BANDUNG, Cinta-news.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat akhirnya mengambil keputusan berani. Mereka menghentikan sementara akses Jalan Diponegoro di Kota Bandung. Tepatnya, kawasan depan Gedung Sate hingga Lapangan Gasibu bakal disulap total. Wah, siap-siap ya, Sob!
Penutupan ini bakal berlangsung mulai 30 April hingga 7 Agustus 2026. Kenapa lama banget? Ternyata, ini bagian dari proyek besar penataan dan perluasan kawasan ruang publik. Jadi, jangan heran kalau nanti suasana di sekitar sini berubah total!
Lalu, apa hubungannya penutupan ini dengan proyek tersebut? Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara langsung menutup ruas jalan itu karena program penataan kawasan Gedung Sate memang dirancang terintegrasi dengan Lapangan Gasibu. Keren, kan?
Proyek ini menjadi bagian dari agenda strategis Pemprov Jabar. Mereka sedang berjuang menciptakan ruang publik yang lebih nyaman, representatif, dan tentunya terhubung. Kamu pasti bakal betah nongkrong di sini nanti!
Dengan konsep integrasi kawasan yang ciamik ini, ruang di antara Gedung Sate dan Gasibu dioptimalkan sebagai area publik. Akibatnya, akses kendaraan di ruas inti Jalan Diponegoro perlu dihentikan sementara. Jangan khawatir, semuanya sudah diperhitungkan!
Tolong Dicatat! Begini Skema Rekayasa Lalu Lintas yang Sudah Disiapkan
Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas tidak dilakukan secara asal-asalan. Mereka sudah memikirkan semuanya dengan matang. Seluruh kebijakan didasarkan pada kajian teknis yang sudah disusun secara komprehensif oleh berbagai pihak terkait. Jadi, tenang saja!
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, dengan percaya diri menjelaskan bahwa skema tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas instansi. Luar biasa, kan?
“Perencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,” ujarnya dengan tegas.
Dari sini kita tahu bahwa kebijakan tersebut sudah melalui proses evaluasi menyeluruh. Mereka bahkan melakukan simulasi dampak terhadap arus kendaraan di kawasan sekitar. Jadi, jangan ragu dengan keputusan ini, ya!
Bingung Mau Ke Mana? Simak Rute Pengalihan Arus Kendaraan Berikut Ini!
Sebagai dampak penutupan Jalan Diponegoro, Dinas Perhubungan Kota Bandung menyiapkan sejumlah jalur alternatif. Mereka akan mendistribusikan arus kendaraan dengan sistematis. Catat baik-baik, ya!
Pemerintah melakukan pengalihan arus sebagai berikut:
Pertama, untuk kendaraan dari arah utara, mereka mengarahkannya melalui Jalan Surapati dan Jalan Sentot Alibasyah. Selanjutnya, kendaraan itu didistribusikan ke Jalan Citarum, Cilaki, hingga Cimanuk. Mudah, kan?
Kedua, untuk kendaraan dari arah timur, petugas lalu mengalihkan kendaraan dari Jalan Surapati maupun Jalan Ir. H. Juanda melalui Jalan Sulanjana dan Jalan Diponegoro dengan pengaturan tertentu. Jadi, tetap ikuti rambu-rambu yang ada, ya!
Ketiga, untuk kendaraan dari arah barat dan selatan, mereka mengarahkan kendaraan melalui Jalan Majapahit, Jalan Cimandiri, dan Jalan Cimanuk sebelum kembali ke jalur utama.
Bukan hanya itu! Selain semua rute di atas, mereka melakukan sejumlah penyesuaian infrastruktur untuk mendukung kelancaran lalu lintas. Pemerintah sangat serius menangani ini!
Penambahan lajur dilakukan di Jalan Sentot Alibasyah dan Jalan Surapati menuju arah Dago. Selanjutnya, mereka mengubah fungsi Jln Majapahit menjadi dua arah. Kreatif sekali, ya?
“Pendekatannya bukan sekadar mengalihkan arus, tapi mendistribusikan beban lalu lintas agar tidak terkonsentrasi di satu titik,” jelas Rasdian dengan lugas. Nah, itu baru namanya perencanaan matang!
Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Perubahan Signifikan yang Wajib Kamu Tahu
Salah satu perubahan penting yang harus kamu tahu adalah… Pemerintah tidak lagi memperbolehkan kendaraan dari arah barat melaju lurus ke timur melalui Jln Diponegoro. Jadi, jangan coba-coba melanggar, ya!
Lalu, kemana arus kendaraan dialihkan? Pemerintah mengalihkannya ke Cilamaya yang berada di belakang Gedung Sate. Mudah kok menemukannya!
“Ini menjadi salah satu titik kunci dalam rekayasa. Dengan pengalihan ke Cilamaya, kita menghindari konflik arus di kawasan inti yang nantinya difokuskan sebagai ruang publik,” katanya dengan penuh keyakinan.
Jadi, mulai 30 April 2026 sampai 7 Agustus 2026, pastikan kamu sudah paham semua rute alternatif ini. Jangan sampai tersesat atau terkena macet parah, ya!
Rekayasa lalu lintas ini sudah disusun oleh tim ahli dari berbagai instansi. Mereka mengharapkan kerja sama dari semua pengendara. Mari kita dukung penataan kawasan Gedung Sate ini demi Bandung yang lebih baik!
Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.











