Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Polisi Gagalkan Penyelundupan 23 Motor Curian ke Jambi, Pelaku Sembunyikan di Dalam Bus

Cinta-news.com – Bayangkan, puluhan motor curian bukan diselundupkan lewat jalur tikus atau kapal nelayan, melainkan dengan berani disembunyikan di dalam sebuah bus antarkota yang melaju santai di jalan raya. Namun, aksi maut jaringan lintas pulau ini akhirnya gagal total setelah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon Kota dengan cerdik menggagalkan upaya penyelundupan 23 unit sepeda motor hasil curian yang hendak dikirim dari Jawa Barat ke Jambi. Sungguh, ini adalah pengungkapan yang membuat publik terkesima.

Penggerebekan Dramatis di Palimanan Gemparkan Warga

Saat bus tersebut melintas di kawasan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, petugas langsung mengadang dan menggeledah setiap sudut kendaraan. Alhasil, puluhan motor curian itu pun ditemukan tersembunyi rapi di kompartemen bagasi dan sela-sela kursi. Tanpa buang waktu, polisi langsung mengamankan seluruh barang bukti dan menginterogasi awak bus yang tampak pucat pasi.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, dengan tegas menjelaskan kepada awak media bahwa kasus ini bermula dari penangkapan seorang penadah berinisial MR di Kabupaten Indramayu pada Jumat malam, 5 Juni 2026. Setelah menangkap MR, tim langsung melakukan pengembangan dan mendapat titik terang. “Dari hasil pemeriksaan awal, kami langsung memutar otak dan menemukan fakta mengejutkan bahwa puluhan motor sudah dalam perjalanan menuju Muaro Jambi,” ujar Eko dengan nada waspada.

Penangkapan Penadah Jadi Kunci Pengungkapan Kasus

Begitu MR berhasil diringkus, polisi tidak memberikan kesempatan baginya untuk berpikir panjang. Interogasi intensif pun segera dilancarkan, dan dari sanalah terkuak fakta bahwa pelaku baru saja mengirimkan 23 unit kendaraan ilegal yang diangkut menggunakan sebuah bus dari salah satu pool di Jawa Tengah. Dengan informasi berharga itu, tim bergerak cepat bagaikan kilat.

Begitu petugas mendapat petunjuk tersebut, mereka langsung melesat melaju kencang memburu bus maut itu. Pengejaran dramatis pun terjadi hingga akhirnya bus berhasil dihentikan tepat sebelum sempat menyeberang ke Pulau Sumatera. Bayangkan, jika terlambat beberapa jam saja, puluhan motor curian itu sudah lenyap di seberang lautan.

Modus Kreatif Tapi Tetap Gagal Total

Menurut pengakuan pelaku kepada polisi, jaringan ini sengaja menyembunyikan kendaraan curian di dalam bus untuk mengelabui petugas di jalan. Selain itu, demi memperlancar pengiriman, mereka dengan licik memanfaatkan minimnya pemeriksaan dokumen kendaraan di sejumlah pool bus. Modus ini tergolong rapi namun tetap terbongkar juga.

Bukan hanya menyamarkan fisik kendaraan, jaringan kriminal ini pun dengan sengaja mengubah identitas motor hasil curian. Caranya? Mereka dengan berani memalsukan nomor rangka dan nomor mesin. “Modusnya, nomor rangka dan nomor mesin motor hasil curian ini diketok ulang. Kemudian mereka mencari pola kesamaan dengan STNK-STNK bekas yang mereka kumpulkan untuk mencocokkan identitas kendaraan,” ungkap Eko Iskandar di hadapan wartawan.

Jaringan Besar Lintas Pulau Mulai Terendus Polisi

Hasil penyelidikan polisi menunjukkan bahwa MR bukanlah pemain kecil. Ia berperan sebagai penampung utama motor curian yang berasal dari berbagai wilayah, seperti Cirebon Raya, Indramayu, Majalengka, hingga Kuningan. Dengan begitu, polisi menduga kuat bahwa jaringan ini telah beroperasi lama dan memiliki sistem distribusi lintas pulau yang terorganisir rapi.

Fakta mencengangkan lainnya adalah beberapa motor yang ditemukan di dalam bus ternyata baru dilaporkan hilang dalam dua hari terakhir. Artinya, jaringan ini bergerak super cepat begitu mendapatkan target. Polisi pun menyebut bahwa ini termasuk jaringan besar yang tidak bisa dianggap remeh.

Dalam kurun waktu satu tahun saja, pelaku ini diperkirakan sudah menjual dan mengirimkan lebih dari 100 unit sepeda motor hasil kejahatan ke luar pulau. Jumlah fantastis itu langsung membuat publik bergidik membayangkan berapa banyak korban yang dirugikan. “Ini baru yang terungkap, mungkin masih banyak yang belum kami temukan,” tegas AKBP Eko dengan raut serius.

Saat ini, pengembangan kasus terus dilakukan oleh aparat kepolisian untuk memburu penadah utama yang diduga bersembunyi di wilayah Jambi. Di samping itu, jaringan curanmor yang memasok kendaraan-kendaraan tersebut juga sedang dalam proses pengungkapan lebih lanjut. Semoga saja seluruh dalang di balik sindikat maut ini segera ditangkap dan diadili.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version