GORONTALO, Cinta-news.com – Misteri hilangnya sebuah speedboat yang membawa 11 wisatawan asing di perairan Sulawesi kini menyita perhatian publik. Kapal cepat tersebut dilaporkan putus kontak saat menempuh perjalanan dari Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, menuju Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Namun, upaya pencarian terhadap kapal tersebut masih belum bisa dilaksanakan hingga Jumat (24/7/2026) malam. Penyebab utamanya adalah gelombang tinggi yang menerjang perairan Teluk Tomini, sehingga petugas SAR harus menunggu waktu yang tepat demi keselamatan tim penyelamat.
Basarnas Gorontalo dengan tegas menyatakan bahwa operasi SAR baru akan digelar setelah kondisi cuaca benar-benar mendukung. Kepala Kantor Basarnas Gorontalo, Heriyanto, mengungkapkan bahwa tinggi gelombang di lokasi pencarian diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2,5 meter. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya bagi keselamatan personel yang akan diterjunkan ke tengah laut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Danlanal. Jika cuaca sudah membaik, InsyaAllah besok kami akan segera melaksanakan pencarian terhadap kapal tersebut. Tim kami dari Marisa juga akan langsung diterjunkan ke lokasi,” ujar Heriyanto dengan nada penuh harap, Jumat (24/7/2026).
Gelombang Tinggi Menjadi Pertimbangan Utama
Heriyanto menegaskan bahwa kondisi gelombang menjadi salah satu faktor krusial sebelum operasi pencarian dimulai. Menurutnya, pencarian tidak dilakukan pada malam hari karena kondisi laut yang masih belum stabil dapat membahayakan keselamatan personel SAR yang akan diturunkan. Keselamatan tim penyelamat adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar-tawar.
Basarnas pun tidak tinggal diam. Mereka telah berkoordinasi secara intens dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) dan berbagai unsur SAR lainnya untuk menyiapkan operasi pencarian segera setelah cuaca berubah bersahabat. Tim Basarnas Pos Marisa juga sudah disiagakan dan siap bergabung kapan saja apabila kondisi perairan sudah memungkinkan.
Speedboat Hilang dalam Perjalanan Menuju Gorontalo
Berdasarkan data yang dihimpun, speedboat nahas tersebut diketahui membawa total 13 orang di dalamnya. Terdiri dari 11 wisatawan asing, seorang nakhoda, dan satu anak buah kapal (ABK). Kabar hilangnya kapal ini tentu saja membuat keluarga dan kerabat para penumpang merasa cemas dan khawatir.
Informasi yang diterima Basarnas menyebutkan bahwa kapal tersebut berangkat dari Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 07.00 Wita. Mereka menuju Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, dengan estimasi waktu perjalanan sekitar empat jam. Artinya, speedboat itu seharusnya sudah tiba di tujuan pada pukul 11.00 Wita. Namun, hingga waktu yang telah diperkirakan, kapal tersebut tak kunjung merapat ke dermaga dan seluruh upaya komunikasi gagal dilakukan. Akhirnya, kapal pun dinyatakan hilang kontak.
Basarnas Pastikan Kapal Belum Ditemukan, Hoax Beredar!
Begitu menerima laporan kehilangan, Basarnas Gorontalo langsung bergerak cepat. Mereka berkoordinasi dengan Lanal dan sejumlah unsur terkait untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai keberadaan speedboat tersebut. Namun, di tengah proses pencarian yang belum dimulai, beredar kabar yang cukup menghebohkan. Informasi yang tidak bertanggung jawab menyebutkan bahwa kapal telah ditemukan dan ditarik oleh kapal nelayan. Heriyanto pun dengan sigap membantah kabar bohong tersebut.
“Kami tadi mendapatkan informasi bahwa kapal tersebut sudah ditarik oleh kapal nelayan, tetapi berita itu tidak benar. Sampai sekarang kapal belum ditemukan,” tegas Heriyanto dengan lugas.
Hingga Jumat malam, Basarnas juga masih belum memperoleh informasi valid mengenai posisi terakhir speedboat ataupun kondisi terkini dari 11 wisatawan asing beserta dua awak kapal yang berada di dalamnya. Semua masih menjadi tanda tanya besar yang menyelimuti laut Teluk Tomini.
“Untuk saat ini belum ada yang tahu bagaimana kondisi wisatawan tersebut beserta ABK-nya. Sampai saat ini belum mendapatkan informasi yang jelas bagaimana kondisinya,” ujar Heriyanto dengan nada prihatin.
Meski operasi pencarian dihentikan sementara, Basarnas memastikan bahwa tim SAR gabungan akan segera diterjunkan untuk menyisir perairan Teluk Tomini begitu cuaca berubah ramah. Seluruh pihak terus berdoa semoga speedboat dan seluruh penumpangnya segera ditemukan dalam keadaan selamat. Saat ini, seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait masih menanti kabar baik dari tengah laut yang diselimuti gelombang tinggi tersebut. Semoga kejadian ini segera menemukan titik terang.
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.
