Batam, Cinta-news.com – Jajaran Kepolisian Resor Kota Batam-Rempang-Galang (Barelang) baru saja meledakkan fakta mengejutkan. Mereka memusnahkan tumpukan barang bukti narkotika hasil penggerebekan dua bulan terakhir. Ternyata, modus baru ini sangat licin dan membuat publik terperangah.
Bayangkan, polisi tidak hanya menyita sabu dan ekstasi biasa. Lebih dari itu, petugas menemukan ribuan cartridge liquid vape yang ternyata mengandung zat berbahaya. Tren baru ini sontak menjadi momok mengerikan dalam peredaran narkotika di kota pelabuhan tersebut.
Wakapolresta Barelang, AKBP Fadli Agus, dengan tegas mengungkapkan bahwa pemusnahan ini merupakan akumulasi dari 12 laporan polisi. Semua laporan tersebut sudah mendapatkan penetapan hukum untuk dimusnahkan. Ia kemudian merinci secara gamblang barang bukti yang turut dilenyapkan.
Pertama, petugas membabat habis 6 bungkus sabu dengan total berat mencapai 1.075,65 gram. Kedua, polisi juga membumihanguskan 57 butir ekstasi. Namun yang paling mencengangkan, aparat melenyapkan 1.931 cartridge liquid vape yang mengandung zat adiktif mematikan. Jumlah ini sungguh luar biasa!
Fadli menegaskan bahwa langkah berani ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian. Mereka bertekad membasmi peredaran gelap narkotika di wilayah Batam tanpa pandang bulu. “Pemusnahan ini adalah bentuk komitmen kami dalam menekan peredaran narkotika, khususnya di wilayah Barelang,” ujara di Batam, Selasa (28/4/2026) dengan lantang.
Selanjutnya, dari serangkaian pengungkapan kasus tersebut, polisi telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka. Saat ini, seluruhnya masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Kasus ini menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkotika tetap aktif dan terus berkembang biak seperti virus.
Oleh karena itu, kondisi darurat ini tentu membutuhkan pengawasan superketat dari aparat penegak hukum. Masyarakat pun diimbau untuk tidak lengah karena ancaman datang dari arah yang tidak terduga.
Kenapa Liquid Vape Tiba-Tiba Jadi Pusat Perhatian Mengerikan?
Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang, Kompol Arsyad Riyandi, menguak fakta mengejutkan lainnya. Tren peredaran narkotika saat ini benar-benar mengalami pergeseran drastis. Dulu, sabu mendominasi pasar gelap. Namun sekarang, zat berbahaya lebih banyak ditemukan menyamar dalam bentuk liquid vape yang keren dan kekinian.
“Mayoritas vape ini berasal dari Malaysia,” ungkap Arsyad dengan suara tegas. Petugas berhasil mengungkap kasus ini saat barang haram tersebut baru masuk ke Batam. Polisi pun langsung bekerja sama dengan Bea Cukai. Kolaborasi ini bertujuan melakukan pencegahan dan penindakan sejak barang masih berada di pintu masuk.
Lebih lanjut, Arsyad menjelaskan bahwa liquid vape tersebut mengandung zat sadis seperti ketamine dan etomidate. Kedua senyawa ini termasuk dalam kategori narkotika dan obat keras yang sangat berbahaya. “Kalau sebelumnya ungkapan narkoba didominasi sabu, sekarang mulai bergeser ke vape. Ada liquid yang mengandung ketamine, ada yang etomidate. Ini menjadi perhatian serius kami,” tegasnya sambil mengepalkan tangan.
Selain bentuknya yang lebih tersamar dan sulit dideteksi, harga jual liquid vape tersebut juga tergolong selangit. Arsyad membeberkan fakta mencengangkan, satu cartridge saja bisa terjual hingga sekitar Rp2,5 juta. Bayangkan, itu harga untuk sekali hisap yang bisa menghancurkan masa depan!
Langkah Polisi dan Imbauan untuk Masyarakat
Polresta Barelang menyatakan terus menguatkan kerja sama lintas instansi. Mereka menggandeng Bea Cukai secara maksimal untuk mencegah masuknya narkotika dari luar negeri. Apalagi Batam merupakan jalur perbatasan yang sangat rawan penyelundupan.
Tidak hanya berhenti pada penindakan, kepolisian juga gencar meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Mereka menjelaskan secara rinci bahaya narkotika dan berbagai modus baru peredarannya. Semua upaya ini dilakukan agar publik tidak mudah terjerumus.
Wakapolresta Barelang, AKBP Fadli Agus, kembali mengimbau masyarakat dengan nada serius. Ia meminta warga agar lebih waspada terhadap berbagai modus baru peredaran narkotika. Terutama melalui media vape yang kini semakin marak dan digandrungi generasi muda. “Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera memberikan informasi kepada kepolisian,” pesannya dengan penuh harap.
Dengan semua fakta ini, satu kesimpulan bisa ditarik. Peredaran narkotika kini semakin kreatif dan berbahaya. Semua pihak harus bahu-membahu melawan kejahatan ini. Jangan biarkan zat berbahaya dalam vape merusak generasi bangsa!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











