya, proses penangkapan yang sudah direncana dengan matang itu berlangsung super tegang. Ji sama sekali tidak menunjukkan niat untuk menyerahkan diri. Malah sebaliknya, ia bersikap brutal dan agresif!

Aksi Nekat: Todongkan Senjata Api ke Dada Polisi!

Inilah bagian paling mendebarkan! Gigih membeberkan fakta mengerikan bahwa Ji tiba-tiba mengeluarkan senjata api rakitan saat hendak ditangkap. Bahkan dengan penuh keberanian (atau nekatnya), pelaku berani menodongkan senjata api itu tepat ke arah anggota Polresta Bandar Lampung yang sedang berusaha mengepungnya.

Situasi di lokasi kejadian seketika berubah menjadi tegang bak film action. Melihat koleganya terancam bahaya maut, petugas yang lain pun terpaksa mengambil langkah cepat dan antisipatif. Target utamanya jelas: mencegah jatuhnya korban jiwa dari pihak kepolisian maupun warga sekitar.

“Kami tetap melakukan pengejaran walaupun petugas sempat terluka dalam insiden itu. Pelaku juga sempat melarikan diri lagi sebelum akhirnya kami kejar,” tutur Gigih, menceritakan momen bikin jantung berdebar itu, Rabu (3/6/2026). Pelarian Ji ternyata hanya berjarak beberapa meter sebelum timah panas kembali melesat.

Gigih menegaskan bahwa tindakan melumpuhkan pelaku dengan tembakan itu sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Pihaknya tidak asal tembak. Tindakan tersebut mengacu pada Peraturan Kepolisian (Perkap) Nomor 1 Tahun 2025, di mana polisi telah memperhatikan tahapan penggunaan kekuatan secara bertahap.

Sebelum melepaskan tembakan mematikan, tim gabungan sudah memberikan banyak kesempatan. Polisi mengaku telah memberikan peringatan lisan yang keras. Bahkan, mereka juga melepaskan tembakan peringatan ke udara sebagai langkah terakhir pencegahan. Namun, peringatan-peringatan itu sama sekali tidak diindahkan oleh si buronan.

“Ji tetap melawan dan membahayakan. Oleh karena itu, kami melakukan tindakan tegas secara terukur,” tegas Gigih dengan nada mantap.

Polisi Bongkar Jaringan: Bukan Pelaku Tunggal, Ada Senpi Rakitan!

Saat ini, kepolisian masih gencar menelusuri asal-usul senjata api rakitan yang digunakan Ji untuk melawan petugas. Tim forensik langsung menganalisis barang bukti tersebut. Senjata api itu diduga kerap dipakai Ji untuk menakut-nakuti para korban saat beraksi di jalan-jalan sepi. Dan terbukti, senjata yang sama juga digunakannya saat duel melawan petugas dalam proses penangkapan malam itu.

Berdasarkan catatan kriminal polisi, ternyata Ji bukanlah seorang pelaku tunggal. Ia merupakan bagian penting dari jaringan begal dan curanmor lintas provinsi. Jaringan ini sudah memiliki rekam jejak kriminal yang panjang dan tersebar di beberapa kota besar.

“Sebelumnya, jaringan ini sudah kami ungkap di Tangerang. Jadi ini merupakan satu komplotan yang sama, dan memang mereka menggunakan senjata api dalam setiap aksinya,” tutur Gigih mengungkap fakta baru. Pengungkapan di Lampung ini menjadi sambungan rantai dari pengungkapan sebelumnya di Banten.

Polisi Waspada: Pelaku Dikenal Super Nekat!

Kompol Gigih mengakui bahwa pihaknya harus bekerja ekstra hati-hati saat melakukan penyergapan. Mengapa? Karena pelaku terkenal selalu membawa senjata api rakitan kemanapun ia pergi, bahkan saat tidur sekalipun. Tim gabungan pun menyusun strategi matang dan antisipasi berbagai kemungkinan sebelum benar-benar menginjakkan kaki di lokasi persembunyian pelaku.

“Makanya kami dalam pelaksanaan tugas bersama tim gabungan telah melakukan upaya-upaya secara hati-hati dan penuh perhitungan. Dengan cara itu, kami akhirnya dapat menangkapnya,” kata Gigih menjelaskan pendekatan taktis yang digunakan.

Selain dikenal sebagai pelaku kejahatan jalanan yang sadis, Ji juga disebut-sebut sebagai pengguna narkoba aktif. Polisi menduga keras bahwa kondisi pengaruh narkoba itulah yang membuat pelaku bertindak super nekat dan kehilangan naluri takutnya saat disergap petugas di Lampung Timur. Dalam keadaan tidak sadar, ia nekat melawan meski kepungan polisi sudah sangat ketat.

Jenazah Akhirnya Diserahkan ke Keluarga

Setelah tubuhnya berhasil dilumpuhkan oleh timah panas petugas, Ji sempat mendapatkan pertolongan medis pertama di lokasi. Tim medis langsung membawanya ke rumah sakit terdekat untuk perawatan intensif. Namun, nyawanya tidak tertolong. Pelaku kemudian dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi penuh dengan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung terkait penanganan jenazah dan administrasi medis. Semua prosedur pasca-insiden dijalankan secara transparan. Akhirnya, jenazah Ji diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan, menutup catatan hitam aksi begal lintas provinsi yang meresahkan itu.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *