Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

PLN Batam Tegaskan Pemadaman Listrik Batam-Bintan Tak Terkait Uji Coba Data Center

Cinta-news.com – Masyarakat Pulau Batam dan Bintan mendadak heboh menyusul insiden mati listrik total atau blackout yang melumpuhkan aktivitas warga pada Senin (12/10/2026). Sontak saja, isu liar langsung berembus kencang di tengah khalayak luas yang menuduh bahwasanya pengujian operasional pusat data (data center) berkapasitas raksasa menjadi pemicu utama kegagalan pasokan daya tersebut. Namun, pihak manajemen PT PLN Batam cepat-cepat menepis tuduhan sengit itu dengan memberikan pernyataan resmi yang sangat tegas guna meredam simpang siur informasi.

Secara terbuka, Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, langsung pasang badan untuk meluruskan desas-desus yang terlanjur menggelinding bak bola liar di masyarakat. Beliau mengklarifikasi bahwa gangguan sistem kelistrikan yang meluas tersebut murni tidak memiliki keterkaitan sedikit pun dengan aktivitas uji coba maupun pengoperasian fasilitas pusat data mana pun di wilayah Kepulauan Riau.

“Oleh karena itu, kami menegaskan kembali bahwa pemadaman meluas yang melanda Pulau Batam dan Bintan pada Senin (12/10) sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan data center. Informasi yang mengklaim adanya pengetesan atau commissioning operasional data center yang menyedot daya sangat besar itu dipastikan sama sekali tidak benar,” tegas Kwin saat memberikan keterangan langsung di Batam pada Minggu (18/10/2026).

Selanjutnya, Kwin melandasi bantahannya dengan fakta lapangan mengenai kondisi riil perkembangan fasilitas pusat data digital yang sedang dibangun pesat di kawasan Batam. Menurut pengamatannya yang mendalam, seluruh infrastruktur data center di daerah tersebut nyatanya masih berada pada fase konstruksi awal sehingga belum akan beroperasi secara penuh dalam waktu dekat ini.

“Berdasarkan analisis teknis kami, fasilitas data center tersebut memang belum akan beroperasi penuh. Bahkan, seandainya fasilitas tersebut mulai meluncurkan operasinya, tingkat konsumsi daya awalnya diperkirakan belum akan melebihi angka 10 persen dari total kapasitas terpasang data center itu sendiri,” jelasnya lebih rinci.

PLN Batam Menjamin Pasokan Listrik Aman Sentosa

Lebih lanjut, Kwin membeberkan bukti tingkat keandalan pasokan energi listrik dengan menjamin bahwasanya kebutuhan daya bagi sektor industri digital telah diperhitungkan secara matang dalam dokumen perencanaan jangka panjang PLN Batam. Oleh sebab itu, masyarakat tidak perlu merasa cemas akan potensi krisis pasokan daya listrik di masa mendatang.

“Hingga detik ini, PLN Batam menyatakan sangat siap menyuplai energi untuk seluruh kebutuhan data center. Maka dari itu, kami menegaskan bahwa tidak ada defisit energi ataupun kekurangan pasokan listrik sedikit pun. Justru sebaliknya, cadangan daya listrik kami saat ini masih aman berada di kisaran hampir 20 persen,” ungkap Kwin penuh keyakinan.

Pada saat ini, kapabilitas sistem kelistrikan interkoneksi Batam tercatat sanggup memasok daya hingga menyentuh angka 930 megawatt (MW). Sementara itu, tingkat beban puncak maksimum yang dialirkan kepada para konsumen hanya mencapai sekitar 780 MW. Alhasil, selisih kapasitas tersebut membuktikan bahwa PLN Batam masih memegang cadangan daya bersih yang sangat memadai mendekati angka 20 persen.

Selain menjaga kestabilan saat ini, Kwin memaparkan bahwa PLN Batam terus menggenjot penambahan kapasitas pembangkit baru guna mengantisipasi ledakan pertumbuhan konsumsi listrik yang terus melonjak tajam dari tahun ke tahun.

“Beban puncak kelistrikan Batam kami targetkan melesat naik dari posisi 930 MW menjadi lebih dari 1.000 MW. Oleh karena itu, kami memproyeksikan bahwa pada akhir tahun 2027 mendatang, total daya pasok kelistrikan kami akan melambung tinggi hingga mencapai rentang 1.200 sampai 1.300 MW,” papar Kwin membeberkan gagasannya.

Di samping itu, beliau menyoroti dinamika unik di wilayah Batam di mana laju pertumbuhan permintaan listriknya sudah menembus angka lebih dari 15 persen per tahun. Angka fantastis ini tergolong sangat pesat jika dibandingkan dengan rata-rata kenaikan konsumsi listrik secara nasional yang biasanya hanya bergerak lambat di kisaran 3 hingga 4 persen saja.

“Oleh sebab itu, kami mengkalkulasikan bahwa dalam rentang tahun 2027 hingga 2032 nanti, beban listrik akan bertambah drastis sekitar 300 hingga 400 MW, yang menandakan pertumbuhan masif sekitar 30 persen. Maka dari itu, kami dipastikan bakal segera membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) baru serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berteknologi modern,” tambahnya dengan penuh optimisme.

PLN Bukan Cuma Omon-Omon: Siapkan Teknologi BESS Canggih!

Tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik pembangkit konvensional dan terbarukan, PLN Batam juga secara progresif menyiapkan adopsi Battery Energy Storage System (BESS) atau sistem penyimpanan energi berbasis baterai raksasa untuk memperkuat keandalan jaringan Batam-Bintan.

Dalam paparannya, Kwin menjelaskan secara gamblang bahwa teknologi canggih BESS ini menyimpan keunggulan luar biasa karena sanggup merespons fluktuasi kebutuhan daya dalam waktu yang jauh lebih kilat jika dibandingkan dengan mesin pembangkit listrik konvensional.

Guna memberikan gambaran nyata, beliau mencontohkan kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbahan bakar batu bara yang memerlukan durasi persiapan cukup lama hingga berjam-jam untuk bisa menyalurkan arus listrik secara stabil sesudah mengalami henti operasi.

“Sebaliknya, durasi waktu yang dibutuhkan oleh baterai BESS untuk melepaskan daya listrik hasil simpanannya itu berada dalam hitungan nanodetik atau milidetik saja, sehingga kinerjanya terbukti jauh lebih cepat ketimbang pembangkit konvensional,” terang Kwin dengan gamblang.

Pada akhirnya, melalui kombinasi strategi akselerasi pembangunan pembangkit listrik anyar dan integrasi sistem penyimpanan energi baterai canggih ini, PLN Batam optimistis dapat membentengi kelancaran energi, menangkal potensi kegagalan pasokan, sekaligus memperkokoh fondasi cadangan daya di seluruh wilayah Batam dan Bintan.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version