Cinta News – Kabar Terkini, Penuh Inspirasi!
News  

Pemerintah DIY Bangun Saluran Air Terpisah untuk Petani dan Pembudidaya Ikan di Sleman

Cinta-news.com – Warga di Padukuhan Brongkol, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyimpan kisah pilu yang sudah berlangsung selama belasan tahun. Pasalnya, para petani padi dan pembudidaya ikan setempat terpaksa memendam rasa gusar karena harus terus-menerus mengalah dan berbagi pasokan air dari satu jalur irigasi yang sama persis selama 15 tahun tanpa henti.

Akibatnya, situasi yang serba terbatas tersebut kerap sekali memicu gesekan serta perselisihan antat-warga di lapangan. Sebabnya tidak lain karena kebutuhan pasokan air untuk membasahi hamparan sawah dan mengisi kolam-kolam budidaya perikanan harus terpenuhi secara bersamaan melalui satu-satunya urat nadi saluran air yang ada.

Namun, kabar bahagia yang telah lama dinanti-nantikan oleh masyarakat luas akhirnya benar-benar terwujud di wilayah Sleman ini. Pemerintah setempat kini resmi mengambil langkah nyata guna mengakhiri drama krisis pengairan tersebut dengan meluncurkan proyek pembangunan jaringan irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Timoho yang membentang sepanjang 207 meter.

Saluran irigasi anyar yang dibuat khusus ini sengaja disiapkan untuk menghadirkan jalur pengairan independen yang terpisah secara sempurna. Oleh sebab itu, baik kelompok petani tanaman padi maupun para pembudidaya ikan nantinya bakal menikmati aliran air bersih sendiri-sendiri tanpa perlu khawatir bakal berebutan lagi.

Menariknya, para wakil rakyat yang duduk di Komisi C DPRD DIY tidak mau tinggal diam begitu saja dan langsung turun tangan mengawal ketat proyek vital ini. Mereka bahkan sengaja menerjunkan tim untuk menggelar pemantauan langsung di lapangan pada hari Jumat tanggal 16 Oktober 2026 lalu.

Langkah pengawasan yang cukup intensif ini sengaja mereka lakukan demi memastikan bahwa seluruh pengerjaan fisik proyek jaringan air benar-benar menjawab apa yang menjadi kebutuhan riil masyarakat Brongkol. Selain itu, para legislator tersebut juga menegaskan agar seluruh proses pengerjaan dapat tuntas tepat waktu sesuai dengan tenggat yang telah ditetapkan.

Gara-Gara Berbagi Satu Saluran Air Selama 15 Tahun

Apabila kita menengok kembali perjalanan sejarahnya, problematika pembagian air di kawasan Brongkol ini memang bukan sekadar masalah sepele karena sudah berakar selama kurun waktu 15 tahun lamanya. Selama kurun waktu yang sangat panjang itu, para petani tanaman pangan dan peternak ikan terpaksa terus mengandalkan aliran parit yang sama demi menyambung napas perekonomian serta mata pencaharian mereka sehari-hari.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pemanfaatan satu aliran air untuk dua kepentingan sektor ekonomi yang berbeda ini memang sangat rentan memantik benih-benih perselisihan. Hal tersebut kerap terjadi lantaran volume air yang dibutuhkan untuk mengairi petak persawahan sering kali berbenturan secara langsung di waktu yang bersamaan dengan kebutuhan pengisian kolam budidaya ikan.

Menanggapi situasi yang serba rumit ini, Kepala Dukuh Brongkol, Yono, sebelumnya juga sudah berulang kali menyuarakan kegelisahan warganya terkait masalah teknis ini sebagai kendala utama yang menghambat kemajuan serta kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

Alhasil, lewat gebrakan pembangunan saluran irigasi yang benar-benar baru ini, seluruh lapisan masyarakat Brongkol menaruh harapan yang amat besar agar tata kelola pembagian air dapat mengalir secara jauh lebih adil dan merata. Mereka sangat mendambakan masa depan pertanian serta budidaya perikanan lokal yang tidak lagi saling menggantungkan nasib pada satu pipa saluran yang sama.

Oleh karena itu, Yono menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas perhatian luar biasa yang diberikan oleh Komisi C DPRD DIY dalam merespons persoalan menahun yang membelit petani padi dan pembudidaya ikan di kawasannya.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran Komisi C DPRD DIY. Saya secara pribadi mewakili segenap petani ikan dan petani padi di kawasan Dukuh Brongkol mengucapkan rasa syukur karena keberadaan saluran baru ini pasti bakal sangat membantu kelancaran perairan antara petani ikan dan petani padi,” tutur Yono saat menyampaikan perasaannya pada hari Minggu tanggal 18 Oktober 2026.

Proyek Saluran Irigasi Anyar Ditargetkan Selesai Cuma 120 Hari!

Demi merealisasikan pengerjaan proyek strategis peningkatan jaringan irigasi D.I. Timoho sepanjang 207 meter ini, pemerintah daerah memercayakan tanggung jawab pelaksanaannya kepada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) DIY.

Menariknya lagi, proyek peningkatan kualitas infrastruktur pengairan yang sudah amat dirindukan oleh warga setempat ini dipatok dengan target pengerjaan yang sangat cepat, yakni ditargetkan rampung sepenuhnya hanya dalam kurun waktu 120 hari kerja saja.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, memberikan penjelasan lugas bahwa langkah pembuatan saluran terpisah ini merupakan wujud nyata eksekusi pemerintah dalam menjawab serta menindaklanjuti jeritan persoalan pengairan yang dialami para petani padi dan pembudidaya ikan di Brongkol.

“Pemerintah DIY bakal terus hadir untuk mengakomodir serta menyelesaikan permasalahan para petani maupun pelaku budidaya ikan ini, salah satunya dengan cara kita buatkan saluran irigasi tersendiri bagi masing-masing kelompok,” ucap Nur secara mantap saat berada di lokasi proyek.

Di samping itu, keberadaan fasilitas saluran terpisah ini diharapkan sanggup mengakomodasi seluruh pasokan air yang dibutuhkan oleh kedua kelompok masyarakat desa tersebut. Dengan demikian, proses pembagian arus air menuju area persawahan maupun kolam-kolam pembesaran ikan kelak menjadi jauh lebih optimal, efisien, dan juga tertata rapi.

Lebih lanjut lagi, selain rajin melakukan pengawalan ketat selama masa konstruksi berlangsung, jajaran Komisi C DPRD DIY juga tidak lupa mengingatkan betapa pentingnya aspek pemeliharaan infrastruktur setelah seluruh pekerjaan fisik bangunan diselesaikan.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi C DPRD DIY, Cintya Amanda Labetta, menilai bahwa komitmen perawatan sarana secara berkala sangat mutlak diperlukan agar fisik saluran pengairan baru ini sanggup berfungsi secara maksimal dalam jangka waktu yang sangat panjang.

“Harapan besar kami tentu saja setelah sarana ini selesai dibangun, warga dapat merawatnya secara bersama-sama dengan baik agar masalah pertikaian air serupa tidak akan pernah terulang lagi di masa-masa mendatang,” ujar Cintya penuh harap.

Pada akhirnya, melalui penyelesaian pembangunan saluran irigasi yang serba terpisah ini, segenap petani padi serta pembudidaya ikan di Padukuhan Brongkol kini dapat menyambut masa depan dengan lebih optimis untuk memenuhi kebutuhan air lahan mereka secara mandiri. Langkah konkret ini diyakini bakal menjadi penawar sekaligus solusi jangka panjang paling ampuh guna melenyapkan potensi gesekan sosial akibat penggunaan satu aliran air bersama.

Temukan juga berbagai berita terbaru lainnya hanya di Exposenews.id.

Exit mobile version